Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Putri


__ADS_3

Setelah itu Arka dan Idrispun pergi meninggalkan rumah Arifin.


***


Di sebuah kamar luas namun gelap. Tampak sekali foto-foto Arka tergantung di sana.


Seorang perempuan bertubuh kurus sedang, itu masih terisak.


"Arka Wijaya, aku akan membalas dendam atas perlakuan apa yang telah kamu lakukan pada adik ku. Sekarang hidup adik ku sudah hancur gara-gara kamu. Adik ku sangat mencintai mu. Namun kenapa kamu menolaknya. Bahkan kamu itu lebih memilih Jihan dari pada adik ku.


Aaaaah...Teriak wanita itu frustasi.


Yah dialah wanita masa lalu, yang pernah ada di kehidupan Arka. beberapa tahun silam. Dia dan adiknya sama-sama mencintai Arka. Namun apalah daya cinta mereka berdua hanya bertepuk sebelah tangan. Dan karena keduanya sangat terobsesi dengan Arka, mereka berdua jadi gila.


Adiknya ada di rumah sakit jiwa dan Kakaknya gila ingin menghancurkan kehidupan Arka dan istrinya. Namun keberadaan wanita ini tersembunyi.


Dan Arifin adalah kaki tangannya. Dia bersekongkol dengan Arifin untuk menjebak Arka bersama Putri. Namun usaha mereka gagal, karena setelah kejadian itu, Putri tidak menampakan batang hidungnya lagi di depan Arka.


"Halo Arifin. Mata-matai terus Arka. Dan mintalah anak buah mu untuk mencari Putri. Aku mendapat kabar kalau ternyata Arka itu mempunyai anak dari Putri. Aku akan cari keberadaan Putri dan anaknya. Dan aku bisa manfaatkan mereka untuk balas dendam." Kata perempuan itu.


"Baiklah Bos besar. aku akan melakukan apa yang kamu perintahkan itu. Asal ada imbalannya. Biasalah bos. Ha..ha..."


Tut. perempuan itu pun langsung memutuskan sambungan telepon Arifin. Dia sangat begitu emosi kalau dengan Arifin. Yah Arifin itu, memang orang yang sangat licik. Belum kerja aja udah minta imbalannya dulu.


Di sisi lain, Arifin menyeringai licik. Yah dia telah berhasil mengelabuhi bos besarnya itu tentang Video mesum Arka. Arifin menceritakan Ke wanita itu, kalau video itu sudah hilang. Padahal sebenarnya, video itu masih tersimpan di ponsel Arifin. Arifin sengaja, karena video itu, adalah tambang emas untuknya memeras Arka.


***


Zoya sekarang ada di pangkuan Mamanya. Mamanya sedang mengucir rambutnya. Sembari menyisir nya pelan.


"Aku kangen sama Papa. Kata Mama Papaku ada di Jakarta. Kita ke Jakarta yuk Ma. Nusul Papa."


"Iya, nanti Mama akan pertemukan kamu dengan Papamu. Tapi bukan sekarang. Nanti yah kalau kamu udah gede."


"Benar yah Ma."


"Iya benar."


Putri tersenyum pada zoya. Dia masih sangat kagum pada sosok zoya. Zoya itu, cantik, dermawan, ceria, a


dan seorang anak yang penyayang anak kecil. Yah memang dia Arka banget. Tapi bedanya Zoya bukanlah sosok yang tempramen seperti Arka. Dia lebih lembut seperti Putri.


"Coba yah, Ma, kalau Zoya, Mama dan Papa bisa bersama, Zoya pengin punya adik bayi."

__ADS_1


Deg.


Hati Putri begitu tertampar. Yah, seandainya dulu dia tidak pulang kampung dan berani untuk mengatakan pada Arka, mungkin saja sekarang Putri dan Arka sudah bersama. Namun Putri tahu diri dia hanya gadis miskin. Mana mungkin Putri bisa untuk menapatkan Arka. Jelas Arka akan lebih memilih Laura ketimbag dia. Laura seorang model cantik, sementara Putri cuma gadis miskin yang wajahnya pas-pasan. Mana pantas dia sama Arka.


Putri memang gadis desa miskin, dan wajahnyapun biasa aja. Tidak seperti Tanti, Laura dan Jihan. Namun ketulusan Putri dan pengorbanan Putri memanglah mirip sosoknya Tanti.


