
Oke aku ganti Judul.
Pembaca boleh baca cerita ku yang mana aja.
Mungkin cerita novel ku yang lain yang nggak seribet ini.
Untuk istri terjual sudah tamat akhir ceritanya di cerita cinta.
Bacalah sampai cerita cinta saja.
ini cerita beda lagi.
jangan ikutin ke sini kalau nggak suka cerita gantung.Author udah bilang untuk cerita ini tidak seperti cerita lain. Babnya sangatlah panjang. makanya sesason duanya juga aku pisahin.
Bali
Sesampai di halaman depan rumah, Arka masih menggendong Zoya, sementara Tanti menggendong Aurel.
"Aduh...Zoya berat banget sayang.Turun dulu sayang." Ucap Arka.
Zoya kemudian turun dari gendongan Arka.Aurelpun ikutan turun.
" Zoya...ini adik kamu. Minta ikut." Ucap Tanti.
Arka masih menatap Tanti. Tanti masih kerepotan.
"Sayang, sini biar aku yang bawa."
"Arka. Kamu bawa apa aja sih ini. Berat banget begini."
Arka tiba-tiba saja mencium pipi Tanti.
plak...
Tanti memukul bahu Arka.
"Auh...sayang..pukulan mu kuat sekali."
"Makanya. Jangan sembarangan nyium. Kebiasaan banget sih! Suka curi-curi gitu."
"Ah, sayang. Kamu sangat cantik. Apalagi kalau lagi marah."
Tanti mencubit perut Arka.
"Sayang udah dong. Jangan main cubit-cubit."
"Iya sayang..." Ucap Tanti.
"Nah gitu dong. Panggil sayang kan enak kedengarannya."
Arka dan Tanti kemudian masuk ke dalam rumah mewah itu.
Arka merangkul bahu Tanti.
"Tanti, semua yang aku punya, semua akan menjadi milikmu sayang."
Tanti tersenyum.
"Makasih yah sayang."
Arka kemudian membawa Tanti ke dalam kamarnya.
Arka membuka pintu kamar itu.
"Silahkan sayang. Ini kamar kita."
__ADS_1
Mata Tanti melotot."Apa kamu bilang, kamar kita?"
"Hemm."
"Enak saja. Kamu itu ngajakin aku ke sini mau ngajakin aku mesum yah. Aku nggak mau mesum di sini.Kita belum nikah Arka."
"Hei...cintaku. Emang kamu fikir aku lelaki apaan. Aku akan menjaga kamu, dan aku tidak akan menghancurkan kamu. Aku tahu, berzina itu dosa."
Tanti diam.
Ah, mudah-mudahan saja Arka. Ucapanmu itu bisa di percaya.
Arka kemudian membereskan semua barang-barangnya.
" Tolong...tolong....Papa, Tante...tolong..."Teriak Zoya.
Arka buru-buru keluar kamar dan menghampiri Zoya. Arka terkejut saat anak Tanti tercebur ke kolam renang.
"Ya Allah...Anisa..." Seru Arka. Arka langsung menceburka dirinya ke kolam renang. Dia kemudian menolong Aurel.
"Aurel..."Seru Tanti sembari menghampiri Arka. Arka kemudian naik ke atas dengan pakaian yang basah kuyup.
Tanti menangis.
."Arka. Apa yang terjadi? Kenapa Aurel jadi seperti ini?."
"Tadi Aurel lari-lari Tante, terus aku lihat Aurel terjebur. Maafin Zoya Tante, Zoya tidak bisa menjaga adik Zoya dengan baik."
"Nggak apa-apa sayang, ini semua bukan salah kamu." kata Tanti sembari tersenyum.
Aurel masih terbaring lemas. Tanti dan Arka mencoba untuk menolong Aurel sebisa mungkin.
"Tanti. Aurel harus kita bawa ke rumah sakit. "Kata Arka.
Arka dan Tanti kemudian membawa Aurel ke rumah sakit.
Tanti menangis. Arka kemudian memeluknya.
"Sabar sayang...Aku yakin anak mu akan baik-baik saja."
Zoya melirik Papanya.
Ih, papa gitu sekarang. Jadi cuekin Zoya. Dia lebih sering meluk Tante cantik dari pada Zoya. Ih..Zoya jadi sebel deh sama Tante cantik.
Zoya merengut. Dia seperti cemburu dengan kedekatan Tanti dan Arka. Yah, akhir-akhir ini, Arka memang sangat mesra dengan Tanti.
Entahlah Arka terasa seperti sangat bahagia, bisa mendapatkan wanita seperti Tanti. Tanti yang penurut dan tidak egois. Tanti sangat dewasa dalam menyikapi semua masalah. Dia memang sangat cocok di jadikan ibu untuk anak-anak Arka.
