
(author nggak mau baca komen kalian. setiap hari pembacanya nambah mulu. Author takut baca komennya. he... Anggap aja author ini lagi nulis di buku tulis.)
hi...hi...hi...
😆😆😆
Author kangen ama Arka dan Tanti.
****
Setelah acara pernikahannya, Tanti dan Arka tampak kelelahan. Mereka kemudian masuk ke kamarnya. Begitu juga dua putri kecilnya. Aurel dan Zoya masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya.
Zoya langsung naik ke ranjang di ikuti adiknya Aurel. Mereka naik ke tempat tidur pengantin itu.
Zoya dan Aurel tampak bercanda dan tertawa bahagia. Mereka sudah sangat kenyang dengan banyaknya makanan di pesta kecil mama dan papanya.
Aduh, anak-anak kenapa kalian harus ikut ke kamar sih? mengganggu acara malam pertamaku saja. Batin Arka.
Arka masih menatap kedua putri kecilnya itu.
Begitu juga Tanti. Dia berkhayal seandainya dia hamil, Tanti menginginkan anak laki-laki. Karena dia sudah mempunyai anak perempuan begitu juga dengan Arka. Arka juga sudah mempunyai Zoya.
"Arka, jika aku bisa hamil nanti, aku pengin anak laki-laki."Ucap Tanti.
Aduh, kalau ke dua bocil ini di sini, bagaimana aku bisa bebas sama Tanti. Mereka mengganggu sekali.
"Arka...! dengarin aku ngomong nggak sih?" Kata Tanti dengan nada tinggi.
"Eh, sayang. Iya aku dengar. Sayang, apa mereka akan tidur sekamar dengan kita?" tanya Arka.
"Iya dong Arka. Kenapa tidak. Biasanya kan kayak gitu."
"Aduh, sayang. Aku nggak bisa bebas dong sama kamu." Kata Arka.
"Sayang, biarkanlah mereka tidur dengan kita."Kata Tanti memohon.
"Tapi Tanti, mereka bisa ganggu kita sayang."
"Ganggu apa sih Arka. Apa kamu mau langsung minta jatah. Aku capek banget Arka." Kata Tanti.
"Sayang, bagaimana kalau mereka melihat aku peluk kamu."
"Ih Arka. Sabar dikitlah...Kita itu sudah biasakan tidur dengan mereka."
Zoya menatap Tanti dan Arka sembari melipat ke dua tangannya di dadanya. Zoya kemudian turun dari ranjangnya.
"Kalian lagi bicara apa sih?" tanya Zoya.
Tanti dan Arka tersenyum. Mereka menggeleng bersamaan.
"Nggak apa-apa sayang." kata Tanti.
"Aku dengar kalian itu lagi mempermasalahkan kita yah? kenapa? "
"Oh, nggak apa-apa kok sayang." Kata Tanti.
"Ya udahlah, kalau kalian tidak bolehin kami tidur di sini. Biar aku dan Aurel tidur ama Oma."
"Ha...ha...anak pintar." Kata Arka sembari menggendong putrinya.
Tanti menghela nafasnya dalam.
Habislah aku malam ini. Batin Tanti.
__ADS_1
Arka kemudian membawa Zoya dan Aurel pergi ke luar kamar
"Arka." Ucap mamanya Tanti.
"Eh Ma. Ini ma, anak-anak minta tidur dengan Omanya." Kata Arka.
"Ya udah. Aurel tidur sama Oma Yah?" Kata Bu Nunik mama Tanti. Aurel kemudian di berikan pada mamanya Tanti.
Sementara Zoya itu, di berikan pada nyonya Alicia mamanya Arka.
"Titip mereka yah Ma, Bu, "Kata Arka.
"Iya Arka." Kata nyonya Alicia.
"Ah, akhirnya beres juga."Kata Arka sembari pergi.
Setelah itu Arka kembali ke kamarnya.
Ceklek...
Arka tampak membuka pintu.
Arka melihat Tanti sedang kesulitan membuka baju. Arka tersenyum. Ah, Tanti istriku...
"Ih, resletingnya susah banget sih di bukanya." gumam Tanti sembari tangannya masih memegangi resleting belakang baju kebayanya.
Arka mendekat.
"Biar aku yang bukain baju kamu." Kata Arka tiba-tiba.
Tanti menoleh ke belakang. Dia sangat terkejut melihat suaminya yang tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya.
"Jangan...!" Kata Tanti.
