
"Aku nggak mau mandi sama Bik Inah. Aku mau mandinya sama papa Arka." Kata Zoya.
Arka yang sedang menggendong Aurel tersenyum pada Zoya.
"Mandi sama mama Tanti saja yah. Papa udah ganteng gini, masak di suruh basah-basahan lagi sih..." Kata Arka pada anaknya.
"Ih, Zoya jadi sebel sama papa. Zoya nggak mau berteman lagi sama papa Arka. Zoya maunya sama mama Tanti aja."
Tanti tersenyum. Rasa bahagia sedang menyelimutinya. Sekarang Tanti bahagia karena Zoya, sudah mau menganggapnya mamanya sendiri. Dan sekarang, Zoya ingin di manja juga seperti Aurel.
Tanti mencium kedua pipi Zoya dan kening Zoya.
"Anak mama pintar sekali. Ayo, sekarang kita mandi! nanti mama suapin kamu yah sayang...!"
"Iya. Mama Tanti. Aku sekarang mau sama mama Tanti aja. Nggak mau sama papa Arka."
Setelah itu Tanti memandikan Zoya di kamarnya. Sementara Arka mengajak Aurel turun.
Di meja makan sudah tampak banyak makanan. Yah, sejak bu Nunik dan Pak Wahyu tinggal di rumah Arka, Nyonya Alicia selalu memasak makanan banyak sekali.
Rumahnya Tuan Bram jadi ramai, sejak kedatangan keluarga Tanti.
"Selamat pagi semua...!"Sapa Arka.
"Pagi..."Ucap Keluarga Tanti serempak.
Indah adiknya Tanti tersenyum.
"Wah, Mas Arka. Boleh aku gendong Aurelnya?" tanya Indah.
"Boleh dong...!" Kata Arka.
Indah kemudian menggendong Aurel dan mengajaknya bermain. Yah, Indah adalah adik kandungnya Tanti. Bu Nunik punya dua orang anak perempuan yaitu Tanti dan Indah. Dan sekarang Indah masih berusia dua puluh tahun. Sepantaran dengan Nia.
"Wah, Aurel...Aurel cantik yah...Mas Arka. Boleh yah, aku bawa Aurel jalan-jalan ke depan."
"Indah, jangan jauh-jauh...!" Kata Bu Nunik.
"Nggak Bu, cuma di taman depan aja kok. Emang Indah mau keluar dari pagar rumahnya Mas Arka." Kata Indah.
Setelah itu Arka duduk di meja makan.
"Arka, kamu mau langsung ke kantor?" tanya Pak Wahyu mertua Arka.
"Iya Pak. Aku lagi ada meeting penting."
"Arka, kenapa kamu lama sekali turunya. Kita harus berangkat pagi-pagi." Kata Tuan Bram.
"Maaf Pa...!" Kat Arka.
Nyonya Alicia teesenyum.
"Ah, papa ini, namanya juga pengantin baru...jadi, kesiangan sedikit lumrahin aja lah...kayak nggak pernah muda aja."Kata nyonya Alicia sembari meletakan sepiring ayam goreng di meja makan.
"Ha..ha.." Pak Wahyu dan Tuan Bram tertawa bersama.
__ADS_1
Setelah itu nyonya Alicia duduk.
"Mana Tanti? kenapa dia tidak ikut turun?" tanya Nyonya Alicia
"Lagi mandiin Zoya ma." Jawab Arka.
"Oh, ya udah. Sekarang kita makan dulu, apa tungguin Tanti nih?" tanya Tuan Bram.
"Udah, nggak usah di tungguin. Tanti pasti lama. Zoya kan sekarang lagi pengin di manja." Kata Arka.
...****************...
Di luar rumah tampak Indah sedang bermain dengan Aurel. Tiba-tiba saja Herman menghampirinya.
"Hai..." Sapa Herman.
"Eh, maaf... kamu siapa yah?" tanya Indah.
"Namaku Herman. Kamu pasti adiknya Non Tanti yah?"
"Iya."
Herman dan Indah tampak bersalaman.
Di sisi yang lain, Nia tampak marah sekali melihat Herman tunangannya dekatin indah. Sepertinya Nia sangat cemburu. Apa lagi adiknya Tanti itu sangat cantik. Yah, dia memang mirip Tanti. Jelas saja cantik. Membuat Nia minder sendiri.
