Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Dinner part 2


__ADS_3

Surat dari Arka yang isi nya:


* UntukTanti calon istri ku tercinta.


sayang, aku mau nanti malam kamu pakai barang pemberianku yah. Dan kamu harus memakainya. Aku pengin nanti malam akan mejadi dinner yang pertama yang terindah untuk kita sayang.


i love you Tanti.


Dari: Calon suami tercinta.


Arka Wijaya *


Tanti melebarkan senyumnya.


Dia menoleh ke arah Nia.


"Nia. Tuan Arka memberikanku apa yah." ucap Tanti.


"Ya udah kita buka aja Kak." Nia begitu antusias. Maklumlah dia itu kan selalu kepo. Kalau mengenai hubungan Kak Arka dan Kak Tanti Nialah yang paling antusias.


Nia dan Tanti sama-sama membuka isi kotak itu.


"Wah...Kak. Inikan gaun pesta. Dan high heels, juga aksesoris lainnya. Wah, indah banget Kak. Nia jadi pengin deh."


Lagi-lagi Nia berkhayal. Dia pengin memiliki cowok yang romantis seperti Arka.


Namun tiba-tiba saja Nia teringat Herman.


"Ish, kok Kak Herman sih. Apaan sih. Kenapa Kak Herman muncul dalam fikiranku. Kak Heman yang sangar." Gumam Nia pelan yang hanya di saja yang dengar.


Tanti menepuk bahu Nia.


"Kamu kenapa malah bengong." Ucpp tanti.


"Iya Kak. Maaf. Aku takjub aja sama gaun itu." Bohong Nia. Padahal sedari tadi dia mengkhayal yang nggak-nggak.


"Wah...Romantisnya Kak Arka, Nia jadi ngiri sama kak Tanti"


"He..he.. Nia nia. Ada-ada aja kamu ini."


Tanti kemudian beranjak ke kamarnya untuk mencoba gaun itu.


"Wah,pas banget. Kak Tanti belum di make up aja udah cantik,apa lagi kalau udah di make up."


"Ah Nia. Jangan terlalu banyak muji."


"Benar Kak."


****


Waktu kini telah menunjukan jam 4 sore. Lagi-lagi Nia membuka pintu depan. Hari ini Nia begitu sangat lelah. Karena banyak sekali tamu yang datang. Bukan tamu biasa namun tamu kali ini adalah tamu yang menganatar barang-barang untuk Tanti. Entahlah apa saja yang sudah Arka berikan untuk Tanti.


"Selamat sore."Ucap dua orang wanita.


"Sore. Ada apa.?" tanya Nia.


"Maaf saya kesini di suruh Tuan Arka untuk memoles wajah dan merias rambut Nona Tanti." Kata salah seorang dari wanita itu

__ADS_1


"Merias rambut...?Ah, Kak Tanti mana mau di rias rambutnya. Kak Tanti kan pakai hijab." ucap Nia.


"Tapi Tuan Arka yang memintanya. " ujar wanita yang satunya lagi.


"Ya udah lah masuk." Ucap Nia kesal.


Niapun masuk dan di ikuti oleh kedua orang itu di belakangnya.


"Yuk, aku ajak kalian ke kamar Kak Tanti. Dia ada di kamarnya selarang."


Nia dan dua orang wanita itu naik ke lantai atas. Nia kemudian membukakan pintu kamar Tanti.


"Siapa lagi Nia?." Tanya Tanti.


"Nih Kak. Kiriman calon suami mu lagi. Orang mau dinner aja kayak mau nikahan. Capek banget aku." Gerutu Nia sembari pergi.


Nia kemudian pergi meninggalkan Tanti sendiri.Dia melangkah kan kakinya untuk ke kolam renang. Di sana dia melihat Herman Pak Toha dan Dani tampak sedang menyiapkan segala sesuatu untuk dinner malam ini.


"Gimana sih. Belum selesai-selesai yah."Ucap Nia.


"Iya. Sebentar lagi."Ucap Pak Toha.


"Ah Kayak nggak kenal Tuan muda saja kamu Nia. Nia itu orang yang seraba harus sempurna. Kami tidak mau mendapat gamparannya lagi."Ucap herman.


Nia mendekat ke arah Herman.


