
Seseorang dari luar cafe, tampak sedang mengintai kebersamaan Arka dan Laura. Yah, mungkin orang itu akan memotret Arka dan Laura. Apalagi, mereka itu kan mantan suami istri.
Laura dan Arka, masih tidak menyadari dan lagi-lagi mereka lupa, kalau mereka adalah orang yang selalu menjadi sorotan publik dan perbincangan orang-orang.
Jika saja ada yang melihat, mereka berdua, pasti gosip dan isu-isu negatif, akan membeludak dan orang-orang yang membenci Arka akan ikut bahagia, jika saja Arka mendapat hujatan dari netizennya.
"Oh, itu pesanannya sudah datang." Kata Arka.
Pelayan cafe kemudian meletakan pesanan itu di meja makan.
"Silahkan Pak, Bu, "
"Iya. Terimakasih yah."
Arka, Laura dan Ridho sekarang makan bersama.
Laura diam. Dia masih memikirkan kejadian tadi malam. Rasanya dia ingin menangis. Namun, sekarang ada Arka. Bagaimana jika Arka tanya macam-macam.
Sedari tadi, tangan Laura di sibukan mengusap air matanya yang hampir menetes.
" Laura, kamu kenapa?" tanya Arka.
"Tante nangis?"
Laura menatap Arka dan menggeleng.
"Aku nggak apa-apa kok."
"Jangan bohong Laura. Kamu lagi punya masalah apa?" tanya Arka.
"Bisakah kamu cerita padaku apa masalahmu?"
"Arka...aku tidak kenapa-kenapa kok."
Arka menggenggam tangan Laura. Dia menatap Laura dalam.
"Ayolah, Laura. Katakan apa yang sedang kamu fikirkan sekarang...? sebentar lagi kamu akan menjadi sepupuku. Kamu jangan sungkan untuk bercerita. Aku ini memang mantan suami mu. Tapi anggap saja, aku ini sahabatmu. Jadi, kamu ceritakan sama aku semua masalah mu. Aku akan selalu ada untuk mu Laura."
"Makasih Arka. Aku tidak apa-apa kok."
"Apa kamu lagi punya masalah sama Dewa?"
Laura menggeleng.
"Terus? dua hari lagi kalian nikah lho."
Desas desus dari kejauhan. Ternyata sudah banyak wartawan yang memergoki mereka berpegangan tangan waktu dan makan bersama.
"Ternyata, Laura masih punya hubungan dengan Arka Wijaya. Mereka mesra banget. Bisa jadi berita heboh ini " Kata seorang wartawan pada temannya.
"Aku sudah mendapatkan fotonya." Kata seorang lagi.
__ADS_1
"Iya. Sepertinya mereka masih saling mencintai. Tapi, bukankah Laura sebentar lagi mau menikah dengan seorang dokter."
"Iya. Dan Arka Wijaya juga katanya sudah punya istri baru."
"Kalian tahu nggak sih, yang membuat kita penasaran, itu istrinya Arka Wijaya itu seperti apa sih ? kenapa Arka Wijaya tidak pernah memperkenalakan istrinya di depan publik yah.?"
"Iya nggak tahu. Aku juga penasaran."
Arka masih menatap Laura iba. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Laura. Arka tahu betul siapa Laura. Laura wanita kuat, tidak seperti Tanti. Laura jarang menangis. Dia akan menangis, jika saja ada masalah besar yang melandanya. Tapi, Arka tidak tahu, apa sebenarnya masalah Laura. Laura juga tidak pernah mau cerita.
"Tante kenapa? sudah Tante jangan nangis terus."
Apa yang sebenarnya terjadi padamu Laura. Aku tidak tahu. Kenapa kamu tidak mau cerita padaku,semua masalahmu. Dua hari lagi kamuakan menikah.
Arka mendekat ke arah Laura. Dia kemudian mengusap air mata Laura.
"Laura, sudahlah, kalau kamu nggak mau cerita, aku nggak akan memaksamu. Sekarang, habiskan makananmu. Aku sudah tidak ada waktu lagi, aku mau kembali ke kantor. "
"Arka, makasih yah, untuk semuanya."
"Om Arka mau ke kantor?" tanya Ridho
"Iya Ridho. Om harus kembali bekerja. Tadi Om kesini, mau beli baju buat istri dan anak -anak om."
"Oh, gitu, makasih yah Om. Om sudah mau traktir kami makan."
