Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Kehilafan Laura


__ADS_3

Sekarang, Laura bersama teman-temanya sedang berpesta. Sekarang Laura di rumah sahabatnya yang bernama Cindy. Yah, pesta itu adalah pesta reuni, reuni SMA. Sudah lama Laura tidak ikut dalam reuni besar tersebut. Dan baru kali ini dia ikut


"Ayolah Ra, minumlah, " Kata Tasya salah satu teman Laura.


"Aku nggak mau. Aku nggak begitu suka minuman memabukkan itu."


"Kalau sedikit nggak apa-apa Ra. Kamu itu nggak gaul banget sih. Kamu kan artis papan atas. Masak minuman kayak gini kamu hindari."


" Tapi, aku lagi malas minum."


"Ra, ayolah, kita itu masih muda Ra. Nikmatilah pesta muda ini, apalagi, sebentar lagi kamu punya suami baru. Bakal susah, kalau bisa ngumpul sama-sama kayak gini lagi."Kata Cindy.


"Okelah, tapi sedikit saja yah."


Laura kemudian meminum minuman memabukkan yang di tawarkan temannya itu.


"Giman Ra. Enak kan? Nambah lagi Ra." Kata Cindy.


Laura menuruti semua kata-kata temannya. Dia kemudian menegak beberapa gelas minuman memabukkan itu.


Dan setelah itu, Laurapun ambruk di meja dan muntah-muntah. Namun, karena kesadarannya sudah tidak terkendali, Laurapun kembali meminta minuman itu lagi dan lagi. Dan Laura sudah mulai merancau tak karuan.


Yah, teman-teman Laura waktu SMA, memang teman-teman yang banyak memberi pengaruh buruk. Mereka teman-teman Laura suka membuat acara dugem bareng dan acara lain yang selalu negatif.


Namun, sejak kuliah, Laura dan teman-temannya terpisah. Jadi Laura berubah menjadi baik sampai dia bertemu kedua sahabat baik yaitu Dewa dan Arka. Mereka yang sudah mengubah Laura menjadi wanita yang baik.


Dulu, sewaktu SMA, Laura memang tergolong menjadi sosok remaja yang nakal. Mungkin karena pergaulan nya bersama teman-teman buruknya itu. Mungkin itu semua karena ke dua orang tuanya tidak memperhatikannya karena mereka selalu di sibukan oleh urusan bisnis di luar negeri. Sehingga Laura hanya tumbuh dewasa bersama pembantunya di rumah.


Namun sejak bertemu Arka dan Dewa, waktu kuliah, Laura perlahan menjadi sosok perempuan yang baik. Dan dia sudah berhasil melupakan minuman keras itu, dan dugem bareng teman-temannya.


Laura menangis di depan teman-temannya.


" Tanti brengsek...! Dia sudah merebut Arka dari ku...!Aku benci Tanti."

__ADS_1


Teman-teman Laura bingung dengan apa yang di ucapkan Laura.


" Aku masih cinta sama Arka. Aku masih sangat mencintai nya. Namun, Tanti sudah merebut semua kebahagiaanku. Aku benci sama Tanti. Hiks...hiks..."


Laura bergumam yang tak karuan karena pengaruh minuman itu. Namun, tampaknya, di pesta itu semua dalam ke adaan mabuk. Tidak ada orang yang waras waktu itu.


Devon seorang lelaki yang juga teman Laura, tampak menghampiri Laura. Dia seperti sedang mencoba menenangkan Laura. Devon mengajak Laura pergi meninggalkan tempat itu.


Devon mengajak Laura entah mau kemana.Laura karena sedang mabuk menurut juga. Mereka memang sama-sama dalam keadaan mabuk berat.


...****************...


Pagi ini, Laura masih terlelap di bawah selimut dengan tubuh polosnya. Yah, ternyata semalam Devon mengajak Laura ke kamar Cindy.


Laura dan Devon yang semalam sama-sama mabuk berat itu, melakukan hubungan terlarang sepanjang malam di kamar Cindy. Entah mereka sadar atau tidak melakukannya. Yang pasti, mereka itu cuma sekedar sahabat dan tidak pernah saling mencintai. Karena Devon memang sudah beristri. Dan mereka melakukan hubungan semalaman di kamar Cindy.


