Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
membelikan Tanti cincin


__ADS_3

Sekarang Arka meluncur bersama Idris ke apartemen. "Idris. Kita akan mampir ke toko perhiasan. Aku akan belikan Tanti cincin. Aku akan melamarnya Idris."


Idris tersenyum."Baik Tuan."


Idris kemudian meluncur menuju ke


toko cincin.


"Tuan Arka, silahkan pilih saja mana cincin yang anda suka." ucap pelayan toko cincin itu.


"Baiklah."Ucap Tuan Arka.


Ah, kenapa banyak banget begini, Mana yang harus aku pilih. Batin Arka.


"Idris, kenapa kamu diam saja. Ayo batuin pilih!."


"Ah,Tuan apaan sih. kenapa saya yang harus pilih cincin. Kan yang mau ngelamar Tuan, bukan saya."


Arka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah, yang mana yah. Aku tidak bisa memilih."


"Saya rasa yang ini bagus Tuan. Ini pasti cocok untuk nona Laura." Kata pelayan itu.


Arka sedikit terkejut.


Ah, andai pelayan ini tahu, mau aku berikan pada siapa cincin ini. Ini akan aku berikan pada Tanti. Biarlah pelayan ini saja yang memilih. Diakan perempuan. Pasti dia yang lebih tahu cincin mana yang bagus.


"Iya. Aku ambil yang itu." kata Tuan Arka.


"Baik Tuan." ucap pelayan itu. pelayan itu memang sudah langganan Laura dan Arka. Karena hampir setiap bulan, Arka membelikan perhiasan untuk Laura. Entah berapa koleksi perhiasan yang sudah Laura miliki.


****


Idris dan Arka kemudian turun dari mobilnya, setelah sampai di depan apartemen . Mereka menuju ke arah ruang apartemen.


"Ah, bagaimana menurutmu Idris. Bagaimana dengan ekspresi Tanti kalau aku lamar dia sekarang."


Idris diam. Dia takut salah bicara.


"Yah, dia pasti akan bahagia dan tidak akan menolak Tuan. Wanita bodoh saja yang mau menolak Tuan." jawab Idris sekenanya. Jika saja dia salah jawab, pasti wajahnya bisa jadi sasaranTua Arka.


"Yah, Tanti mana mungkin menolak ku. Kemarinkan dia juga mau memeluku. Berarti dia pasti mau menikah dengan ku."


Idris diam. Idris cuma mau lihat saja apa yang akan Tuan Arka lakukan pada Tanti.


Sesampai di depan pintu, Tuan Arka mengetuk pintu apartemen. Dan di lihatnya seorang gadis berumur 20 tahunan tersenyum padanya.


"Kakak." Ucap Nia.


Iya,Nia anak dari bi Inah. Dia memang sudah di anggap adik oleh Tuan Arka. Sehingga Arka tidak membolehkannya memanggil Arka Tuan.


"Ayo masuk Kak."


"Iya." Kata Arka senbari mengulas senyum.

__ADS_1


Arka yang di ikuti Idris di belakangnya pun masuk kedalam.


"Di mana Tanti?" Tanya Arka.


"Kak Tanti ada di kamarnya."


Arka kemudian buru-buru masuk ke kamar Tanti.


Ceklek


Kamar pintu terbuka.


Arka melihat Tanti sedang berdiri di dekat jendela.


Arka mendekat.


"Tanti." Ucap Arka.


Tanti menoleh. Dia masih dengan berlinangan air mata.


"Tanti,kamu menangis? Kamu kenapa?" Tanya Tuan Arka tak tahu dengan apa yang sekarang Tanti rasakan.


Tanti berlutut di depan Arka.


"Tuan...kembalikan anak saya..."Ratap Tanti kemudian.


"Tanti, berdirilah. Jangan kamu seperti ini."


Tuan Arka berjongkok di depan Tanti. Dia jadi merasa iba. Akankah Tuan Arka akan memberikan Aurel pada Tanti? Bagaimana kalau nanti Tanti kabur.


"Iya. Aku janjinTanti. Setelah kita menikah,aku akan mengajakmu untuk menemui anak mu. Tapi tidak untuk sekarang."


Tanti menepis tangan Arka.


"Jangan sok baik anda Tuan. "


Arka tidak mengerti.