"Iya sama-sama Ridho."
Sekarang, tinggal Laura dan Ridho.
"Ridho, udah yuk kita pergi dari sini. Nanti Tante Laura akan antarkan kamu pulang.
...****************...
Tanti merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Setelah dia mendengar kabar di tivi, Mendadak wajah Tanti memucat dan tubuhnya lemas tidak berdaya.
Bagaimana tidak, Tanti benar-benar cemburu, dia melihat jelas suaminya,menghapus air mata mantan istrinya dan menggenggam tangannya.
Tanti benar-benar kecewa sekali pada Arka.
"Kenapa rasanya sakit banget. Baru kemarin aku bahagia, menikah dengan Arka, sekarang apa yang sudah Arka perbuat padaku, Arka masih berhubungan dengan Laura di belakang aku. Dan dia mendapat sorotan para wartawan. hiks...hiks... " Tanti menangis.
"Apalah arti diriku buat kamu Arka. Aku bukan siapa-siapa. Aku cuma seorang wanita kampung, yang selalu bermimpi mendapatkan cinta dari Arka Wijaya. Tapi nyatanya, Arka belum bisa melupakan mantan istrinya itu " Gumam Tanti sembari membolak-balikan tubuhnya di atas ranjang.
Yah, Tanti memang sangat cemburu sekali.
Di luar rumah, Arka sudah tampak ada di ruang tamu.
Zoya dan Aurel berlarian memburu papanya.
"Papa... papa... Papa pulang...." Ucap Aurel sembari mendekat ke arah Arka.
__ADS_1
"Papa bawa apa?" tanya Zoya.
"Bawa baju baru buat kalian."
" Wah, asyik...baju baru." seru Zoya.
Zoya meraih baju barunya itu.
"Wah, Zoya dapat baju baru yah...?"tanya Indah.
"Iya Tante..."
"Kalau begitu asyik dong..."
"Aku juga belikan baju buat kamu."
"Wah, benar Kak. Mau dong kak." Kata Indah.
Setelah itu, Arka memberikan baju pada indah dan menitipkan Zoya dan Aurel ke indah.
Yah, sekarang indah menetap di rumah Arka, untuk jagain ponakannya, sementara orang tua Tanti sudah pulang ke kampung halamannya.
" Asyik...papa belikan baju." Ucap Zoya lagi.
Setelah itu Arka buru-buru ke kamarnya untuk melihat istrinya.
Ceklek, Arka membuka pintu kamarnya.
Tanti pura -pura tidur saat Arka membuka pintu.
" Sayang, kenapa kamu malah tidur. Bukain jagain anak-anak. Udah sore gini malah tidur." Kata Arka sembari melangkah ke arah istrinya.
Mata Tanti masih terpejam. Dia masih menangis namun tak bersuara. Hatinya masih terluka karena gosip di tivi itu.
Arka mendekat ke arah istrinya. Dia langsung mencium pipi istrinya itu dengan lembut
"Tanti sayang, kamu tidak menyambutku hem..." Ucap Arka.
"Kenapa? " tanya Arka.
Tanti diam. Dia masih pura -pura tidur.
" Aku tahu, kalau istriku itu lagi pura-pura tidur . Iyakan Tanti, "
Lagi-lagi Tanti diam. Tanti memang terpejam. Tapi, Tanti itu kan mendengar.
Arka kemudian melepas dasi, sepatu, dan jasnya. Arka tahu, setiap hari, Tanti akan menyambutnya pulang. Tapi sepertinya, kali ini Tanti seperti sedang marah pada Arka. Tanti lagi ngambek gara-gara gosip murahan di tivi.
Arka melepas semua bajunya. Dan sekarang, dia telah menunjukan perut sickpacknya. Dia hanya menggunakan bokser saja. Setelah itu, dia ikut berbaring, di sisi istrinya. Di satu selimut yang sama.
" Aku tahu kamu kenapa Tanti. Aku sangat mengenalmu. Kalau kamu lagi ngambek begini, pasti kamu lagi menginginkan ku kan. Aku tahu kok, kamu menginginkanku. Kamu merindukan ku, karena aku sibuk kerja kan? Oke Tanti, aku udah siap. Kamu mau mulai dari mana. Silahkan Tanti, aku ini milik mu sekarang. Dan aku sudah siap sayang..."
__ADS_1