Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
perasaan Andre


__ADS_3

Sejak Jihan sudah menyadari kalau ternyata sekarang dia sudah tidak ada lagi di hati Arka, Jihan mulai menyerah untuk mendapatkan cinta Arka kembali.


Setelah itu Jihan pergi lagi ke luar negeri untuk mengembangkan karirnya sebagai seorang pelukis internasional.


Arka pun tak pernah melarangnya. Kan pernikahan mereka juga pernikahan siri. Jadi satu kali ucapan talak dari mulut Arkapun itu akan menjadikan pernikahan mereka batal.


Surat untuk Arka terkasih.


Arka, Sekarang aku sudah pergi Arka. Aku tidak mau memaksakan diri untuk menjadi istrimu lagi. Percuma Arka kalau di hati kamu cuma ada Tanti. Sekarang aku doakan semoga kamu bisa menemukan Tanti dan berbahagia dengannya. Dan dengan anak adopsimu itu.


Dari: Jihan, sahabat lama mu yang akan selalu mencintaimu. Kamulah kenangan yang terindah untuk aku Arka.


Arka meremas surat itu dan membuangnya. Iya, karena kehadiran Jihan dalam hidupnya, Arka harus kehilangan Tanti orang yang sekarang sudah menempati hati Arka yang terdalam. Dan baru kali ini Arka merasakan jatuh cinta pada seorang wanita sampai membuatnya hampir mati karena kerinduannya.


"Masa bodoh aku dengan Jihan. Walau aku tidak bersama Tanti, Namun aku bersama Anisa. Anisa adalah darah daging Tanti. Sama juga aku memiliki Tanti." Gumam Arka.


Setelah itu dia mencium Aurel yang tampak masih tertidur pulas.


"Anak papa. Kamu sangat cantik. Kamu selalu mengingatkan papa pada mama mu. Kita sama-sama akan mencari mama mu yah Nak. Entah di mana dia sekarang. Kau lelah untuk mencarinya. Tanti, di mana kamu bersembunyi,semoga kamu tidak bertemu dengan germo itu lagi." Gumam Arka.


...****************...


Tanti masih menangis sesenggukan di kamar. Dia begitu sakit hatinya. Sekarang Tanti tak tahu lagi harus kemana.


"Sekarang, hidup aku sudah hancur. Aku sudah bercerai dengan Arifin, akupun sudah kehilangan Aurel dan sekarang Tuan Arka tidak mencariku. Tuan Arka jahat. Dia sudah membuat aku jatuh cinta. Tapi dia patahkan semua harapan ku untuk menjadi istrinya."


Setelah beberapa lama Tanti menangis, Tanti keluar dari kamar untuk mengambil minum. Tanti berlalu dan melangkah menuju dapur.


"Tanti, kamu belum tidur?"


Tanti menggeleng."Aku belum ngantuk Ndre. Kamu baru pulang yah?"


"Iya Tanti, aku capek banget. Oya Tanti boleh nggak aku minta kamu buatin aku kopi. Karena buatan kopi kamu pas banget di lidah ku."


"Iya Ndre. Kamu tunggu aja di meja makan. Nanti aku akan mengantarnya."


"Baiklah."


Tanti kemudian membuatkan Andre kopi. Namun kali ini fikirannya tidak di tempatnya. Dia masih saja memikirkan Arka.


Kenapa rasa rindu ini sangat menyiksa ku. Kenapa semua yang aku fikirkan Tuan Arka terus. Semakin aku mencoba melupakan semakin aku sangat rindu. Tapi aku akan terus belajar melupakan. Aku harus bisa melupakannya. Dia itu sama sekali tidal mencintaiki.


Tanti menangis. Dia merasa kalau sekarang dia sudah tidak di butuhkan lagi oleh Arka. Yah, Tanti tidak tahu menahu soal Arka. Karena Tanti sekarang tidak pernah nonton tivi. Jadi dia tidak tahu kalau Arka dan Laura jadi gosip besar di tivi karena kasus perceraian. Tanti juga tidak tahu, kalau Jihan sudah meninggalkan Arka.


Tanti kemudian menyeka air matanya. Dia kemudian membawakan secangkir kopi itu ke maja makan.


"Ini Ndre kopinya."Kata Tanti sembari meletakan kopi itu di atas meja.

