
Deg.
Jantung Arka terasa hampir tak berdetak mendengar obrolan Arifin dengan germo itu.
"Mereka bicara apa? jangan sampai Arifin menyerahkan istrinya pada germo itu. Kasihan istrinya." Gumam Arka.
Arkapun mendengarkan kembali.
"Bagaimana yah madam."
Arifin tampak berfikir.
"Ayolah Arifin, jika wanita mu cantik, kamu bisa jadi orang kaya. Aku bisa memberikan mu uang jutaan rupiah. Apalagi kalau istrimu itu laris manis. Kita bisa saja berbagi keuntungan."
"Berbagi keuntungan?"
"Iya. Kamu pekerjakanlah wanitamu padaku. Supaya dia bisa menghasilkan uang. Jadi hidup kalian tidak akan kesusahan."
Arifin tersenyum.
"Benar madam. Aku bisa jadi orang kaya, jika Tanti bekerja jadi wanita malam. Akupun nggak keberatan jika Tanti di sentuh lelaki lain. Kalau saja dia bisa menghasilkan uang. Dan aku nggak usah, susah-susah nafkahi dia."
Hati Arka begitu sangat tercubit mendengar percakapan itu.
"Seperti apa istri Arifin itu. Aku harus menolongnya. Kasihan dia."
Setelah germo itu pergi, kemudian Arifin melangkah untuk pulang kerumahnya.
Arka pun mengikuti Arifin.
Dia mengendap-endap supaya tidak di ketahui Arifin. Dia penasaran pada wanitanya Arifin. Secantik apa wanitanya Arifin.
Sesampai di rumah Arifin, seorang perempuan cantik berhijab,menyalim tangan Arifin.
Ah, Apakah dia istrinya Arifin? Astaga, dia sedang hamil besar. Cantik...Iya dia cantik. Sepertinya Arifin memang lagi membutuhkan uang sekarang untuk biaya lahiran istrinya. Tapi kenapa dia tega mau menjual istrinya. Kasihan wanita itu. Aku tahu Arifin itu orang yang nekat. Aku harus nyelamatin wanita itu.
Arka masih mengintip di balik pohon besar itu.
"Abang baru pulang Bang."
"Iya Tanti."
Arka tersenyum.
"Oh, jadi namanya Tanti. Dia memang cantik dan soleha. Pasti dia orang yang sangat baik." Gumam Arka.
"Tapi bagaimana aku akan menolongnya." Ucap Arka lagi.
Terbersit di fikiran Arka sebuah rencana.
"Ah, Dari pada Tanti akan di jual pada Germo, kenapa nggak di jual padaku saja. Aku siap untuk membelinya. Lagian istriku kan mandul. Siapa tahu Tanti itu, bisa memberikan aku seorang anak." Gumam Arka.
__ADS_1
Arka dengan bodohnya sampai sore berada di balik pohon itu. Dia menunggu Arifin.
Arfinpun akhirnya keluar. Dia melangkah pergi. Tiba-tiba saja Arifin terkejut.
" Hah, Tuan Arka. Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Arifin panik.
"Arifin nggak usah terkejut begitu. Kayak baru pertama melihatku saja."
"Apa yang Tuan inginkan. Apa Tuan akan mengambil rekaman video Tuan yang sedang tidur bersama Putri."
"Ah, Udahlah Arifin. Aku nggak lagi bahas itu. Aku lagi bahas istrimu."
"Apa?"
"Sepertinya kamu lagi banyak butuh uang yah?"
"Kenapa Tuan bisa tahu?"
"Yah, Aku tahu. Kenapa kamu tega mau menjual istrimu pada germo."
"Ha..." Arifin tercengang.
"Apa Tuan telah memata-mataiku?" Tanya Arifin.
"Arifin. Aku punya rencana. Dari pada kamu menjual istrimu pada germo, mending, kau jual saja istrimu padaku."
"Apa...!" Arifin sangat terkejut.
"Aku akan jadikan dia istri simpanan ku."
"Apa...!"Arifin terkejut lagi. Dia tidak menyangka kalau Tuan Arka itu akan berkata demikian.
"Iya Arifin. Aku akan membeli istrimu. Berapa yang kamu mau? Aku pasti akan memberikannya. Karena aku butuh dia. Aku ingin menikahinya secara siri, biar dia bisa hamil dan aku akan ambil keturunnya. Dia kan cantik Arifin. Dan aku rasa dia itu,wanita baik-baik. Mungkin jika aku memperistri dia,anak -anak ku akan cakep.
Arifin menyeringai licik.
Yah, Tuan Arka bisa aku manfaatkan.
" Baiklah Tuan. Apa kamu mau memberikan ku uang satu milyar."
"Oke. Aku mau."
Arifin tersenyum.
"Yah, Tapi tunggu istriku melahirkan. Aku pasti akan memberikan Tanti padamu."
Arka tersenyum lega.
Akhirnya. Arifin mau juga.
Setelah itu Arka dan Arifin bersalaman tanda kalau telah ada kesepakatan di antara mereka.
__ADS_1
Flasback off
***
Arka tersenyum.
"Tanti, aku kangen sekali Tanti." Ucap Arka.
Ponsel Arka berdering.
Nia memanggil dengan video call.
"Ah nih anak. Ngapain dia vc segala." Ucap Arka.
Arkapun menyentuh ponselnya. Tampak jelas wajah Nia.
Nia tersenyum.
"Halo Kak... Maaf yah kalau aku ganggu."
"Nggak apa-apa Nia. Kenapa??"
"Kakak lagi sibuk yah.?"
"Nggak kok."
"Kak. Pulang ke sini dong... Kak Tanti galau terus. Sepertinya dia rindu sama Kakak deh."
Arka tersenyum.
"Ah, masa sih? Sekarang dia ada di mana Nia. Boleh aku bicara dengannya."
"Kak. Kakak Tahu nggak. Sejak aku kenal dengan Kak Tanti, Aku kagum sama dia Kak. Ternyata dia itu wanita soleha."
"Iya. Terus sekarang dia mana?"
"Dia lagi sholat. Dan sekarang dia lagi ngaji. Tahu nggak Kak. Ternyata suaranya itu indah... banget Kak. Membuat hati Nia jadi bergetar."
"Oya. Aku belum pernah mendengar suara Tanti. Coba kamu arahkan ponsel mu padanya. Aku pengin melihat sekaligus mendengar dia mengaji."
Nia pun menuruti keinginan Arka. Nia menghadapkan ponselnya pada Tanti. Dia mengambil gambar Tanti yang tampak sedang mengenakan mukena dan mengaji dengan memegang mushaf kecil.
Arka begitu terkagum-kagum. Baru kali ini, dia melihat suara indah seorang wanita yang sedang mengaji. Membuat bulu kuduknya merinding dan jatuhlah setetes air mata dari pelupuknya.
Tanti. Kamu memang berbeda dari wanita manapun. Kamu hebat sekali Tanti. Suara mu begitu sangat merdu, membuat hatiku bergetar. Aku jadi malu Tanti padamu. Aku udah banyak meninggalkan sholat. Apa aku pantas, menjadi imam untuk mu. Ah, tapi lebih pantasan aku, dari pada Arifin.
***
☺☺☺
Maafin author ya. Author nggak banyak promo-promo cerita. Soalnya Author bingung. Cerita mana yang mau di promo. Banyak sekali cerita nya. Di rumah aja udah numpuk judul-judul baru. novel ini cuma koleksi pribadi author aja yah. Kalau pembaca minat tinggal klik aja profil author. Sebentar lagi akan author hadirkan kerangka-kerangka cerita baru.
__ADS_1