"Ih, Kak Herman ngapain sih, caper banget jadi cowok. Awas aja yah.. kalau dia sampai macam-macam...!" Gerutu Nia.
Herman yang tak melihat Nia itu, malah semakin akrab saja ngobrolnya dengan Indah. Yah, bagaimanapun juga, Herman itu pernah suka sama Tanti. Jadi jika dia memangdang Indah, seperti dia sedang memandangi Tanti
"Lama. Waktu Tuan Arka kuliah. Kebetulan aku kan jadi sopir pribadi dulu."
"Oh, kalau sekarang?" tanya Indah
"Sekarang aku kerja di kantornya Tuan Arka."
"Oh..." Indah tampak manggut-manggut.
...****************...
Di kamarnya Zoya masih ribut dengan Tanti.
"Zoya nggak mau pakai yang ini Ma, Zoya gerah kalau pakai yang panjang-panjang...!"
"Terus Zoya maunya yang mana?" tanya Tanti.
"Zoya maunya pakai yang pendek."
"Yang pendek kotor semua Zoya, mbak Murni juga belum nyuci lagi."
"Ya udah deh terserah mama. Tapi Zoya penginya makan di sini aja. Zoya malu ada neneknya Aurel."
Tanti tersenyum.
"Ibunya mama Tanti, juga neneknya Zoya juga. Kenapa harus malu sayang...!"
__ADS_1
"Pokoknya mama harus nyuapin Zoya di sini...!"
"Ya udah. Sekarang pakai dulu yah bajunya. Nanti mama ambilin kamu nasi. Nanti kita makan bareng."
Zoya tersenyum.
"Oke Ma. Makasih ma. Mama Tanti memang mama yang paling baik dan pengertian." Kata Zoya.
Zoya kemudian mencium ke dua pipi Tanti.
Setelah selesai ganti baju, Zoya pun naik ke atas ranjang. Dia kemudian meraih bobekanya.
"Udah. Mama nanti turun dulu. Zoya di sini aja yah. Nanti mama ke sini lagi. Nanti mama suapin Zoya di sini."
"Oke Ma...!"
Tanti kemudian turun ke bawah. Sesampai di ruang makan, Tanti berdiri di samping Arka.
"Kenapa berdiri saja Tanti. Ayo duduk sini. Samping aku sayang...!" Pinta Arka.
Tanti kemudian duduk.
"Makasih sayang ."Ucap Tanti.
Tanti karena sudah lapar, jadi Tanti makan bersama di meja makan. Rasanya pagi ini, adalah pagi pertama yang sangat membahagiankan. Di mana Tanti dan Arka sudah di persatukan menjadi keluarga yang berbahagia dan mempunyai dua anak perempuan cantik.
"Ehm...bagaimana Arka. Apa kalian sudah memepersiapkan untuk bulan madu?" tanya Tuan Bram.
"Ah, Pa, resepsi aja belum. Kenapa nanyain bulan madu."
"Ya, nggak apa-apa Arka. Bulan madu ma bebas. Yang penting kalian udah halal." Kata Pak Wahyu.
"Iya. Itu benar. Kami yang udah tua gini, juga masih bisa berbulan madu kok." Bu Nunik menimpali.
"Iya. Biar mama, cepat punya cucu lagi. Sejak ke hadiran Aurel dan Zoya, rumah ini jadi ramai terus."Kata Nyobya Alicia.
"Ya udah, nanti mama dan papa akan atur acara resepsi besar kalian." Kata Tuan Bram.
"Makasih ya pa." Ucap Tanti.
"Iya Tanti. Acara pernikahan itu harus sangat mewah. Apalagi Arka ini kan calon pewaris tunggal Wijaya. Jadi acara apapun itu harys di buat secara meriah."
Tanti dan Arka saling menatap. Mereka sama- sama tersenyum.
"Iya Pa. Ya udah, kalau kita mau berangkat ya, ayo Pa!" Kata Arka.
"Iya Ayo kita berangkat." Kata Tuan Bram.
Arka dan Tuan Bram kemudian pergi melangkah ke arah luar. Di ikuti Tanti yang mengekori Arka sembari membawa tas Arka.
Arka menghentikan langkahnya. Dia kemudian mencium Tanti. Tidak lupa juga mengecup bibir Tanti. Membuat Tanti tidak bisa melupakannya.
Tanti meraba bibirnya.
"Arka, kalau mau ciuman jangan di depan umum dong. Malu kan kalau di lihatin orang."
__ADS_1