Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Cerita cinta.


__ADS_3

"Makan dulu Wa. Ini aku sama Kak Sofi sudah nyiapin bubur untuk kamu. Sekarang kamu makan yah?"


Dewa mengangguk. Dia kemudian beringsut duduk.


"Terimakasih yah sayang? "


"Iya Dewa."


Dengan telaten Laura menyuapi Dewa. Walaupun pernikahan mereka selalu gagal karena ada saja musibah yang datang, mereka tidak pernah patah semangat. Mereka masih saja bisa mesra. Krena Laura sekarang benar-benqr sudah melupakan Arka dan sudah bisa mencintai Dewa.


...****************...


Di mall tampak Chelsea Nadia dan Andre sedang jalan-jalan.Sepertinya Chelsea sengaja mengajak kakaknya itu, untuk mendekatkan mereka kembali.


"Ah, rasanya lama sekali yah, aku tidak menikmati mall indonesia." Ucap Nadia.


"Kak Nadia sekarang sibuk apa?"


"Ah, Kak Nadia nggak sibuk apa-apa." jawab Nadia.


"Oh, gitu?"


"Aku cuma sibuk di rumab aja. Tapi kata papa aku sih, aku di suruh kerja di kantornya. Sekalian nanti aku akan di ajari berbisnis. Kan aku kan anak satu-satunya mereka."


"Wah, keren yah. Kakak akan menjadi bos atau direktur di perusahaan orang tua kakak."


"Ha...ha... iya. Makanya dari itu, aku ngambil jurusan bisnis. Untuk menggantikan papa ku. Kan kalau mereka tua otomatis aku dong yang memegang semua pekerjaannya."


"Iya juga sih Ka. Tuh Kak Andre, lihat Kak Nadia. Dia itu calon wanita karir yang hebat.


"Ah, Chelsea bisa saja." Ucap Nadia.


Andre sedari tadi diam-diam curi pandang pada Nadia.


Ya, Andre tahu kalau Nadia itu gadis yang baik. Walau dia anak orang kaya, namun Nadia itu orang yang rendah hati. Dia tidak pernah menyombongkan kekayaannya di depan teman-temannya. Nadia mau bergaul dengan siapa saja.


Saat ini, Andre Nadia dan Chelsea sedang makan malam di sebuah restauran. Mereka sudah memesan beberapa menu makanan dan minuman. Mereka pun bersantap sembari bercerita.


"Ah, rasanya senang banget yah Kak Nadia kalau kita mengingat masa lalu."


"Iya."


Andre hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dia masih asyik menyantap makanannya.


Ah, kok aku jadi yang ngobrol begini. Tujuan aku kan cuma satu. Mau mendekatkan pasangan ini.


"Em...Oh iya. Aku pergi dulu yah?" Kata Chelsea berpamitan.


"Mau kemana?" tanya Andre.


"Mau pulang." Ucap Chelsea.


Chelsea tanpa aba-aba buru-buru pergi dari tempat itu. Dan tinggalah Andre dan Nadia.


Andre dan Nadia saling menatap. Rasa canggung masih menyelimuti keduanya.


"Em, Ndre."


"Iya."


"Kalau kita berduaan begini, apa pacar kamu akan marah."

__ADS_1


"Ah, aku nggak punya pacar."


"Oh, begitu. Jadi kamu jomblo?"


"Iya Nad. Kamu sendiri apa nggak ada yang marah kalau kita berduaa begini?"


"Aku juga belum punya pacar."


"Kenapa? emang di luar negeri kamu nggak pacaran?


Sembari menyeruput minumannya Nadia menggeleng.


"Ah, nggak. Aku malas saja Ndre. Aku nggak suka orang bule. Aku lebih suka orang asli indonesia."


"Kayak aku gini maksud kamu."


Nadia tertawa.


"Apaan sih kamu. Geer banget."


Pertama memang canggung namun, setelahnya mungkin mereka akan seperti dulu.


Chelse masih berdiri di parkiran Mall. Tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada sosok lelaki bertubuh besar sedang menangis.


