
Tanti menangis. Betapa malang hidupnya saat ini, pipinya masih memerah akibat tamparan madam Rania.
Madam Rania meminta Tanti, untuk membuka hijabnya dan menyuruhnya memakai gaun khas wanita malam.
Tanti menolak mentah-mentah.
Bertahun-tahun Tanti sangat menjaga kesuciannya sebagai seorang wanita terhormat.
Dia tidak pernah di sentuh oleh pria manapun kecuali suaminya. Dan sekarang, apakah dia akan melepas gelar terhormatnya itu, sebagai wanita malam, penghibur om-om hidung belang?
Tanti menangis. Air mata itu, seakan tak pernah kering. Waktu seakan telah mempermainkannya. Seandainya kehidupan itu bisa kembali ke masa lalu. Tentu Tanti tidak akan mau menerima perjodohan itu.
Karena di sisi seorang Tanti, ada seorang lelaki yang sangat mencintai Tanti. Iya, dia itu Faris. Seorang lelaki yang menjadi sahabat sekaligus seseorang yang mencintai Tanti di kampung.
Flash back on.
"Tanti, apakah kamu akan bahagia, jika kamu menikah dengan Arifin. Bukankah selama ini, kamu cuma cinta sama aku, kita sudah berta'aruf cukup lama. Dan sebentar lagi,setelah aku mendapatkan pekerjaan tetap, aku akan mengkhitbahmu Tanti."
Tanti menatap Faris.
Iya, tatapan mata Tanti adalah tatapan ketulusan seorang wanita, yang sangat menyayangi kedua orang tuanya.
"Aku nggak bisa menerima mu Bang, Aku sayang sama Ibu Bapak. Selama hidup, aku belum bisa membahagiakan mereka. Mungkin sekaranglah saatnya aku,untuk membahagiakan mereka. Jika perjodohan ini, yang mereka harapkan aku tidak bisa menolaknya Bang."
"Ya udah Tanti. Aku tidak bisa maksa. Ini semua sudah menjadi keputusanmu. Aku cuma bisa berharap kalau kamu akan hidup bahagia, bersama Arifin kelak."Kata Faris.
Betapa hancurnya hati Faris saat Tanti lebih memilih perjodohan itu, dari pada menunggunya melamarnya. Namun, Faris tidak bisa memaksa Tanti. Karena memang Faris belum siap untuk menikah karena dia belum mendapatkan pekerjaan yang tetap.
Flashback off
Seorang wanita yang berpakaian sexi ala wanita malam itu,datang menghampiri kamar Tanti.
"Tanti, sudahlah pakai baju itu. Aku khawatir kalau madam akan menyakitimu lagi." kata wanita yang bernama Kiara.
"Aku nggak bisa melepas hijab ini, apalagi memakai pakaian kotor sperti ini." Kata Tanti sembari membanting pakaian itu di sisi duduknya.
"Tanti, kita itu sekarang berada di dunia gelap. Jadi, tidak ada dunia gelap pakai hijab. Sudahlah, nikmati saja Tanti. Kalau kita bisa menikmati hidup,kita akan merasa selalu bahagia."
"Itu menurut mu Kiara. Tapi aku tidak mau menjadi seorang wanita pezina. Aku nggak mau menjerumuskan diriku ke azab neraka."
"Tanti, jangan mikirin neraka Tanti. Kita itu masih muda. Kita bisa tebus semua dosa kita dengan taubatkan."
Tanti berdiri dari duduknya.
"Kiara,kematian itu bisa mendatangi kita kapan saja. Mungkin saja, hari ini adalah hari terakhir kita hidup di dunia. Kita tidak tahu."
__ADS_1
Kiara terdiam. Dia tampak merenung. Dia sudah ikut madam sudah sejak dari dia lulus SMP. Kiara juga sama wanita dari kampung.
Karena saking polosnya, dia mau bekerja pada madam Rania. Dan sekarang Kiara adalah anak kesayangan madam Rania, Dan Kiara adalah wanita termahal di antara wanita-wanita itu, dia wanita termuda dari para wanita malam itu.
"Kamu ini, aku nggak tahu pemikiran anak kecil seperti kamu Kiara. Takutlah akan dosa. Akan siksa. Dunia itu sementara Kiara. Jika aku melihatmu. Aku akan teringat tentang adik ku di kampung. Bagaimana nasibnya jika dia berada di posisimu." Kata Tanti yang selalu memberi peringatan pada Kiara seorang wanita yang masih berumur 18 tahunan itu.