"Mau Nia bantu?" tanya Nia.


"Ya Udah."Ucap Herman menyetujui.


Nia kemudian membantu Herman menyiapkan lilin yang akan di pajang di setiap sudut kolam renang. Semntara Pak Toha dan Dani menyiapkan meja dan kursi untuk dinner Tuan mudanya.


***


"Wah, cantik sekali anda nona." Ucap Tiara.


"Iya nona. Ini pantas saja Tuan Arka begitu antusias untuk meriasmu. Anda denga nona Laura kecantikannya beda tipis. Malah seperti cantikan anda nona."


Tanti tersenyum.


Di sisi lain Tuan muda Arka wijaya telah sampai di depan rumah Tanti.


"Silahkan Tuan."


Tuan Arka dengan setelan resmi ala kantor itu turun dari mobilnya. Tuan Arka dengan harum wewangiannya dan dengan kaca mata hitamnya tampak sangat tampan malam ini.


Tuan Arka kemudian masuk ke dalam rumah itu.


Ihs, Tuan Arka. Kayak kembali ke jaman ABG aja. Batin idris.


"Idris di mana Tanti." Tanya Tuan Arka.


"Mana saya tahu Tuan. Kan saya juga baru sampai."


"Oh ya ya.."Ucap Tuan Arka sembari melepas kaca mata hitamnya. Bola matanya menelusuri setiap ruangan.


"Wah, rumah yang luas." Ucap Tuan Arka.

__ADS_1


Arka diam, dia kemudian mengkhayal.


Dia berlarian dengan Tanti dan kelima anaknya.


Tuan Arka tersenyum-senyum sendiri.


Wah, aku akan punya lima anak dari wanita mahal ini. Ha...ha.. Batin Arka


"Tuan.."Ucap Idris.


Tuan Arka hanya tersenyum-senyum dan geleng-geleng kepala.


Sepertinya Tuan Arka suah gila. Sedari tadi dia cuma ketawa-ketawa sendiri. Ah, sebel sama orang kayak dia. fikirannya nggak bisa ada yang nebak. Bentar-bentar ketawa, bentar-bentar marah-marah. Batin Idris.


"Idris, di mana Tanti. Kenapa aku tidak melihatnya?"


"Aku juga tidak melihatnya Tuan. Dari tadi kan aku bersama Tuan."


"Oh ya..ya.."


Lagi-lagi Idris geleng-geleng kepala.


Dasar oang aneh. Kenapa dia tanya Nona sama saya.


"Nia..." Seru Tuan Arka.


Nia yang masih di kamar Tanti langsung beranjak turun ke bawah.


Sementara di atas Tanti masih mondar mandir tidak karuan. Rasanya jantungnya itu sudah semakin koslet saja.


Ish, jantung, berhentilah berdetak kencang seperti ini. Jangan kau buat aku gugup begini. Batin Tanti.


"Duh, kenapa aku deg degan gini sih yah." Ucap Tanti semabari masih memegangi dadanya.


Di bawah Tuan Arka tersenyum pada Nia.


"Wah, Kak Arka udah kayak pangeran saja. Ganteng banget." Puji Nia.


"Lah, ini bocah ngomong apa. Baru nyadar kalau punya Kakak setampan ini" Ucap Arka.


Nia tersenyum.


"Kak Arka dan Kak Tanti memang pasangan serasi. Kak Arka ganteng Kak Tanti cantik."


"Itu pasti dong. Dan kita akan punya lima anak. Kalau Tanti mau mungkin kita akan bikin 10 anak."


Glek..


Nia menegak air liurnya sendiri.


"Astaga Kak Arka. Apa Kak Tanti mau punya sepuluh anak dari mu. Aku nggak bisa bayangkan. Melahirkan satu anak saja sakitnya minta ampun." Kata Nia.


Ha...ha.. ha... Tuan Arka ketawa.


"Kenapa ketawa.?"Tanya Nia.


"Apa yang kamu bayangkan Nia. Kalau aku dan Tanti punya anak sepuluh."

__ADS_1


Nia tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku nggak bayangin apa-apa. Cuma sepuluh anak...astaga.. apa Kak Tanti mau menuruti permintaan mu pangeran Arka.?" Ucap Nia.


__ADS_2