Putri baik, penyayang anak-anak, namun, dia tidak begitu pandai dalam agama. Mengajipun dia tidak begitu pandai. Tidak seperti Tanti,Tapi dia sosok yang kalem seperti halnya Tanti.


***


Malam ini, Arka sedang bersama Tanti dan Nia. Mereka tampak tak ada yang saling bicara. Nia sejak tadi cuma memandangi Tanti dan Arka.


Aku pengin lihat, seperti apa sih mereka itu. Aku tahu..Kalau mereka tdi saling memandang. Ah, aku tinggalin aja mereka kali yah. Batin Nia.


"Ka Tanti, aku permisi dulu yah,mau ke kamar. Kalian berdua lanjutin lagi yah makannnya." Kata Nia.


"Baiklah." Ucap Tanti.


Nia kemudian pergi meninggalkan Tanti dan Arka. Namun dia bukan lah pergi. Namun dia mengintip di balik kamar.


"Pasti seru nih." Ucap Nia.


Arka dan Tanti kini terdiam. Mereka tak saling bicara. Mereka sekarang memang sedang makan, dengan posisi berdampingan.


Aduh, kenapa lagi sih nih orang. Aku sentuh tangannya kok malah nggak mau.


"Maaf Tuan. Jangan sentuh saya. Kitakan bukan muhrim."Kata Tanti sembari menunduk.


Apa-apaan ini, ternyata ini cewek bisa juga yah sok jual mahal. Padahal kemarin-kemarin dia itu mau aku peluk. Bahkan tadi, mau juga aku cium.Tapi aku suka. Dia bukan cewek agresif. Batin Arka.


"Oke,Maaf. Tapi bagaimana kalau ini."


Arka kemudian meraih wajah Tanti yang tertunduk. Dia menghadapkan wajah Tanti ke wajahnya.


" Tanti. Tataplah aku. Ayo sayang..."


Deg deg deg..


Tanti kembali gugup.


Menatap Arka. Ah, mana mungkin menatap Arka. dia tidak berani menatap wajah Arka. Menatap wajah tampan Arka adalah kelemahan Tanti. Jika saja Tanti benar-benar menatap wajah Arka, Pastilah dia bisa saja terlena dengan semua sentuhan-sentuhan Arka. Tanti bisa lupa diri.


Nia masih beridiri kamarnya.

__ADS_1


"Wah, pasti mereka bakalan ciuman nih. Ah, aku mau lihat." Gumam Nia.


"Maaf Tuan, aku nggak mau." Kata Tanti.


"Kenapa kamu mesti malu sayang, sekarang nggak ada Nia. Kita cuma berdua."


Tanti menggeleng.


Arka kemudian menangkup wajah Tanti. Dan bertemulah mata Arka dengan mata indah Tanti


Mereka bertatapan sangat lama. Di hati mereka, mereka sangat saling mengaggumi satu sama lain.


" Tanti, kamu itu sangat cantik sayang,"Kata Arka.


Tanti diam, dia hanya bisa mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.


Di sisi lain Nia penasaran, dia kemudian keluar dari kamar, dia mengendap-endap ingin melihat lebih dekat aja.


"Ih, Kak Tanti. Sok jual mahal banget sih. Kalau pengin ciuman, tinggal ciuman aja apa susahnya. sih." gerutu Nia.


Tanti masih sangat gugup. wajah Arka masih dekat sekali dengan wajahnya. Keharuman nafas Arka juga begitu sangat terasa di hidung Tanti. memang Arka itu sangat wangi. Seluruh tubuhnya wangi, hembusan nafasnya juga sangat wangi. yah maklumlah dia itukan seperti berlian mahal.


"Tuan aku...Aku..." Ucap Tanti.


"Apa sayang... Kamu mau bicara apa? Apa kamu sudah menginginkan ku."


"Tuan aku..."


"Iya. Katakanlah...Kamu pengin apa?


****


😀😀😀


Haduh... Ah, bingung aku ama para readers.l


Authornya diam mereka diam.


Gak ada yang mau ngelike ataupun komen.


Giliran Authornya cerewet mereka ikutan cerewet...!!


Gimana nih Arka fans kamu itu...

__ADS_1


Wkwkwk...


__ADS_2