
😢😢😢
lagi-lagi Arka menyeka air matanya.
Dan setelah beberapa lama kemudian mobilpun sampai di parkiran kantor.
Seperti biasa, Idrispun membuka mobil Arka.
"Silahkan Tuan."
Arka mengangguk. Dia kemudian melangkah menuju ke tempat kerjanya.
Arka duduk di kursi kebesarannya. Arka menelungkupkan kepalanya di meja.
Apa yang terjadi dengan Tuan dan nona Tanti. Kenapa Tuan memberikan cincin mahalnya ke saya. Dan saya nggak tahu apa yang di bicarakan nona Tanti pada Tuan muda hingga Tuan muda menangis. batin Idris.
Kali ini Arka begitu frustasi.
Aaaaaà gh...
Di tengah keheningan malam, suara teriakannya memecah kesunyian di kantornya.
Arka menangis sesenggukan.
Idris masih tak mengerti Bagaimana dengan kondisi hati tuannya.
Bruaaaak...
Idris terkejut saat tangan Arka menyingkirkan barang-barang di atas mejanya. Semua barang-barang Arkapun terjatuh di lantai. Begitupun dengan foto pengantinya dengan Laura.
"Tanti. Kenapa kau bisa bicara begitu padaku.!" Kata Tuan Arka datar. Sembari lagi-lagi tangannya menyeka air matanya.
Sebenarnya dia tidak ingin menangis apa lagi di depan anak buahnya. Tapi apalah daya, hatinya sudah tidak kuat lagi menahan amarahnya. Jika menangis bisa membuat Arka tenang,maka Arka pun akan menangis. Dalam hidup Arka, inilah posisi tersulit dalam hidupnya. Tanti menolaknya setelah pengorbanan Arka selama ini.
Arka sudah menyelamatkan Tanti dari Arifin, Seandainya Arka tidak membeli Tanti, mungkin Arifin sudah menjual Tanti ke germo-germo itu.
Arka sudah mengenal Arifin sudah begitu lama, Mungkin sejak Arifin belum menikahi Tanti. Arka akan mematuhi semua perkataan Arifin. Karena Arifin orang yang telah menyimpan rahasia besarnya selama ini, Jika rahasia itu terbongkar,tamatlah Arka dan keluarga besarnya. karena harus menanggung aib masa lalu Arka.
Namun di sisi lain pula,
Arka juga sudah melindungi anak Tanti di tempat aman, Arka tahu betul siapa Arifin. Jika saja Aurel itu tidak di beli Arka juga, mungkin saja Arifin akan menjual Aurel. Begitu bejadnya Arifin bagi Arka.
Walaupun Arifin itu, sudah pernah mendonorkan ginjalnya pada Arka, namun Arifin tetaplah Arifin. Lelaki biadab yang tidak pernah tahu menahu tentang dosa dan perasaan orang.
"Apa kebaikan ku padamu belum cukup Tanti. Aku sudah melindungimu dan menyelamatkanmu, berkali-kali. tapi apakah tidak ada perasaan sayang pun untuk ku Tanti. Kamu tidak sudi untuk aku nikahi. Kenapa Tanti.Padahal hanya satu yang aku inginkan. Aku akan melindungi perempuan lemah sepertimu dari lelaki bernama Arifin itu. Tapi kenapa kau selalu membandingkan aku dengannya. Aku tahu siapa Arifin Tanti ."
__ADS_1
hiks...hiks..hiks..
Arka berdiri dari duduknya, dia kemudian melangkah ke arah cermin.
Bruaaak...
Cermin itupun terpecah belah saat tangan Arka memukul kuat cermin itu.
Darah segar mengalir dari jari-jari Arka. Arka tidak perduli apapun.
Idris hanya mendengarkan dan merekam apa saja yang Arka katakan.
Aku tahu sekarangTuan muda, Ternyata kau sangat mencintai Tanti . Tanti ternyata bukanlah orang yang akan kamu buang. Tapi orang yang akan kamu selamatkan. Betapa mulianya dirimu Tuan. Aku baru tahu sekarang. Batin Idris.
"Idris tolong katakan kurang baik apa aku selama ini pada Tanti Idris. Aku sangat menyayanginya. Aku tidak mau dia terluka dan menjadi seorang gelandangan yang terlunta-lunta. Tapi dia membalasku dengan kata-kata yang menyakitkan."
Arka memeluk Idris. Idris pun ikut menangis. Dia sangat mengerti sekarang. Ternyata di balik sikapnya yang tempramen, Arka juga lelaki yang rapuh.
