Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Dua bulan kemudian.


__ADS_3

Sekarang Tanti telah resmi menjadi tunangan Andre. Andre melamarnya. Tanti sudah sangat kecewa pada Arka. Padahal Tanti berharap kalau Arka akan mencarinya. Namun Arka tiak pernah mencarinya.


"Kenapa aku harus mengharapkan Arka. Arka itu cuma masa lalu. Dia juga sudah punya dua istri. Mana mungkin dia mau memperistri ku. Jihan dan Laura sangat cantik. Jelas Arka akan memilih mereka. Dan siapa aku. Aku kan cuma wanita kampung. Mending aku sama Andre. Dia kan masih bujangan. Dia juga sangat menyayangi ku." Gumam Tanti pelan.


Sesaat kemudian Andre, datang.


"Sayang, kamu sudah siap?" tanya Andre.


Tanti menoleh.


"Iya Ndre. Aku sudah siap." Jawab Tanti.


Andre tersenyum. Yah, sekarang Tanti telah menerimanya. Dan sekarang Andre akan mengajak Tanti jalan ke mall. Karena, sejak ada di rumah Andre, Tanti tidak pernah pergi kemana-mana.


"Kamu cantik sekali sayang."


Tanti tersenyum.


"Apakah kamu sudah mau menerima ku?"


"Insya Allah Andre. Aku akan belajar melupakan lelaki itu. Dia juga tidak mau memperjuangkan cintanya. Aku lagi mencoba Andre. Mencoba menerima mu di hatiku."


"Makasih yah Tanti."


Andre dan Tanti kemudian meluncur ke mall. Mereka akan berbelanja di sana sekalian untuk dinner.


*****


Drrrt drrrrt


ponsel Andre berdering. Dia kemudian mengangkat telponnya.


"Sayang aku angkat telpon dulu yah."


Tanti mengangguk.


Andre kemudian meninggalkan Tanti sendiri di toko baju.


"Silahkan Mbak. Boleh pilih-pilih." Ucap sang pelayan.


"Iya."


Bruuuk.


Seorang anak kecil menubruk Tanti. Anak kecil itu kemudian terjatuh.


"Auh..."


"Ups..sayang, maafin Tante sayang.."Ucap Tanti sembari membantu anak itu berdiri.


Anak kecil itu kemudian tersenyum.


"Tante cantik..."


"Zoya? Kamu kesini sama siapa Zoya? "


"Sama Papa Tante. Aku mau kenalin Tante cantik sama papa aku."


"Ya udah. Panggil Papa kamu kesini."


Zoya kemudian berlari menuju ke arah Papanya.

__ADS_1


"Papa. Aku mau kenalin papa sama Tante cantik. Tante cantik pacarnya Om Andre."


"Om Andre? Punya pacar?" Kejut Arka.


"Iya."


Zoya kemudian menarik papanya untuk menemui Tanti.Anisa masih di gendongan Arka.


"Tante cantik ini Papanya Zoya."


Tanti menoleh. Betapa terkejutnya dia saat melihat siapa ayah Zoya. Tanti diam seribu bahasa. Begitu juga Arka. Mereka tidak bisa berucap. Cuma hanya bisa saling memandang. Yah, saat-saat di hati mereka ingin melupakan dan mengikhlasakan satu sama lain. Namun mereka di pertemukan lagi.


"Ehem.."Andre berdehem membuat Arka dan Tanti terkejut.


" Eh, Andre." Ucap Tanti.


"Oh Arka. Kamu ada di sini. Kebetulan benget. Aku mau ngenalin kamu sama calon istri ku. Ini Tanti calon istriku. Cantik kan.Yah, aku tahu Arka. Wanita yang kamu cari juga namanya Tanti yah? Kebetulan banget namanya sama. " Kata Andre yang sama sekali tidak menyadari kalau Arka dan Tanti mereka saling mencintai dam saling merindukan.


"Hei, kenapa kalian malah bengong. Salaman dong...!"Kata Andre lagi.


"Maaf Andre. Kita bukan muhrim."Cetus Tanti.


"Oh iya sayang, aku lupa. Kamu itukan wanita soleha. Mana mungkin kamu akan berjabat tangan dengan lelaki lain."


Perih rasanya hati Arka. Ternyata orang yang selama ini dia cari sekarang telah menjadi tunangan sahabatnya sendiri. Hancur, sungguh sangat hancur hati Arka saat ini.


