Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
pertengkaran Arka dan Laura.


__ADS_3

"Nggak usah Kak. Aku bisa pulang sendiri kok."Ucap gadis itu.


"Oya nama kamu siapa?" Tanya Arka,


"Namaku Rena."Ucap Rena.


"Oh, kenalin. Aku Arka." Arka mengulurkan tangannya.


Rena dan Arka saling bersalaman. Setelah itu gadis yang sepertinya sedang terburu-buru itu, langsung pergi meninggalkan Arka.


"Oh, namanya Rena. Dia cantik."Gumam Arka. Setelah itu dia pergi lagi untuk menemui Laura.


Emosi Arka sudah mulai mereda saat melihat Rena. Arka sedari tadi tersenyum-senyum sendiri.


"Ah, siapa yah cewek itu. Kenapa ekspresi wajahnya biasa aja melihat wajahku. Apa dia tidak terpesona dengan ketampanan ku." Ucap Arka kemudian.


Sesampai di rumahnya Arka pun turun dari mobilnya. Kemarahannya sudah semakin menggebu-gebu, seakan dia ingin menyantap habis istrinya itu.


"Laura....Laura...!!" Suara bariton Khas Arka mulai menggelegar memenuhi semua ruangan.


Laura yang masih tampak membaca-baca majalah di tempat tidurnya, dia mulai beranjak turun kebawah.


"Arka,ada apa sih Arka? Teriak-teriak gitu." Ucap Laura.


"Laura, Sekarang kamu jawab pertanyaan ku. Ada hubungan apa kamu dengan Mike artis pendatang baru itu?" tanya Arka, yang masih mencoba untuk menahan emosinya.


" Aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia Arka. Kita cuma sebatas partner aja." Kata Laura menjelaskan.


Namun kali ini, Arka tidak percaya. Dia masih di selimuti rasa cemburu.


"Aku nggak percaya. Di tivi berita kamu sudah tenar Laura. Kamu itu selingkuh dari aku."


"Terserah Arka. Terserah kamu mau ngatain aku apa. Seandainya aku selingkuh apa urusannya dengan kamu?! aku udah nggak kuat Arka. Aku nggak kuat hidup sama kamu. Kamu itu lelaki egois. Yang tidak akan pernah mengerti perasaan wanita." Ucap Laura.


"Laura. Selama ini aku sudah sangat mengerti kamu Laura."


"Mengerti dari mananya Arka. Apa yang kamu mengerti dari aku. Kamu itu udah tega menyiksaku gara-gara aku mandul. Kamu ingin menikahi Tanti. Dan sekarang kamu juga menikahi Jihan. Dan sekarang mana buktinya, sampai sekarang kamu tidak pernah punya anak dari Jihan. Dan sampai sekarang, kamu kurung Tanti di rumah mu dan kamu pisahin Tanti dari anaknya, lelaki macam apa kamu.!!"


Akhirnya Laura meluapkan juga emosinya pada Arka. Laura tidak perduli, seandainya Laura harus bercerai dari Arka Laurapun rela.


"Laura, kamu sudah berani sama aku sekarang...!!" Suara Arka semaikin meninggi.


"Aku udah banyak bersabar Arka, untuk menghadapi sifat kamu itu. Kamu itu lelaki berhati iblis Arka. Lelaki egois yang tidak pernah punya prinsip. Aku muak Arka, aku muak...!"


Arka malah tambah emosi. Tangan Arka melayang hampir menampar Laura. Namun dengan sigap Dewa datang dan menolong Laura.

__ADS_1


"Benar apa yang di katakan Laura. Kamu itu egois. Mau menangnya sendiri. Kamu tidak pernah menghargai permpuan!" Ucap Dewa sembari membanting tangan Arka.


"Dewa, lebih baik lo nggak usah ikut campur dengan kehidupan rumah tangga gue Dewa." Ucap Arka dengan sorot mata tajamnya.


"Gue berhak ikut campur Arka. Gue akan ngingatin lo. Lo itu seharusnya sadar, kalau lo sudah banyak menyakiti hati wanita. Terlebih Tanti dan Laura. Sekarang berikan anak Tanti pada Tanti. Biarkan dia bebas tanpa harus ada di kekanganmu." Pinta Dewa dengan tegas.


"Tidak, Tanti itu selamanya milik ku."