"Kenapa?" tanya Arka.
Arka tersenyum.
"Hei Tanti. Aku suamimu...! Apa kamu pikun. Tadi kita sudah melakukan ijab qobul."
"Arka. Aku..."
Arka mendekati Tanti. Tanti melangkah mundur.
"Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Arka menatap Tanti lekat. Yah, gejolak hatinya sudah tidak bisa terkontrol lagi.
Tanti menatap Arka dalam. Jantungnya berdebar kencang begitu juga Arka. Mereka sama-sama merasakan detakan jantungnya masing-masing.
"Sudah lama Tanti. Aku tidak menyentuh wanita." Kata Arka.
Tanti diam. Dia masih tidak karuan.
Deg deg deg...
Denyutan jantungnya sangat berasa sekali.
"Sama Arka. Aku juga sudah lama. Tidak di sentuh." Kata Tanti yang masih menatap Arka.
"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Arka.
Tanti menggeleng.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Sebenaranya aku ... Entah kenapa Arka, aku seakan mau mati saja. Jantungku Arka..."
"Sama Tanti. Jantungku juga berdetak tidak karuan."
"Baiklah Arka. Jangan sekarang. Aku belum siap."
"Tanti. Kamu kayak anak Abg saja sih. Kamu kan udah dewasa."
"Aku masih malu Arka..."
"Lalu, ngapain kita nikah. Ini kan malam pertama kita. Kenapa kamu ngomong belum siap."
"Nggak tahu Arka. Aku..."
Tanti menatap ke arah jendela membelakangi Arka.
"Aku tahu. Kamu pasti capek. Kita lakukan besok saja yah. Kalau kamu nggak capek. Sekarang aku bantu kamu mengganti baju. Kamu butuh bantuankan?" tanya Arka.
Arka semakin mendekat. Arka kemudian membantu Tanti untuk melepas resletingnya.
Setelah itu Tantipun mengganti bajunya dengan baju tidur. Dua juga melepas sanggul dan akaesoris lainnya. Tidak lupa juga Tanti menghapus make upnya.
"Ah, Tanti. Aku juga capek Tanti. Padahal ini baru ucapan ijab qobul. Belum nanti resepsi besarnya." Kata Arka sembari merebahkan tubuhnya ke ranjang.
"Makanya Dari itu Arka. Aku maunya istiahat dulu. Dari tadi pagi aku capek momongin dua anak kita. Apalagi sekarang Aurel sudah harus benar-benar di awasi." Kata Tanti sembari membuka anting-antingnya.
"Iya. Nanti aku akan bayar babby sitter untuk anak kita. Biar kamu nggak capek lagi." Kata Arka yang matanya masih menelusuri wajah ayu istri barunya.
"Iya." Kata Tanti.
Setelah Tanti mengganti baju kebayanya dengan baju tidur, dan menghapus make upnya, Tanti kemudian berbaring di ranjangnya di ikuti suminya.
Arka memeluk Tanti.
"Aku bahagia Tanti. Sekarang kamu milik aku seorang."
"Iya. Arka. Aku juga bahagia.Aku cinta sama kamu Arka."
"Aku juga sayang..."
Walau Arka sudah berhasrat, namun Tanti nampaknya masih belum mempunyai minat. Tapi Arka sadari, karena Tanti sangat kecapean mengurus kedua anaknya.
"Jika kamu belum siap, aku akan sabar menunggu sampai kamu siap Tanti." Kata Arka sembari melingkarkan tangannya di tubuh Tanti.
Tanti dan Arka kemudian terlelap dalam satu ranjang. Sekarang hanya kebahagiaan yang menyelimuti keduanya. Mereka tidur dengan saling memeluk.
Dan anak-anak mereka sudah di titipkan pada kedua orang tua mereka.
Di sisi lain,
"Zoya. Jangan berisik!. Ayo kita tidur...!" pinta nyonya Alicia pada Zoya. Karena sedari tadi mata Zoya belum mau terpejam. Yah, dia itukan anak kesayangan papa Arka. Jadi tanpa papa Arka yang memeluk, mana mungkin Zoya bisa tidur.
"Iya Oma. Aku akan tidur."
Zoya memejamkan matanya kemudian dia terlelap.
Visualnya beda nggak apa-apa deh.
Menghalu dulu...
😀😀😀
__ADS_1
Yang masih suka di baca ja
Kalau yang udah nggak suka abaikan.