Ya Allah, Tanti ku. Tanti ku ternyata telah di miliki orang lain. Dan dia itu di miliki oleh Andre.Apakah ini hukuman buat aku orang yang sudah melukai para wanita ku.


"Hai, aku Tanti."Kata Tanti tersenyum pada Arka.


"Aku Arka sahabat karibnya Andre."


Tanti menatap wajah anak kecil di gendong Arka.


Sekali lagi aku minta maaf Tanti, aku harus membohongimu. Ini memang anak mu. Aku tidak mau kamu mengambil Anisa. Anisa adalah pengganti kamu sayang.


"Dia Anisa. Anak angkat saya. Dan dia Zoya anak kandung saya."


"Wah, hebat sekali yah, Anda Tuan Arka. Bisa mendapatkan dua anak sekaligus dan dua orang istri sekaligus." Sindir Tanti.


"Sayang, Arka itu duda. Dia tidak punya istri."


"Apa? Duda?"


"Iya sayang, dia itu sudah bercerai dari istrinya."


Tanti terdiam. Dia bingung, apa yang akan di lakukannya. Tanti berlari ke luar dan entah dia mau kemana?


Andre mengejarnya.


"Sebegitu bencikah Tanti sama aku?" Gumam Arka pelan.


...****************...


Setelah pertemuan semalam, Arka masih di selimuti rasa penasaran. Dia kemudian menghampiri anaknya.


"Sayang, kamu kenal yah? sama tante cantik yang semalam."


"Iya Pa. Zoya kenal banget. Dia itu tante baik hati. Sewaktu Zoya di rumah Om Andre, tante cantik yang nemenin aku tidur dan nyuapin aku makan."


"Oh gitu, kamu kangen nggak sama Tante cantik?"

__ADS_1


"Aku kangen Pa. Kangen...banget."


"Ya udah, gimana kalau setelah sarapan kita ke rumah om Andre."


"Iya Pa. Aku mau banget."


Setelah Zoya menghabiskan semua makanannya, Arka kemudian mengajak Zoya ke ruman Andre.


Arka kemudian memanggil Idris.


"Idris, Sini...!" Seru Arka.


"Iya Tuan muda." Kata Idris sembari mendekat ke arah Arka.


"Hari ini aku libur ke kantor. Kamu toling siapin mobil aku akan ke rumah Andre."


"Baik Tuan."


Idris dan Arka kemudian meluncur ke rumah Andre.


Di mobil Arka cuma melihat-lihat ponselnya. Apa lagi yang dia lihat kalau bukan sosok ayu Tantu. Arka tersenyum.


"Tanti, akhirnya aku menemukanmu. Tidak masalah Tanti kamu akan menjadi milik Andre. Tapi aku harus jujur sama kamu. Kalau selama ini, cuma kamu wanita yang ada di hatiku." Gumam Arka pelan.


Idris sedari tadi melihat dari sepion mobilnya.


Sepertinya si bos lagi bahagia nih.


"Idris."


"Iya Tuan. Apa kamu tahu sekarang aku mau kemana Idris."


"Mau ke rumah dokter Andrekan?"


"Iya. Betul. Tapi bukan Andre tujuanku. Tanti Idris, wanita ku ada di sana."


"Oya?" Idris sedikit terkejut.


"Tolong percepat lagi Idris nyetirnya. Aku udah kangen sama Tanti."


Setelah sampai di depan halaman rumah Andre, Idrispun memarkir mobilnya. Idris kemudian membukakan pintu mobil untuk Tuannya.


"Silahkan Tuan Arka,"


"Teimakasih Idris."


Yah, seperti biasa Arka dengan jaket warna gelapnya, dan kaca meta hitamnya dan aroma tubuhnya dan sekarang kumis dan jenggotnya juga sudah dia cukur. Sekarang dia sudah kembali menjadi Arka yang dulu.


Tok tok tok...


Arka mengetuk pintu rumah Andre.


"Iya sebentar." Ucap suara seseorang dari dalam rumah Andre


Tanti kemudian berlari menghampiri pintu utama. Dia membuka pintu itu.


ceklek...


Tiba-tiba saja Zoya memeluknya dengan sangat erat. Sepertunya Zoya juga rindu sosok mamanya.


Tanti tersenyum, dan langsung menggendong Zoya.

__ADS_1


"Anak cantik, kamu main ke sini yah akhirnya. Tante kangen banget sama kamu sayang." Ucap Tanti.


__ADS_2