Arka menatap Tanti lekat. Dia menghapus air mata Tanti dan mencium kening Tanti. Yah, Sekarang Tanti sudah tidak menolak lagi jika Arka menciumnya. Mungkin Tanti juga sudah ingin sekali mendapatkan perhatian dari seorang suami. Sudah lama pula Tanti menjadi seorang janda.
...****************...
Setelah satu hari satu malam di rumah sakit, Aurelpun di perbolehkan pulang. Arka dan Tanti tampak sedang mengemasi barang-barang yang mau di bawa pulang.
"Papa, kita mau pulang?" tanya Zoya.
"Iya mau pulang, masa mau nginep lagi.Kan adik kamu sudah boleh pulang. "Kata Arka.
Tanti menggendong Aurel putrinya dan menuntun Zoya ke arah luar rumah sakit.
"Sayang. Kamu sudah beresin semua adminya kan?" tanya Tanti.
"Udah. Nggak usah khawatir."Kata Arka.
Arka dan Tanti kemudian meninggalkan rumah sakit. Mereka meluncur menuju ke rumahnya.
__ADS_1
Sesampai di rumah, Arka melihat Tanti tampak kelelahan karena sudah lama menggendong Aurel.
"Sini Anisa sama Papa. Mama Tantinya capek."
Aurel kemudian di gendong Arka.
"Sayang...tolong masak yah. Aku lapar. Di kulkaskan masih banyak stok sayuran. Kamu masak apa aja deh. Biar anak-anak main dengan ku." Pinta Arka.
"Siap sayang."
Arka kemudian mengajak Zoya dan Aurel main.
Sesaat kemudian, Arka mencium bau aroma yang lezat dari dapur. Arka kemudian melangkah ke arah dapur. Dan dia mendapati calon istrinya sedang memasak di sana.
Arka tiba-tiba saja memeluk Tanti dari belakang membuat Tanti meronta.
"Arka...kamu apa-apaan sih. Jangan peluk aku.!" Ucap Tanti.
"Sayang...ini cuma pelukan. Nggak apa-apa. Aku cuma kangen sama kamu."
Tanti tersenyum.
"Kangen kamu bilang? bukannya dari kemarin kita sudag bersama."
"Iya sayang. Tapi aku udah nggak tahan pengin halalin kamu."
Tanti yang takut gorengannya gosong itu membiarkan Arka memeluknya lebih lama. Awalnya memang risih tapi lama-lama Tanti menikmati juga kehangatan pelukan Arka. Karena Tanti memang sedang fokus menggoreng.
"Hemm kayaknya enak. Masak apa sih sayang?" tanya Arka yang masih bergelanyut manja di tubuh Tanti.
"Masak omelet sama sup ayam buat anak-anak."
"Tanti, buka lah hijab mu. Aku ini kan calon suamimu. Kenapa kamu harus berhijab. Bukalah Tanti, biar aku bisa melihat kecantikanmu."
"Tidak bisa Arka. Aku nggak mau."
Setelah Tanti mengangkay omeletnya dari wajan dia berbalik ke arah Arka.
Tanti menatap lekat Arka. Begitu juga Arka. Yah, lagi-lagi hasrat itu datang. Rasa ingin memiliki itu tumbuh.
Arka membelai indah wajah Tanti.
"Tanti. Kamu cantik sekali. Kamu tidak dandan begini aja sudah cantik. Apalagi kalau kamu dandan sayang. Aku jadi semakin kecanduan saja untuk mencium mu."Kata Arka.
Tanti tersenyum. Membuat Arka tambah greget saja.
"Arka...sayang..."
"Iya Tanti..."
Tanti masih di selimuti rasa yang tak karuan. Entahlah apa yang sedang Arka dan Tanti rasakan saat ini. Yang pasti mereka tampak menikmati kebersamaan mereka di dapur.
"Papa...Tante...Aku udah lapar. Kenapa kalian malah pacaran di sini."Ucap Zoya tiba-tiba. Membuat Tanti dan Arka tersentak.
"Eh Zoya...siapa yang pacaran sih...!"Kata Arka.
Tanti mencubit lengan Arka.
"Auh..sayang..."
"Arka kamu nyebelin banget sih...! Lihat lah anak kecil saja sampai ngomong kayak gitu. Kamu mau ngajarin Zoya yah."
"Ha...ha...Nggak sayang. Zoya itu yang terlalu pintar untuk merekam apa saja yang telah kita lakukan." Kata Arka.
Arka kemudian mendekat kan wajahnya ke telinga Tanti dan berbisik lembut.((((())
__ADS_1