"Egois kau Arka. Egois...! Aku benci sama kamu. Aku minta sekarang kamu ceraikan aku. Ceraikan aku Arka...!!!" Ucap Laura pada akhirnya.


Jedeer..


Bagai tersambar petir di siang bolong. Ucapan Laura seakan menusuk ke relung hati Arka yang terdalam. Arka benar-benar tidak menyangka kalau Laura akan mengucap kata cerai di depannya. Arka masih diam.


Laura menangis. Kemudian dia memeluk Dewa. Sekarang Laura menangis di pelukan Dewa.


"Laura, kenapa kamu malah pelukan di depan aku, dengan Dewa lagi."


"Kalau dia mau memeluk ku apa urusannya dengan lo Arka." Ucap Dewa yang seperti menantang.


"Laura istri gue Dewa, dan lo nggak berhak ikut campur dengan masalah gue dan Laura."


"Tidak Arka, gue berhak ikut campur. Karena gue cinta sama Laura Arka. Gue nggak akan membiarkan Laura terus-terusan tersakiti." Ucap Dewa pada akhirnya yang membuat Laura dan Arka terkejut.


Dewa melepas pelukan Laura kemudian dia menantang Arka.


"Gue nggak pernah takut ama lo Arka." Ucap Dewa.


"Gue juga. Nggak pernah takut ama lo Dewa."


Akhirnya Arka dan Dewa pun berantem. Mereka saling pukul. Membuat Laura takut dan Laura lantas menjerit.


"Tolong...tolong... pengawal...tolong..."


Dani dan Idris dengan sigap datang dan langsung melerai Dewa dan Arka.


"Brengsek kau Dewa, beraninya kau mencitai istriku "Ucap Arka.


"Heh Arka. Kau bilang Laura istrimu? Lo itu tidak pantas menjadi suami Laura. Kau sudah banyak memberikan luka untuk Laura . Laura juga berhak bahagia Arka.Jika Laura tidak bahagia denganmu, maka aku siap untuk memberikannya kebahagiaan." Ucap Dewa penuh keseriusan.


Laura merasa sangat ketakutan. Dia kemudian memeluk Bik Inah, saat Bik Inah datang.


"Hiks...hiks... Bik...Aku takut.." Ucap Laura.


Dari pintu depan Herman tampak tergopoh-gopoh menghampiri Arka.

__ADS_1


"Tuan, Tuan Arka...Nona Tuan. Nona Tanti kabur lagi...!"


"Apa?"


Arka tambah emosi.


"kenapa dia bisa kabur Herman. Bagaimana caranya dia bisa kabur. Sekarang cari dia sampai ketemu."


Arka mencoba untuk mengontrol emosinya. Masalah Laura dengan Dewa belum kelar di tambah lagi masalah Tanti.


Aaaaahh... Arka berterik frustasi.


"Sial. Kenapa semua bisa kacau begini!" Ucap Arka.


***


Arka langsung pergi ke rumah Tanti. Seperti biasa, dia mengumpulkan anak buahnya. Tampaknya kali ini Arka marah besar. Dia menggampar satu persatu anak buahnya.


"Kalian itu, benar-benar payah. Kerja nggak ada yang bisa di andalkan."


"Mana Nia?" Tanya Arka.


"Nia ada di kamarnya." Ucap Dani.


"Nia...Nia... Keluar kau...!"Seru Arka.


Nia langsung turun ke bawah.


Arka menatap Nia tajam.Nia langsung menunduk.


"A..Ada apa Ka..?"Tanya Nia gemetaran.


"Kenapa kamu begitu lengah. Kenapa kamu biarkan Tanti pergi."


"Maaf Ka.Nia fikir, Kak Tanti juga tidak akan pergi." Ucap Nia.


"Hei, kalian semua, sekarang kalian cari Tanti sampai ketemu. Bawa Tanti kehadapanku." Ucap Tuan Arka.


"Baik Tuan."Ucap ke dua puluh orang body guard serempak.


"Kalian harus temukan Tanti secepatnya."


Arka kemudian terduduk. Hatinya kali ini begitu kacau. Tanti kabur, dan Laurapun pergi dari rumah Arka.


Laura pergi bersama Dewa. Entah Laura akan pergi kemana. Mungkin untuk kali ini, dia akan tinggal di rumah Tantenya. Dia sementara akan tinggal di sana sampai urusannya dengan Arka selesai.

__ADS_1


__ADS_2