"Aku tidak sudi kamu sentuh. Apa lagi kamu nikahi."


Betapa hancurnya hati Arka, saat Tanti berbicara begitu di hadapannya. Arka seperti orang yang sangat tak berarti bagi Tanti. Arka terdiam,setetes air matanyapun terjatuh di pipinya. Dia berusaha untuk menyekanya.


Arka berdiri.


"Tanti...! Kamu tidak boleh menolak ku Tanti !. Kamu harus menikah denga ku. Bila perlu, besok aku akan menikahimu." Suara bariton Arka kembali menggema.


Membuat Idris dan Nia saling berpandangan.


Tanti berdiri.


"Tidak bisa Tuan. Di dunia itu ada hukum agama, yang tidak bisa kita tentang. Aku ini masih sah istrinya Arifin. Jadi mana mungkin kamu bisa menikahiku. Dan menikahi istri seorang yang bersuami itu hukumnya haram."


Arka terdiam sejenak. Nampaknya kali ini, Arka sangat menyetujui apa yang Tanti ucapkan. Bagaimana mungkin dia menikahi wanita yang statusnya masih sah istri orang.


"Dan seorang wanita yang menikah tanpa wali nikah itu hukumnya tidak sah Tuan. Pernikahan itu bukan permainan. Jika pun saya harus menikah siri dengan anda. Saya pun harus memberitahu Bapak saya di kampung untuk menjadi walinya."Kata Tanti menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah Tanti. Aku setuju. Aku akan membereskan semuanya." Kata Arka.


Setelah itu Arka pergi tanpa memberikan cincin itu pada Tanti.


Arka memberikan cincin itu pada Idris.


"Buatmu Idris."


Idris bingung."Tuan kenapa cincin ini Tuan berikan pada saya. Saya itukan laki-laki mana mungkin memakai cincin."


"Bodoh...! kasih ke pacarmu."


Idris sangat terkejut mendengr penuturan Arka. Arka benar-benar memberikan cincin mahal itu pada Idris


"Yah,Makasih banyak yah." Kata Idris.


"Oke. Sekarang aku mau pulang ke rumah.Tolong antarkan saya ."


"Baik Tuan."


Tuan Arka akhirnya kembali ke rumah istrinya. Hatinya masih sedikit tertusuk oleh ucapan-ucapan Tanti tadi.


***


Di mobil Tuan Arka hanya bisa diam. Dia memandang ke arah luar jendela. Betapa sakit rasanya menjadi seorang lelaki yang di tolak mentah-mentah sebelum dia mengatakan cinta.


Tak hanya seorang perempuan yang bisa terluka. Begitupun dengan lelaki. Namun lelaki bukanlah makhluk yang lemah. Lelaki masih bisa menyimpan lukanya. Betapa perihnya hati seoarnag Arka. Seumur hidupnya baru kali ini dia tolak mentah-mentah oleh seorang wanita.


Idris terdiam. Dia masih belum mengerti dengan apa yang terjadi anatara Tuan mudanya dan Tanti.


Baru kali ini Idris melihat Tuan mudanya serapuh itu, bahkan lebih rapuh dari sewaktu Laura kecelakaan.


"Kita mau kemana Tuan?"Tanya Idris.


Arka diam. fikirannya seperti tidak ada di tempatnya.


Tak lama kemudian dia berucap.


"Idris, putar balik Idris. Kita ke kantor. Aku lagi ingin sendiri."


"Baik Tuan."


Idrispun akhirnya putar balik mobilnya.


Arka masih terdiam sembari pandangannya keluar kaca mobil. Entah apa yang sedang di rasakannya sekarang. Mungkinkah ini adalah kehancuran yang terbesar dalam hidup Arka.


Betapa sulitnya dia untuk mencari Tanti. Betapa khawatirnya dia dengan ke adaan Tanti sewaktu Tanti kabur. Namun apa yang Tanti katakan. Tanti tidak sudi di sentuh apalagi di nikahi oleh Arka.


Sebulir bening air mata Arka menetes.


Idrispun merasakannya, kalau sedari tadi Tuan mudanya itu,seperti ingin menangis.


Arka menghela nafasnya dalam.


***

__ADS_1


Baru kali ini Author nulis sambil nangis...😂😂😂


ternyata hati Arka bisa rapuh juga.


__ADS_2