
Aku berfikir. Yah, mungkin jika saja Zoya tidak ada yang merawat, aku akan menjadikan dia anak adopsiku. Aku sudah sangat menyayangi dia seperti anak ku sendiri.
Aku kemudian memeluk Anisa. Yah, seandainya Tanti tahu, kalau sekarang aku seorang duda, yang punya anak satu, dan anak itu adalah anak Tantu sendiri mungkinkah Tanti akan menerima ku.
Aku tidak tahu perasaan Tanti saat ini. Apakah dia membenciku, atau dia mencintaiku. Yang jelas aku sangat mengharapkannya kembali.
Aku mengecup pipi Anisa berkali-kali. Jika aku memeluk Anisa, aku seakan-akan sedang memeluk Tanti. Yah, setiap malam Tanti selalu hadir dalam mimpiku. Dia selalu menemaniku tidur dalam mimpiku. Namun, itulah halusiku. Halusi yang tak kunjung usai.
Aku memejamkan mataku. Tiba-tiba saja, suara kamarku ada yang mengetuk.
"Ah, siapa lagi sih." Gumam ku sembari melangkah membuka pintu kamar.
"Tuan muda, ada tamu Tuan."
"Siapa?" tanya ku penasaran. Karena jam sembilan malam ada tamu, seperti tidak biasanya.
Aku pun melangkah pergi keluar.
Aku melihat sosok Andre sudah duduk di ruang tamu, wajahnya tampak kusut. Yah aku tahu betul siapa Andre. Dia itu, jika mempunyai masalah memang seperti itu.
"Ndre."Ucapku.
Andre menoleh. Dia tersenyum pada ku.
"Hai Arka."
Aku pun duduk di samping Andre.
"Gimana Ndre kabar Zoya?" Tanya ku.
"Dia ada di rumah ku. Dia baik-baik saja."
Andre terdiam. Sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting. Namun aku tidak tahu apa.
"Ada apa Ndre?" tanya ku penasaran.
"Nggak ada apa-apa Arka."
__ADS_1
"Kok kayak nya tegang banget kamu Ndre? Oh iya Ndre, kalau Zoya tidak ada yang merawat, aku juga pengin mengadopsi dia. Aku pengin dia jadi kakaknya Anisa."
"Anisa?" Kejut Andre.
"Iya. Anisa anak adopsi ku."
"Oh, jadi kamu punya anak adopsi?"
"Iya. Dia cantik sekali."
"Kamu juga mau mengadopsi Zoya Arka?"
Aku mengangguk. Yah, aku sangat mantap untuk mengadopsi Zoya. Aku juga akan bilang pada kakaknya Putri untuk hal itu. Aku yakin mereka akan setuju jika aku mengadopsi Zoya. Secara aku pasti bisa memenuhi kebutuhan hidupnya Zoya.
Andre tersenyum.
"Arka. Kamu tidak perlu repot-repot mengadopsi Zoya. Karena kamu punya hak atas Zoya. Dan kamu juga punya tanggung jawab atas Zoya."
Apa maksud ucapan Andre aku sama sekali tidak tahu. Andre kemudian memberikan sebuah surat pada ku.
"Itu surat dari Putri. Sebelum meninggal Putri menulis surat itu untukmu. Baca aja."
Arka,
Maafkan aku, karena selama ini aku sudah membohongimu. Arka apakah kamu masih ingat kejadian beberapa tahun silam. Sebenarnya aku tidak pindah kuliah Arka. Aku pulang kampung karena aku malu Arka. Aku takut kalau anak sekampus tahu, aku telah melakukan hubungan terlarang dengan raja kampus sepertimu. Aku cukup tahu diri Arka. Aku itu, cuma hanya wanita kampung yang jelek. Apa Pantas aku harus menjadi istrimu? dan aku juga tidak mau di cap orang cuma mau menjebak dan memanfaatkan mu saja. Aku juga tidak mau menghancurkan hubunganmu dengan Laura. Aku tidak mau jadi bahan olokan orang. Apalagi kalau ada wartawan yang ngeliput.Aku malu Arka. Aku itu orang miskin Arka. Dan aku pergi meninggalkan mu karena aku tahu, ternyata aku hamil. Dan aku hamil anak mu. Dan selama ini aku menutupinya dari orang-orang siapa sebenarnya bapak dari zoya. Saat aku tahu, kalau aku mengidap penyakit kanker, aku mencarimu kejakarta. Namun mungkin ini sebuah keberuntungan untuk Zoya. Kita bisa di pertemukan denganmu. Dan aku mengucapkan terimakasih karena kamu sudah mau menampung kami di apartemenmu. Mungkin jika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini lagi Arka. Tolong Arka. Akui Zoya sebagai anakmu. Karena dia memang darah dagingmu. Aku titip Zoya yah Arka. Sayangi dia.