Matahari sudah tampak menyelusup masuk ke kamar dimana Devon dan Laura masih terlelap.


Laura mengerjapkan matanya. Tubuhnya terasa sangat berat karena ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


Laura langsung menangis.


"Hiks...hiks... Apa yang telah aku lakukan dengan pria ini. Apakah kita telah melakukan hubungan terlarang semalam. Kenapa bisa terjadi seperti ini. Ini pasti gara-gara semalam aku mabuk." Gumam Laura.


Dia masih dalam keadaan menangis. Dia beringsut duduk dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Pakaian Laura sudah tampak Devon tampak berceceran di lantai.


"Kenapa aku bisa melakukan ini,padahal, dua hari lagi, aku akan menikah dengan Dewa. Tapi aku sudah mengotori diriku sendiri dengan tidur bersama Devon. Bagaimana ini" Laura masih menangis dan bergumam sendiri.


Sementara Devon masih dalam ke adaan ter lelap. Waktu sudah menunjukan Jan delapan pagi. Laura dan Devon masih di kamar Cindy. Laura dan Devon, tidak sengaja melakukan hal itu, mereka melakukannya karena pengaruh dari minuman beralkohol itu.


Cindy masih duduk di ruang tengah. Dia semalam ketiduran. Teman-temannya sudah pada pulang sewaktu jam dua belas.


" Aku semalam nggak melihat Laura dan Devon. Kemana mereka yah? Kenapa pulang nggak pamit dulu." Kata Cindy yang tidak pernah tahu, kalau ternyata Laura dan Devon itu berada di kamarnya semalaman.

__ADS_1


Cindy yang masih baru bangun tidur, tidak langsung ke kamarnya. Dia langsung ke dapur untuk mengambil cemilan. Kepalanya masih terasa pening.


Di kamar Devon, mengerjapkan matanya, dia tampak terkejut karena kehadiran Laura di sampingnya.


"Laura. Apa yang telah kita lakukan."


"Kamu tanyakan itu sama aku. Seharusnya kamu tanyakan itu pada dirimu sendiri. Apa yang semalam kamu lakukan terhadapku. Kenapa kita bisa dalam keadaan seperti ini. Bukankah kamu yang mengjak aku ke sini." Kata Laura


"Ra, maafkan aku Ra. Aku semalam khilaf. Aku lagi mabuk Ra. "


"Aku juga mabuk. Emang kamu fikir semalam aku sadar apa.!"


Hiks...hiks...


Aku udah jadi wanita kotor sekarang. Apakah Dewa masih mau menerimaku, jika dia tahu, aku telah tidur bersama Devon. Aku sangat menjijikan. Dewa nggak pantas mendapatkan wanita seperti aku. Aku tidak bisa menjaga kesucianku sebagai seorang wanita.


"Ra..."Devon mencoba menyentuh Laura. Namun Laura tampik. Dia sudah benar-benar merasa jijik dengan dirinya sendiri. Kenapa dia tidak sadar diri semalam. Gara-gara minum yang terlalu banyak, membuat kehormatannya harus terenggut oleh lelaki asing yang sama sekali tidur tanpa ada rasa suka sama suka. Mereka tidur bersama gara-gara mereka sama-sama mabuk.


" Aku mau pulang." Kata Laura.


Setelah itu, Laurapun memakai semua pakaiannya dan pergi dari kamar Cindy.


Laura masih berserakan air mata turun ke bawah.


Cindy terkejut setengah mati. Ternyata Laura ada di lantai atas semalaman. Dan Laura turun dalam ke adaan kacau dan menangis.


"Laura. Ternyata kamu belum pulang." Kata Cindy.


"Maafkan aku Cin. Aku telah mengotori rumah mu." Kata Laura sembari pergi yang membuat Cindy bingung.


"Apa maksudnya dia ngomong seperti itu."


Tak lama kemudian, Devonpun ikutan turun ke bawah.

__ADS_1


"Devon, Laura, apa yang telah terjadi dengan kalian?" Tanya Cindy pada Devon.


.


__ADS_2