"Udahlah Tanti. Jangan ceramahi aku. Posisi kita sekarang sama. Nikmati aja..."
Seorang wanita datang ke kamar Tanti. Dia seperti wanita yang sudah berumur.
Sekarang Kiara dan teman satunya lagi, memaksa Tanti untuk mengganti bajunya. Akhirnya pun sekarang Tanti berpakaian sama seperti mereka. Banyak aurat yang terlihat.
Tanti menangis. Lagi-lagi dia menangis.
"Diamlah Tanti...! Nanti madam dengar kamu menangis. Dia bisa marah-marah lagi."Kata Kiara.
"Tunggu di sini. Nanti malam kamu akan melayani seorang tamu. Dan itu nggak akan bisa kamu tolak. Jika kamu tolak, jangan harap kamu bisa bernafas besok."Kata wanita yang bersama Kiara.
Setelah itu Kiara dan wanita itu pergi dan mengunci kamar Tanti.
***
Dua hari setelah pulang dari rumah sakit, Laura masih duduk di kursi rodanya.
Arka tampak berdiri di sisi jendela kamarnya. Arka memandang ke atas langit. Sepertinya fikirannya tidak sedang bersamanya.
Arka terdiam.
"Arka...!!!"Teriak Laura.
Arkapun memutar tubuhnya dan menghadap ke Laura.
"Ada apa sayang?"Tanya Arka mendekat.
"Kamu kenapa dari tadi diam saja. Apa yang sedang kamu fikirkan Arka?" tanya Laura marah
"Aku nggak lagi mikirin apa-apa." jawab Arka.
"Bohong. Kamu pasti lagi mikirin Tanti yah." terka Laura.
"Nggak." Bohong Arka. Padahal memang benar kalau sedari tadi di sedang memikirkan Tanti.
"Arka,aku tahu kamu Arka. Kalau kamu itu lagi bohong. Aku udah lama mengenalmu Arka."
Arka berlutut di depan kursi roda Laura.
__ADS_1
"Sayang, sudahlah,jangan cemburu terus. Apa aku pernah, meninggalkan mu, tidak kan sayang. Selama kamu sakit aku yang selalu merawat dan mengurusmu. Apa aku pernah menyuruh pembantu tidak kan? "
Laura berfikir. Iya juga sih. Arka bela-belain tidak masuk kantor karena nemanin aku.
***
Ceklek...
pintu kamar terbuka lebar.
Seorang lelaki botak, bertubuh besar tinggi , nampaknya dia adalah orang yang masih berusia 45 tahunan memasuki kamar Tanti. Mungkin dia adalah tamu pertama Tanti malam ini.
Tanti dengan pipi yang masih basah karena air mata, tubuhnya tampak bergetar.
Hancur, mungkin malam ini adalah awal kehancurannya karena sebentar lagi dia akan menjadi wanita kotor, karena banyak melayani lelaki hidung belang.
"Sayang...Kamu sudah siap sayang menemaniku malam ini?" Tanya om om hidung belang itu.
Om-om itu kemudian menyentuh bahu Tanti,sehingga membuat Tanti menoleh ke arahnya.
Betapa terkejutnya si Om Itu dengan wanita yang ada di hadapannya, dialah wanita yang selama ini di carinya. Dan dialah wanita yang bisa membuatnya kehilangan pekerjaannya. Dia lah wanitanya Tuan Arka bosnya.
Tanti menatap si Om itu sembari terisak. Aurat di tubuhnya kini terpampang jelas.
"Kamu Tantikan?"
Tanti terkejut saat Om-om itu,tahu namanya.
"Om tahu nama saya. Pasti dari madam kan."
Hiks...hiks...hiks...
"Nona muda, ini saya. Nama saya Pak Toha. Saya adalah anak buahnya Tuan muda. Sudah satu minggu saya sangat khawatir dengan pekerjaan saya. Tuan muda akan memecat kami, jika sampai nona tidak di temukan."
Tanti menyeka air matanya. Betapa rona kebahagiaan menyelimuti wajahnya. Dia bertemu dengan anak buahnya Tuan Arka.
Padahal seharusnya dia lari, tapi sekarang Tanti bahagia karena dia bisa lagi menemui Tuan Arka. Mungkin dengan Tuan Arkalah dia bisa merasa terlindungi.
***
Author udah nyelamatin Tanti yah...☺☺☺
Ayo dukung terus authornya.
Banyak like banyak bab.
__ADS_1
😀😀😀