Putri.
Tubuhku bergetar hebat saat aku melihat isi surat itu. Apa yang aku lakukan lagi. Aku sudah banyak menyakiti hati wanita. Dan sekarang aku sadar. Dan aku sangat menyesal. Terlebih menyesali Putri.
Aku menangis di depan Andre.
"Sudahlah Arka, kamu laki-laki Jangan cengeng begitu."
"Aku sudah menelantarkan Putri dan Zoya Andre. Aku telah menelantarkan anak kandung ku sendiri. Kenapa Putri begitu jahat padaku. Kenapa dia tidak mau mengatakan yang sejujurnya. Dan sekarang dia meninggal. Itu semua salah ku Andre. Aku yang menyebabkan berbagai macam masalah ini. Jika saja Putri mau jujur sama aku, akupun tidak akan lari dari tanggung jawab." Kataku panjang lebar.
Andre menepuk-nepuk bahuku, memberikan dukungan untuk ku.
__ADS_1
"Sabar Arka. Ini semua sudah takdir Arka. Dan kita harus bisa memetik hikmah dari semua ini."
"Sekarang, antarkanlah aku bertemu anak ku."
"Tidak bisa sekarang Arka. Zoya masih tidur."
"Tapi aku mau menemui anak ku. Bawa aku kesana!"
"Iya. Besok pagi-pagi aku langsung bawa Zoya kesini."Andre tampak kesal.
Yah, setelah aku tahu, kalau Zoya adalah anak kandungku, aku sangat terkejut. Aku sama sekali tidak menyangka. Ternyata selama ini, perasaan sayang ku ke Zoya, ternyata memang perasaan sayang seorang ayah dan anaknya. Aku seperti sudah mempunyai ikatan batin dengannya.
Sekarang tinggalah penyesalan yang masih menghantuiku. Aku menyesal, karena kenapa aku dulu harus menghamili Putri, dan aku sama sekali tidak menaruh curiga pada Putri kenapa dia menghilang.
Mungkin, jika saja Putri mau jujur padaku, mungkin aku telah menikahinya dan membesarkan Zoya bersama.
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Sekarang Putri sudah tidak ada lagi. Jadi bagaimana cara aku untuk menebus kesalahanku. Hanya dengan membahagiakan Zoya lah cara satu-satunya untuk aku menebus semua kesalahanku.
...****************...
Tanti menggendong Zoya. Dia melangkah pergi ke ruang makan.
Di ruang makan keluarga Andre sudah berkumpul. Mama Andre, papa Andre, Chelsea dan Andre sejak tadi tampak menunggu Tanti.
"Maafin aku yah? udah pada nunggu yah? aku baru mandiin Zoya." Ucap Tanti.
Tanti kemudian mendudukan Zoya dan Tanti duduk di sebelahnya.
"Andre, kamu mau ajak Zoya pergi yah?" tanya Tanti.
"Iya Tanti. Aku mau mempertemukan Zoya dengan ayah kandungnya."
Chelsea dan kedua orang tua Zoya saling menatap.
"Siapa ayah kandungnya?" tanya Mama Andre.
"Ah, Andre belum bisa mengatakannya Ma. Nanti Mama juga tahu sendiri. Dia sahabat Andre." Kata andre yang masih bungkam belum mau memberitahukan siapa ayah kandung Zoya.
__ADS_1
"Apa kamu harus bawa dia sekarang? Aku boleh ikut nggak? Aku pengin juga kenal dengan ayahnya Zoya. Aku udah sayang benget sama Zoya."
"Iya Tanti, nanti aku ajakin main ke rumah sahabat ku. Tapi tidak untuk sekarang."