__ADS_1


"Makasih Tanti.Oya, duduk Tanti. aku pengin ngomong sesuatu."


Tanti kemudian duduk.


"Kamu mau ngomong apa?"


Andre kemudian meraih tangan Tanti dan menggenggamnya erat. Membuat Tanti risih.


"Tanti, aku mau bilang kalau aku suka Tanti sama kamu."


Glek. Tanti menelan salivanya. Dia tidak menyangka kalau Andre ternyata juga menyukainya. Tanti bingung harus jawab apa.Di fikirannya cuma ada Arka.


"Tanti, aku mau kamu jadi istriku."


Tanti melepas tangannya.


"Maaf Ndre, kalau soal itu, aku belum bisa jawab sekarang. Aku masih ragu Ndre dengan perasaan ku."


"Oke, aku tidak akan memaksamu. Kamu tinggal jawab saja mau atau tidak. Karena aku akan menerima semua jawabanmu."


"Iya Ndre, aku pasti akan menjawabnya. Tapi tidak sekarang. Aku masih perlu waktu. Kita kan baru saling mengenal."


"Oke lah Tanti. Aku akan selalu menunggu mu."


****


Lagi-lagi Andre menatap ke minitor kecil yang ada di samping Putri. Suster yang ada di samping Andre juga ikutan tegang. Dia lagi-lagi membantu Andre untuk mengusap keringat Andre yang bercucuran. Sekarang, Putri sedang di tangani oleh dua orang dokter ahli penyakit kronis. Dan tiga orang perawat.


Beberapa jam kemudian. Andre dan Juna teman sesama dokter keluar dari kamar operasi.


"Alhamdulilah, operasinya berjalan dengan lancar. Kita tinggal nunggu Putri siuman saja."


Drrrrt drrrrt.


Ponsel Andre tiba-tiba bergetar.


Arka calling.


"Halo, Arka."


"Giman Ndre operasinya?"


"Alhamdulillah Arka. Operasinya berhasil."


"Maaf aku tidak bisa menemani Putri. Sekarang aku lagi ada di Bali sama Papa. Ada tugas mendadak."


"Oh,iya nggak apa-apa Arka."

__ADS_1


"Terus, di mana Zoya? Apa Zoya di situ?"


"Zoya ada di rumah ku Arka. Aku titipkan dia dengan Chelsea."


"Oh ya udah. Terimakasih Andre. Aku titip Zoya dan Putri yah."


"Iya. Arka."


***


Tanti menatap Zoya dalam. Entah kenapa saat dekat dengan Zoya,Tanti jadi teringat Arka. Bibir Zoya, mata Zoya, semua mirip Arka.


"Zoya sayang, kamu cantik sekali." Ucap Tanti sembari mengelus lembut pipi Zoya.


"Sayang, sini sayang, duduk di pangkuan Tante." Ucap Tanti sembari meraih tubuh Zoya.


"Tante cantik, Tante cantik baik banget sama Zoya." Kata Zoya sembari menatap Tanti.


"Kamu mengingatkan Tante pada Aurel. Tante juga punya anak permpuan lho,"


"Terus anak tante kemana?"


Tanti diam.


"Anak tante ada di kampung. Tantekan di sini kerja. Jadi anak tante, tante tinggal di kampung." Bohong Tanti.


"Oh, gitu?"


Tanti mencium Zoya. Tanti sepertinya sangat menyayangi Zoya. Yah, lebih tepatnya Arka kecil.


.***


Suster terkejut saat melihat layar monitor yang ada di samping Putri. Yah, tampaknya detak jantung Putri sangat tidak beraturan. Detakan jantung Putri sudah semakin melemah.


Saat di panggil suster Ani, Andre langsung buru-buru datang menemui Putri.


Putri mengerjapkan matanya. Alat oksigen masih ada di atas mulutnya. Sepertinya Putri ingin mengatakan sesuatu pada Andre.


"Andre...se..pertinya...a...a...ku...


sudah...nggak kuat, la...gi Andre..."


"Putri, bertahanlah demi Zoya. Zoya masih membutuhkan kamu Putri,"


Putri menggeleng.


"Andre...A...ku...punya...surat untuk Arka, dan...surat itu,a...ada, di laci lemari ku, Di apartemen Arka..."

__ADS_1


__ADS_2