"Siapa itu yah? Dia kenapa menangis?" ucap Chelsea yang batinya selalu bertanya-tanya siapa sebenarnya lelaki yang bertubuh besar itu. Kenapa dia menangis. Baru kali ini, Chelsea menemukan sosok yang sangar itu menangis.


Chelsea kemudian menghampiri orang yang bertubuh besar itu, yang tak lain adalah Idris boduguard Arka.


"Hai..." sapa Chelsea.


Idris menoleh.


"Ini sapu tangan." Chelsea memberikan sapu tangannya. Idrispun meraihnya.


"Sama-sama" Ucap Chelsea sembari duduk di dekat Idris.


"Kenapa menangis? nggak malu sama badannya." Ucap Chelsea.


"Apaan sih lo. Sirik aja."


"Ya, aku kan cuma nanya."


Idris kembali menangis.


"Sudahlah, kayak nggak ada cewek lain aja."


Idris menatap Chelsea.


" Sok tahu."


"Gue tahu. Kalau lo itu lagi patah hati. Lo bisa cerita kok ke gue."


"Iya. Gue tadi barusan mergokin cewek gue selingkuh. Dia bermesra-mesraan dengan pria lain."


" Tuh kan, gue bilang apa?"


Idris menatap Chelse, begitu pula Chelsea. Chelsea jadi kikuk saat di tatap Idris.


"Maaf, aku nggak bermaksud mengingatkanmu lagi." Ucap Chelsea penuh sesal.


"Nggak apa-apa. Terimakasih yah sapu tangannya."

__ADS_1


...****************...


Di sisi lain, Nia masih ada bersandar di bahu Herman yang kekar. Mereka sama-sama terdiam dan larut dalam lamunannya.


"Kak, Nia pengin cepat-cepat nikah." Ucap Nia.


"Sama."


"Kapan yah Kak."


"Paling nunggu Tuan muda nikah dengan nona Tanti."


"Nia udah nggak sabar."


"Sama. Kak Herman juga sudah nggak sabar."


"Kak,"


"Hemm"


"Kakak benar-benar cinta yah sama Nia."


"Iya."


"Kakak janji yah, nggak akan ninggalin Nia dan mengkhianati Nia. Nia tidak sanggup jika haris patah hati."


Herman melepaskan pelukannya.


"Sudahlah Nia. Jangan kamu menangis. Aku akan selalu ada di sisimu dan tidak akan meninggalkan mu. Aku janji."


Nia tersenyum. Begitupun Herman.


mereka sama-sama tersenyum.


"Herman..." Seru ibu Herman.


"Iya Bu. Ini makan malamnya sudah siap." Ucap Ibu Herman.


Yah, sepertinya Herman dan Nia akan makan malam bersama di rumah Herman. Ya, karena Herman di kasih waktu libur panjang oleh Arka,jadi inilah waktu yang tepat untuk berduaan terus dengan Nia kekasihnya.


Herman dan Nia kemudian masuk ke dalam rumahnya. Mereka kemudian makan malam bersama ibunya Herman.


"Gimana Nia, makanannya?" tanya ibu Herman.


"Enak." jawab Nia.


"Kamu suka?" Tanya ibu Herman lagi.


"Suka banget. Kalau makanan se enak ini, Nia bisa nambah terus makannya." Ucap Nia sembari mengunyah makanannya.


" Nia, ayo nambah lagi?" pinta Herman.


"Iya pasti aku akan nambah."


Herman dan ibunya tersenyum.


"Ibu jadi nggak sabar. Ibu ingin cepat-cepat nikahin kalian."


"Ya, doain aja yah Bu. Supaya kita bisa cepat Nikah. Paling nungguin Tuan muda nikah dulu."


"Tuan Arka mau nikah lagi?" tanya Ibu Herman.

__ADS_1


"Iya. Sekarang dia sama calon istri juga anak-anaknya lagi liburan ke Bali. Makanya kita di liburkan"


"Oh, begitu? ibu baru tahu Herman."


__ADS_2