Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
kebersamaan Andre dan Tanti.


__ADS_3

"Sabar ya, Arka. Aku akan selalu di samping kamu Arka." Ucap Jihan.


"Jihan, Jangan sebut-sebut nama Laura lagi di depan ku. Aku tidak pernah mau mengharapkannya kembali. Tapi aku sangat merindukan Tanti Jihan. Di mana Tanti!" Ucap Arka yang masih berlinangan air mata.


Nyonya Alicia dan Tuan Bram Berpandangan.


"Pa, siapa Tanti?"


"Aku nggak tahu Ma."


"Apakah yang membuat anak kita seperti ini wanita yang bernama Tanti."


Nyonya Alicia begitu penasaran.


"Kalau begitu, kita cari Tanti Pa. Kita harus bawa Tanti ke sini. Mama nggak tega kalau harus melihat Arka seperti ini."


"Iya. Papa setuju Ma."


Jihan menangis. Dia sangat begitu sakit hatinya. Di seumur hidup Jihan, dari kecil sampai dewasa menjadi teman Arka, baru kali ini Arka serapuh ini. Saat kehilangan seorang wanita kampungan seperti Tanti.


Arka,sebegitu berharganyaTanti di hatimu Arka, sampai kamu tidak mau melihat cinta wanita lain selain Tanti. Aku mencintaimu Arka. Sangat mencintaimu dari dulu sampai sekarang, tidak ada yang berubah Arka Batin Jihan


****


Malam ini, Tanti dan Chelsea, masih asyik menonton Tivi di ruang keluarga. Tanti beranjak ke dapur untuk mengambil minum.


"Kak, aku ambilin minum juga yah...!"


Seru Chelse.


"Iya."


Yah, semenjak Tanti tinggal di rumah Andre, Tanti tidak pernah bercerita apa-apa tentang Arka.Biarlah Arka menjadi masa lalu yang pahit untuk Tanti. Dan sekarang Tanti, ingin belajar melupakan Arka walau itu sulit.


"Apa...Laura dan Arka, sudah mau bercerai?" Kata Chelsea yang tampak terkejut mendengar berita itu di tivi.


"Uh, kasihan sayang ku Arka. Tapi aku senang dengarnya. Pasti hidupmu lagi sangat hacur Arka, karena Laura orang yang sangat kamu cintai menggugat cerai kamu. Tapi aku sudah tidak minat lagi dengan mu Arka. Karena sekarang aku sudah mempunyai lelaki yang lebih dari kamu." Ucap Chelsea.


Kali ini, nampaknya dendam Chelsea pada Arka berangsung-angsur menghilang dengan sendirinya. Sekarang Chelsea seperti sudah melupakan Arka.


Yah, itu semua berkat Andre kakaknya yang tidak pernah bosan untuk mengingatkannya.


Di dapur, tampak Andre dan Tanti masih bercakap-cakap.


"Tanti, aku lapar. Apa kamu bisa masakin buat aku?" Tanya Andre.


Tanti tersenyum.


"Malam-malam gini mau masak apa Ndre?"

__ADS_1


Andre tersenyum.


"Yah, apa ajalah... kalau yang masak wanita secantik kamu, pasti enak."


"Ih, nggak bosan yah kamu gombalin aku mulu."


Tanti mencubit perut sickpack Andre.


"Auh...sakit Tanti, main cubit-cubit aja."


"Ha..ha.. Habis kamu ngeselin sih." Ucap Tanti.


"Gimana Tanti, kan ada lebihan nasi, kita masak nasi goreng aja. Aku bantuin kamu ya." cetus Andre memyarankam.


"Oke lah kalau begitu." Kata Tanti yang sekarang sudah mulai sedikit-sedikit melupakan Arka.


Chelsea sangat geram sekali pada Tanti. Sedari tadi, Chelsea sudah menunggu, namun Tanti tidak datang-datang juga.


"Yeh,,, di tungguin juga, kalian malah pacaran di sini." Ucap Chelsea.


"Apaan sih Chelsea. Siapa yang pacaran. Ini nih, kakak kesayangan kamu. Malam-malam minta di bikinin nasi goreng." gerutu Tanti.


"Chelsea, kebiasaan banget deh kamu. Ganggu orang aja." Ucap Andre pada adiknya.


Andre menyambar gelas yang berisi jus jeruk milik Chelsea, kemudian dia merangkul bahu Chelsea.


"Tanti, aku tunggu di meja makan yah!" Seru Andre sembari pergi.


