
"Laura tolong, kamu obati Arka dulu."pinta Dewa.
"Tapi Dewa,"
"Sudah kasihan dia. Aku nggak apa-apa kok." Kata Dewa.
Arka kemudian duduk di sofa. Laura mengambil kompres lalu perlahan mengompres luka-luka Arka.
"Kenapa kamu bisa kayak gini sih Ka? Kamu habis berantem sama siapa?" tanya Laura.
" Auh...pelan-pelan Laura sakit nih." Ucap Arka.
"Maaf..."
Arka masih mengerang kesakitan. Namun Laura malah semakin lama mengompres.
Kamu memang tetap sama seperti dulu Arka. kalau sakit begini manja banget. Batin Laura.
Dewa masih memandangi kedua mantan suami istri itu.
Aku nggak boleh cemburu sama mereka. Batin Dewa.
"Kamu cerita dong ke aku. Apa yang sebenarnya terjadi pada kamu. Kenapa kamu bisa memar-memar seperti ini?"
"Aku di serang oleh pengawalnya Tuan Hans Laura."
"Apa, siapa Tuan Hans?" tanya Laura.
"Dia yang menculik Tanti Laura."
"Oh, dan kamu ceritanya mau jadi super heronya si Tanti gitu?" Laura meledek.
"Ah, kamu itu. Orang aku lagi serius juga. Tanti itu di culik Laura."
Laura terkejut." Apa! terus siapa yang sudah menculiknya?"
"Ya Tuan Hans."
"Atas dasar apa Tuan Hans menculik cewek kampung itu?"
"Aku juga tidak tahu motif yang sebenarnya Laura. Tapi yang aku fikirkan sepertinya Tanti dan Tuan Hans itu sudah saling kenal."
"Oh."
"Iya. Aku dan Andre saja tidak kenal siapa Tuan Hans. Jadi mana mungkin Tuan Hans itu punya dendam ke aku dan Andre."
"Kamu kayaknya cinta banget yah sekarang sama Tanti."
Arka diam."Yah, mungkin Laura."
Ehem. Dewa berdehem.
"Lagi ngobrolin apa sih? Kayaknya serius amat sampai aku di cuekin."
"Dewa, kamu yang nyuruh aku ngompres Arka, malah kamu yang cemburu. Ada-ada saja." Kata Laura.
"Siapa yang cemburu."Kata Dewa mengelak. Memang sebenarnya Dewa itu, cemburu.
Setelah selesai mengompres,Laura pun kemudian pergi meninggalkan Arka dan Dewa. laura ke luar daru ruang perawatan Dewa.
Arka mendekat ke arah Dewa.
"Wa, gimana ke adaan lo?"
"Gue nggak apa-apa kok. Cuma kecelakaan kecil saja." kata Dewa.
"Lo lagi ada masalah Ka?" tanya Dewa.
__ADS_1
"Iya, ini soal Tanti. Dia di culik. Dan sekarang dia masih ada di perangkapnya Hans."
"Siapa sih Hans?" tanya Dewa.
"Gue sih pernah dengar namanya dari papa. Katanya dia itu pengusaha yang sangat licik. Tapi sampai sekarang gue belum tahu kenapa dia menculik Tanti. Aku belum sempat tanyakan itu ke Tanti."
"Oh, gitu yah."
"Iya."
"Terus kenapa lo bisa babak belur gitu?"
"Iya. Akukan udah berhasil menyelamatkan Tanti. Tapi Tanti di bawa lagi."
"Ya udah, kalau nanti aku sembuh, aku pasti akan membantumu mencari Tanti."
"Terimakasih ya wa."
...****************...
Sekarang Tanti tampak menangis sudah tidak ada harapan lagi untum kabur dari Hans.
Sekarang Tanti dengan baju kebayanya itu,akan melangsungkan pernikahan dengan Tuan Hans.
Tuan Hans, sudah siap menikahi Tanti. Mereka hanya tinggal menunggu penghulu.
"Ah, kemana sih tuh penghulu, lama banget."
Tuan Hans tampak mondar-mandir tidak jelas. Dia tampak cemas. Tiba-tiba saja, seorang pengawalnya tergopoh-gopoh menghampiri Tuan Hans.
"Tuan Hans, ada itu Tuan. Ada polisi. Dan Tuan Arka wijaya. Merka menuju kemari."
"Apa? Arka Wijaya membawa polisi? Untuk apa mereka kesini dengan membawa polisi segala."
