
Chelsea mencoba mengatur nafasnya. Semoga saja Tanti tidak mengenalinya.
Chelse tersenyum. Begitu pula dengan Tanti.
"Tanti, ini adalah Chelsea adik aku yang kedua. Dan aku juga punya adik lagi namanya Anindita. Dia lagi sakit."
"Hai, aku Chelsea."Chelsea mengulurkan tangannya.
"Aku Tanti."
"Ini kan udah malam, Chelsea, sekarang kamu mau ya,temanin Tanti tidur di kamar kamu. Soalnya kamar tamu kan sudah lama tidak di tempati, Mungkin besok, biarkanlahnTanti tidur di kamar tamu. Jadi kita harus membereskan dulu kamar tamu.
"Iya Kak." Ucap Chelsea. Chelsea masih di selimuti rasa penasaran yang besar pada sosok Tanti. Kenapa waktu itu, Tanti berada di rumah sakit bersama Arka. Kalau begitu, mungkin Tanti mempunyai hubungan dengan Arka.
"Ini kamar aku Kak. Kakak boleh kok untuk malam ini, tidur bersama ku." Ucap Chelsea.
Ah, Untuk saat ini, biarkanlah wanita ini di sini dulu. aku tidak mau memikirkan hal ini dulu. Tapi, aku harus menyelidikinya. Siapa sebenarnya wanita ini.Kalau waktu itu,dia ada di rumah sakit, mungkin dia kenal dengan Arka.Mungkin saja dia itu pembatunya Arka. Batin Chelsea.
"Kak,untuk malam ini, kita tidur di sini dulu yah. Besok, baru kita beresin kamar tamu." Ucap Chelsea.
Tanti tersenyum.
"Iya Chelsea. Terimakasih."
****
Makan malam kali ini, sangat begitu hening. Arka malam ini,sedang ada di apartemen bersama Putri dan Zoya.
"Putri, setelah ini, kamu minum obat yah. Besok,aku antar kamu kemo. Dan setelah itu, kamu udah siap kan untuk melakukan operasi." Ucap Arka.
Putri mengagguk.
"Om ganteng, terimaksih yah uahbmau perhatian sama Mama Zoya. Seandainya aku punya Papa kayak Om ganteng, baik perhatian, pasti aku akan sangat bahagia."
Uhuk uhuk
Putri tersedak minumannya sendiri. Putri tampak terkejut. Begitupula dengan Arka. Yah sampai setahun ini, Putri tidak pernah berani bicara pada Arka. Kalau sebenarnya Zoya itu adalh ananya dan Arka.
Arka mengelus rambut Zoya.
"Sayang, kamu boleh kok. Anggap om ganteng ini Papa kamu." Ucap Arka sembari melebarkan senyum.
Yah, Arka saat ini sangat mencintai Zoya. Makanya sejak kehadiran Putri satu tahun yang lalu, Putri tidak boleh meninggalkan apartemen. Arka ingin menyayangi Zoya. Mungkin Arka sudah jatuh sayang pada Zoya. Arka sudah menganggap Zoya seperti anaknya sendiri.
"Udah malam. Kita ke kamar ya Zoya." Ucap Arka.
"Iya Om."
Arka menggendong Zoya sampai ke kamar Zoya.
Arka berbaring di ranjang bersama Zoya. Dia pun setiap malam,membacakan dongeng anak untuk Zoya.
__ADS_1
Putri beranjak dari meja makannya. Dia kemudian melangkah ke arah dapur sembari membawa piring-kotor.
Tiba-tiba saja,
praaank..
Suara piring pecah itu membuat Zoya dan Arka saling menatap.
"Apa itu om."
"Om lihat dulu ya. Zoya tunggu di sini."Ucap Arka.
Arka kemudian berhambur keluar. Dan dia terkejut saat melihat Putri pingsan.
"Astaga, Putri."
Arka langsung menggotong Putri sampai ke kamar. Arka membaringkan tubuh Putri keranjang.
"Putri..Bangun Put.." Ucap Arka.
Zoya menangis. Arka meneluk Zoya.
"Sabar yah sayang, kita akan telpon Om Andre." Ucap Arka yang mencoba menenangkan Zoya.
"Mama Om...Mama..."Ucap Zoya.
Arka langsung menelpon Andre dokter langganannya.