Setelas sesaat mereka berpelukan, kemudian Arka melepaskan pelukannya.
"Apakah aku boleh bertanya. Apakah Tuan mencintai nona Tanti?"
"Aku tidak tahu Idris. Aku tidak tahu dengan hatiku saat ini. Apakah aku sudah mencintainya atau belum. Tapi yang pasti aku sakit Idris mendengar ucapannya. Dia selalu menganggap aku jahat. Apakah aku sejahat itu idris." Kata Tuan Arka berlinangan air mata.
"Tidak Tuan. Tuan lelaki yang baik. Tuan ternyata tak sekejam yang aku fikirkan. Aku fikir Tuan akan menikahi Tanti dan akan mengambil keturunannya saja. Aku juga baru tahu Tuan kalau ternyata Tuan hanya sebatas akan melindungi Tanti." Kata Idris.
"Ya udah Tuan. Jika saja Tuan sudah menjadi suami nona Tanti, pasti nanti nona Tanti juga akan sadar kok. Kalau Tuan tidak akan membuangnya. Kalau sebenarnya Tuan itu akan melindunginya." kata Idris.
***
Di sebuah rumah kecil, tampaklah seorang wanita sepantaran Laura sedang tersenyum pada seorang Putri kecil.
"Mama..."Ucap Zoya sembari mendekat dan memeluk Mamanya.
Wanita yang bernama Putri itu tersenyum. Betapa bahagianya dia mempunyai Zoya.
Zoya buah hatinya bersama Arka lima tahun silam.
Seandainya waktu bisa terulang kembali, maka Putri ingin sekali meminta pertanggung jawaban dari Arka.
"Lihatlah Arka. Anakmu sekarang sudah besar. Dan Putri kecilmu itu mirip sekali denganmu. Seandainya kamu tahu. Jika kamu mempunyai anak dari ku Arka. Akankah kamu akan mengakui darah dagingmu itu." Kata Putri.
Flash back on.
Di sebuah rumah mewah, milik seorang gadis bernama Tia, Tampak begitu ramai. Alunan musik Dj berkumanang ria. Para muda mudi itu tampak asyik berjoget bahkan kebanyakan dari mereka menenggak minuman keras.
__ADS_1
Di sebuah sofa, duduklah Arka bersama Angga sahabat sekampusnya.
"Ka, minumlah sedikit. Nikmatilah pesta ini. nikmatilah pesta reuni pertama kita." kata Angga.
"Ah, gue nggak pernah minum kayak gituan. Nggak mau." Kata Arka menolak.
"Ah, cupu banget sih lo. Anak oang kaya kok cupu."Kata Marwan seorang lagi.
Dari kejauhan Arifin menyeringai licik.
"Lihat saja Tuan Arka, Kamu pasti akan terjebak oleh teman-temanmu sendiri."Ucap Arifin.
Yah, sekarang Arifin akan melakukan aksinya. Dia akan merekam Arka saat nanti Arka tidur bersama seorang wanita.
"Halo, " Ucap Arifin.
"...."
"Iya Bos. Aku udah siap untuk melaksanakannya."
"..."
"Itu pasti bos. Aku pasti akan melakukan apa yang bos minta. Asal ada bayarannya."
"..."
"Oke bos. Terimakasih."
Tut. Arifin mematikan telponnya.
Mata Arifin menatap kearah Marwan dan Angga.
Angga mengacungkan jempolnya dan memutar jempolnya kebawah. sebagai tanda tamatlah riwayatmu Arka.
Arifin tersenyum licik. Yah, hanya karena uang dari seseorang dia akan tega melakukan apapun.
***
Sinar mentari menyelusup masuk ke arah sebuah kamar. Di sinilah Arka dan Putri melakukan hubungan terlarang.
Dan mereka melakukan hubungan itu dengan tak di sengaja.
Arka di jebak oleh musuhnya yang entah siapa. Arka berhasil di cekoki minuman keras oleh ke dua temannya Angga dan Marwan.
Putri seorang gadis polospun ikut terjebak. Putri yang berstatus seorang gadis miskin itu, menjadi korban kenakalan teman-teman sekampusnya.
__ADS_1
Mereka semua memaksa Putri untuk ikut ke pesta yang katanya pesta reuni itu. Dan dia mencekoki Putri dengan minuman keras hingga akhirnya Putri dan arkapun sama-sama mabuk.