Beberapa orang pengawal Tuan Hans panik.
"Apa, Arka datang kemari dan mau menyelamatkanku." Ucap Tanti.
" Jangan bergerak..."
Beberapa polisi tampak mengepung tempat itu.
Tuan Hans mengangkat kedua tangannya. Dia tampak sangat takut. Yah, ternyata Tuan Hans itu adalah buronan polisi.
Dia sudah banyak menipu milyaran rupiah dia sudah banyak melakukan penggelapan uang.
Tuan Hans dan para pengawalnya kemudian di bawa ke kantor polisi.
Sementara Arka, Dewa dan Andre mereka tampak berdiri di belakang Tanti.
Tanti menoleh ke arah mereka.
Tanti langsung memeluk Arka. Bukan memeluk Andre.
"Arka, untunglah kamu datang dengan segera. Kalau tidak, entahlah aku akan menjadi apa."
Andre yang melihat adegan itu sedikit tampak nyeri hatinya. Yah, bagaimana tidak. Tanti tunangannya ternyata adalah kekasih Arka sahabatnya. Sungguh rumitnya.
Arka melepas pelukan Tanti. Dia kemudian menghapus semua air mata kesedihan Tanti.
"Sudah sayang, jangan menangis. Kamu itu tidak pantas untuk di sakiti."
"Arka.."
Tanti melirik ke arah Andre.
Andre tersenyum
__ADS_1
" He..he...kenapa Tanti. Lanjutin lagi romantis-romantisannya." ucap Andre.
"Ndre maaf."
"Aku udah tahu Tanti. Kalau ternyata selama ini, kamu itu miliknya Arka."
Arka dan Tanti tersenyum. Yah, kebahagiaanlah yang sekarang menyelimuti mereka.
Arka kemudian mengajak Tanti pulang ke rumahnya. Sekalian Arka akan memperkenalkan Tanti pada orang tuannya.
"Tanti, aku akan kenalkan kamu sama Mama dan Papa ku, mereka pasti akan bahagia Tanti." Ucap Arka.
"Iya Arka."
"Aku juga akan memberikan kejutan yang terindah padamu Tanti."
"Iya Arka."
Dewa dan Andre saling menatap.
Mereka juga tampak ikut bahagia.
Sekarang Arka satu mobil bersama Idris. Idris pun ikut bahagia. Betapa Idris yang selama ini, menyaksikan kehancuran hati Tuan mudanya itu.
Sekarang Idris sudah merasa ikut lega.
"Benar kan Tuan, jodoh itu nggak akan kemana. Kalau Tuan dan Nona itu berjodoh, bagaimanapun kalian terpisah dan berapa lama pun kalian di pisahkan, pasti kalian akan bersatu." Kata Idris.
"Iya Idris. Aku sangat mencintai Tanti."Kata Arka.
Tanti yang duduk di sebelah Arka tersenyum. Wajahnya merona, dia juga tidak menyangka dengan semua itu.
"Doain kita yah Idris supaya kita bisa bersatu."
"Itu pasti nona."
...****************...
Sesampai di halaman depan rumah Arka, Idrispun turun. Dia kemudian membukakan pintu mobil majikannya itu.
Arka membawa Tanti masuk ke dalam.
Tanti memandangai rumah mewah Arka tanpa berkedip.
"Wah, rumahnya luas sekali Arka."
"Iya Tanti. Ini bukan rumah ku. Tapi ini rumah orang tuaku." Kata Arka.
"Aku nggak nyangka Arka, aku seperti mimpi saja bisa masuk kerumah semewah ini."
"Ayo Tanti kita masuk."
Tanti menghentikan langkahnya. Dia tampak sedikit gugup. Dia gugup karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan orang tuanya Arka, tepatnya calon mertua Tanti.
"Arka, aku takut."
"Jangan takut Tanti."
"Arka, apakah orang tuamu akan menerima orang kampungan seperti aku Arka."
Arka menatap Tanti dalam.
"Mereka sudah mengenalmu. Aku sudah menceritakan semua pada orang tuaku. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Dan apa kamu tahu, kalau Nia juga tinggal di sini."
"Oh ya?"
"Iya. Sebentar lagi, mereka juga mau tunangan."
__ADS_1
Tanti tersenyum dia masih tidak percaya. Dia akan di cintai oleh seorang konglomerat seperti Arka Wijaya.