Yah,Dokter Andre adalah sahabat lama Arka. Arka dan Andre sudah bersahabat cukup lama. Mungkin sejak mereka masih duduk di bangku SMP.
"Oke. Gue akan segera meluncur."
Tut. Arka mematikan sambungan telponnya.
Andre tampak sudah siap untuk pergi ke tempat Arka.
"Mau kemana Kak? "Tanya Chelsea.
"Mau ke rumah sakit. Ada pasien yang kritis."Bohong Andre.
Yah, selama ini Andre selalu berbohong pada Chelsea kalau dia akan pergi ke tempat Arka. Andre sudah tidak mau menyebut nama Arka lagi di depan Chelsea.
Chelsea dan Anindita itu adiknya Andre. Tapi mereka berdua sama-sama tergila-gila dengan Arka. Anindita yang di rumah sakit jiwa sementara Chelsea ada di rumah. Yah, Chelsea itu tidak benar-benar gila, dia cuma masih terobsesi saja dan ingin memiliki Arka.
Tapi walau begitu, Andre tidak pernah menaruh dendam pada Arka. Karena bagi Andre, cinta itu tidak bisa di paksakan.
***
Laura masih memoles wajahnya dengan sedikit make up. Lagi-lagi Laura tersenyum. Dia sangat cantik sekali malam ini.
Sekarang dia sudah kembali ceria. Senyum di wajahnya tidak pernah pudar sejak dia mengenal Mike, artis pendatang baru blasteran indonesia Jerman. Yah, walaupun Laura baru mengenal Mike namun Mike seperti sudah sangat menyayangi Laura.
__ADS_1
Ponsel Laura berdering.
Mike calling.
Laura tersenyum.
"Halo sayang...Gimana udah siap? Aku jemput yah."
"Jangan Mike, jangan. Aku takut suamiku akan lihat kamu. Aku nggak mau dia salah paham."
"Okelah. Aku tunggu di cafe biasa yah?"
"Oke, nanti aku kesana."
Tut. Laura memutuskan sambungan telponnya.
Laura yang sudah tampak cantik jelita itu, pergi dengan mengendarai mobil sendiri. Yah, memang seperti itu,dari dulu Laura itu, tidak mau pakai sopir.
Laura sekarang sedang makan malam bersama Mike. Mereka tampak asyik mengobrol. Mereka juga memesan makanan dan minuman untuk menjadi suguhan di malam ini.
Mike tersenyum.
"Sayang, kamu cantik banget malam ini."Puji Mike.
"Oh, makasih Mike. Kamu juga ganteng Kok. Tapi, tolong yah, Jangan panggil aku sayang. Kita kan nggak pacaran."
Mike memegang tangan mulus Laura.
"Laura, kalau kita pacaran benaran apa kamu mau?"
Laura tampak gugup.
"Tapi, aku kan udah punya suami. Aku nggak bisa Mike."
"Laura, ayolah. Kita pacaran beneran. Aku cinta sama kamu Laura. Aku tidak mau merusak hubungan kamu dengan suami mu. Tapi kita backstreet aja. Kita nikmatilah hidup kita ini. Toh kita kan masih sama-sama muda."
Laura diam. Mike masih mengelus-slus tangan Laura. Namun kali ini, Laura tampak menikmatinya. Menikmati sentuhan tangan Mike, sentuhan yang jarang suaminya berikan.
Laura tersenyum.
"Entahlah. Kau tidak tahu Mike. Kita jalanin aja dulu."Ucap Laura.
Kak Sofi dan Dewa sedari tadi tampak masuh memperhatikan Laura.
"Hem. Rasain tuh si Arka. Tahu rasa. Lihat istrinya sudah mulai tergoda dengan lelaki lain." Ucap Kak Sofi.
Ish, Kak Sofi ngomong apa sih. Apa Kak Sofi nggak tahu, kalau sebenarnya aku juga cemburu Laura dekat sama lelaki lain. Batin Dewa.
"Aku samperin aja mereka." Ucap Kak Sofi sembari melangkah pergi.
Namun Dewa dengan sigap langsung mencekal tangan Kak Sofi.
__ADS_1
"Kakak mau kemana?"
"Mau samperi dia lah. Bagaimanapun juga kan,Laura masih istrinya Arka. Dan di belakang Arka dia berani main selingkuh."