Tanti masih berkutat di dapur. Tiba-tiba saja, dia teringat dengan Arka. Yah, Arka yang setahun lalu membuat nasi goreng yang enak untuknya.


Sebulir bening menetes dari pelupuk mata Tanti. Tanti menangis.


"Arka, aku kangen Arka. Aku rindu. Apakah kamu juga sama Arka. Aku ingun melupakan semua kenangan bersama kamu.Tapi itu sangat sulit untuk ku Arka." Gumam Tanti sembari tangannya masih mengiris bawang merah.


"Lah, Tanti. Kok kamu malah nangis. Kenapa sayang?"Tanya Mama Andre yang tiba-tiba saja ada di samping Tanti.


"Siapa yang nangis Tante. Aku ngga nangis kok. Cuma perih aja ngiris bawang merah."


"Oh, gitu. Ngapain kamu malam-malam di dapur."


"Ini Mas Andre tante yang nyuruh di buatin nasi goreng."


"Emang dasar yah tuh anak kebiasaan banget. Kalau mau tidur pasti minta makan dulu. Gimana nggak melar tuh badan." Cibir Mama Andre.


Mama Andre membantu Tanti di dapur. Sepertinya Mama Andre sudah mulai suka dengan kehadiran Tanti di rumahnya. Tanti, wanita soleha, pintar memasak, dan bisa membuat Andre semangat lagi.


Dia wanita yang baik.Dia sangat pas jika di jodohin dengan Andre. Batin Mama Andre.


***

__ADS_1


Panti yang memberikan kebahagiaan Nyonya Alicia.


"Pa. Kita masuk yuk. Udah lama mama nggak ngunjungi anak Arka." Ucap Nyonya Alicia.


"Iya, Ma." Ucap Tuan Bram.


Nyonya Alicia dan Tuan Bram masuk ke dalam. Dia melihat-lihat seluruh isi rumah. Tidak ada yang berubah.


"Kok sepi yah? Pada kemana mereka.?"tanya Nyonya Alicia.


" Ah, anak-anak paling sekolah." Ucap Pak Bram.


"Bu Rina... Bu..." Seru Nyonya Alicia.


Bu Rina yang di panggil langsung muncul dari balik kamar. Bu Rina sembari menggendong Anisa langsung melebarkan senyum.


"Wah, ini Anisa yah?" tanya Tuan Bram.


Tuan Bram kemudian menggendong Anisa.


"Wah wah...udah pinter apa ini Anisanya? " tanya Pak Bram lagi.


"Lagi latihan jalan Nyonya, Tuan. Iya, satu tahun setengah, baru mau latihan jalan. Yah, memang pertumbuhan Anisa memang begitu lambat."


"Kenapa harus Anisa sih manggilnya. Kenapa nggak Aurel saja. Anisa nama kampungan. Kenapa nggak panggil di Aurel."


"Ma, terserah yang manggil dong. Kan namaya juga Aurelia Anisa. Bisa di panggil Aurel atau Nisa."


"Iya deh, iya. Sini Pa, Mama juga pengin gendong." Kata Nyonya Alicaia sembari mengulurkan tangannya.


Aurel yang di gendong cuma diam aja.


"Ma..ma..ma..ma.." Celoteh Aurel.


Nyonya Alicia melebarkan senyum.


"Wah, dia udah bisa bicara." Kata nyonya Alicia semakih bahagia. Sudah ada keinginan dalam hatunya untuk menjadikan Aurel cucunya.


"Ini sebenarnya anak dari mana sih?


"Saya kurang tahu Nyonya. Tuan muda yang membawanya kesini."


"Oh..tapi cekep yah. Cakep banget. Terus kata si Arka, ibunya kemana?"


"Katanya sih jadi TKW."


Nyonya Alicia dan Tuan Bram tampak bahagia. Dia ingin sekali bisa membawa Aurel pulang kerumahnya .


Nyonya Alicia ingin sekali memberikan hiburan untuk Arka. Dia ingin mengadopsi Aurel saja. Dia tidak mau berharap banyak untuk mempunyai cucu. Bagi Nyonya Alicia sekarang adalah kebahagiaan Arka. Jika Arka bahagia maka Nyonya Alicia akan ikut bahagia.

__ADS_1


"Bagi ku sekarang adalah kebahagiaan Arka pa." Ucap Nyonya Alicia.


"Iya Ma. Papa berharap setelah Anisa ada di rumah kita, itu akan membuat Arka bahagia yah, dan bisa melupakan wanita yang bernama Tanti itu."


__ADS_2