
"Ayolah Tanti, kita mulai lagi, apa yang kamu fikirkan, "
"Apa, kamu udah gila yah. Semalam kamu sudah minta berapa kali Arka. Nggak ada hitungannya. Minggir ah,"
Tanti kemudian melepaskan pelukan Arka. Dia kemudian melangkah pergi ke kamar mandi.
"Huh, pasti orang-orang sudah menungguku di bawah. Kitakan biasa sarapan bareng. Ah, dasar Arka. Mesum banget ternyata." Gerutu Tanti sembari masuknke dalam kamar mandi.
Tanti kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dengan shower. Setelah selesai mandi.
"Ah, aku nggak bawa handuk lagi."
Tantipun kenudian memanggil Arka. Untuk mengambilkan handuk untuk Tanti.
" Arka...Tolong dong. Ambilin handuk aku." Pinta Tanti dengan lemah lembut.
Arka masih berbaring di atas ranjang, dia kemduian tersenyum.
" Apa Tanti... keluarlah, dan ambil sendiri. Di sini cuma ada aku sayang."
"Apa. Kamu itu...! masa aku mau telanjang sih . Ayo cepat Arka...!"
"Oke. Tapi ada syaratnya."
"Apa...!"
"Aku mau mandi bareng sama kamu."
"Apa...!" Pekik Tanti.
"Gimana Tanti."
"Apa Arka. Aku udah mandi Arka. Kalau mau mandi bareng, kenapa nggak dari tadi sih...!"
Arka tetap saja menolak untuk mengambilkan handuknya Tanti. Dia memang sengaja mau menjahili istrinya itu.
Tok tok tok...
Suara ketukan dari kamar Arka.
Arka terperanjat. Tubuhnya masih dalam keadaan polos. Arak buru-buru memakai pakaiannya. Dia mengambilkan handuk buat Tanti.
Arka kemudian melangkah ke arah kamar mandi.
"Tanti, buka pintu. Ini handuk buat kamu. Itu, anak-anak kita udah pada datang. Buruan kamu mandinya."
Tanti membuka pintu kamar mandi sedikit, sembari tangannya itu menggerayang ke luar. Dan akhirnya Tanti mendapatkan handuk itu juga.
"Huh, syukurlah anak-anak datang. Kalau nggak, Arka bisa nagih lagi." Kata Tanti sembari memakai handuknya.
Arka kemudian membuat pintu. Dan terbyata dugaannya benar. Karena yang datang itu, anak-anaknya. Zoya dan Aurel.
"Halo sayang, udah pada datang yah. Anak-anak papa, udah cantik-cantik begini, udah pada mandi yah?" tanya Arka.
"Udah dong. " kata Zoya.
" Udah pa..pa..." Aurel ikutan berbicara.
Arka langsung menggendong Aurel.
"Ayo sayang, kita masuk...!"
Arka kemudian masuk dengan membawa ke dua anaknya.
__ADS_1
Dia kemudian mendudukkan Aurel di atas kasur nya.
" Papa nggak ke kantor."
"Nggak sayang. Papa lagi nggak enak badan. Terus papa juga kesiangan."
" Berati papa dan mama kesiangan semua yah. Biasanya kan itu, kalau papa kesiangan, pasti mama yang bangunin. Kalau yang kesiangan mama, papa yang bangunin. Kalau sekarang, kenapa kalian kesiangan semua?"
Arka hanya tersenyum.
"Karena Mama dan Papa habis begadang. Dan baru tidur waktu mau subuh."
"Oh gitu."
"Iya. Karena papa dan mama Tanti, juga merayakan ulang tahun di sini."
"Oh, gitu yah Pa."
Tanti yang masih mengenakan handuk itu tampak masih berdiri, di depan kamar mandi.
" Duh, mau ganti baju, ada anak-anak lagi. Kenapa Arka, malah membiarkan mereka masuk, kenapa nggak Arka ajak kelaur saja."
"Ya udah deh, nggak apa-apa. Aku ganti baju di sini aja."
"Mama..."Ucap Aurel.
Tanti tersenyum. Tanti melihat anaknya tampak cantik dengan kucir dua dan dua pita yang ada di atasnya. Walaupun Aurel, mirip mantan suaminya, tapi Aurel memang terlihat cantik jika di dandani.
"Wah, Aurel cantik sekali." Kata Tanti.
Tanti kemudian mendekati Aurel.
Arka cuma memandangi istrinya saja sedari tadi. Bagaimana tidak, istrinya cuma pakai handuk saja. Dan rambut panjang yang basah, tampak membuat Tanti semakin cantik saja dan membangunkan kegairahan Arka lagi.
Ah, anak-anak, kenapa dia harus ada di sini sih . Ganggu saja deh. Nggak tahu apa sama perasaan papanya. Kalau papanya masih pengin berduaan aja sama mamanya. Batin Arka.
"Udah." Jawab Aurel.
Tanti tersenyum.
"Baiklah, kamu cantik sekali. Zoya juga cantik. Siapa yang mandiin kalian?"
" Zoya mandi sama Tante Nia."
"Kalau Aurel mandi sama siapa?" tanya Tanti.
"Tante indah." Jawab Aurel yang sekarang sudah semakin pintar saja ngomongnya.
Arka masih menatapi Tanti tanpa berkedip.
"Tanti, kamu lagi menggodaku yah "
"Apaan sih Arka. Aku lagi nanyain anak-anak." Kata Tanti.
"Tanti, tapi nggak perlu pamer gitulah, Itu namanya kamu mau memancing singa yang sedang tidur. Bagaimana kalau dia terbangun, dan menerkam mu lagi seperti semalam."
"Oh, iya Arka. Maaf aku belum ganti baju." Kata Tanti yang sudah mulai menyadari, kalau dirinya masih dengan melilitkan handuk saja di badannya.
"Mama ganti baju dulu yah sayang."
"Papa juga mau mandi dulu yah. Kalian tunggu di sini. Nanti, setelah mama dan papa siapa, kalian akan papa ajak jalan-jalan. Gimana?"
"Aku ikut Pa..pa..." Kata Aurel.
__ADS_1
"Asyik... jalan-jalan."Zoya terlonjak bahagia. Dia kemudian melompat-lompat di atas kasur papa dan mamanya.
"Zoya, awas Nak, nanti kamu jatuh. Jangan lompat-lompatan di atas tempat tidur bahaya." Kata Tanti yang masih tampak mengenakan pakaian.
Arka tersenyum.
"Udah, Zoya duduk dulu. Jagain adik kamu yah."
"Iya Pa. Cepatan yah Pa, mandinya."
"Iya sayang "
Arka kemudian melangkah menuju ke kamar mandi, Dia kemudian mandi. Setelah selesai ganti baju, mendekati ke dua anaknya.
Tanti mencium Zoya dan Aurel.
"Mama kok wangi."
"Iya sayang, wangi sampo."
"Oh, mama habis keramas yah."
"Iya. Soalnya mama gerah."
Tanti dan kedua anaknya itu, menunggu Arka mandi.
Selesai mandi, Arkapun tampak bersiap.
"Sekarang, papakan udah ganti baju, mama juga udah, nanti, kita main ke danau yah.Papa pengin mancing di danau."
"Emang danau ada ikannya Pa.?"
"Ya, siapa tahu ada. Sekalian kita ke jalan-jalan, ke taman. Oke sayang,"
"Oke papa." Kata Zoya penuh semangat.
Arka, Tanti, dan kedua anaknya kemudian keluar dari kamarnya. Mereka sudah rapi dan siap berangkat jalan-jalan.
" Mana Om Idrisnya Pa?" tanya Zoya
"Om Idris, sudah papa liburkan." Kata Arka.
"Oh, kenapa pa?"
"Soalnya, Om Idris itu, lagi sakit sayang. Dia minta izin ke papa untuk tidak masuk hari ini."
"Oh, gitu pa."
" Jadi kita mau beremapat aja sayang." Kata Tanti.
"Iya dong. Kalau jalan-jalan kan harus Papa dong yang nyetir. Nanti kalau ada om Idris, bisa ke ganggu." Kata Arka meyakinkan Zoya.
"Oh, iya yah Pa."
Arka Tanti dan kedua anaknya itu, sudah sampai di garasi.
Bu Nunik, tampak sedang menyirami tanaman.
"Bu,. ibu ada di sini? lagi ngapain."
"Ini, nyiramin tanaman."
"Lho, kenapa ibu yang nyiram, Biar pak Toha aja yang nyiram. Pak Toha kan tukang kebun sekarang "
__ADS_1
"Iya. Tapi ibu nggak enak, kalau nganggur-nganggur di sini! apa lagi, inikan rumahnya orang tuanya Arka."
Arka yang masih menggendong Aurel mendekat.