Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Zoya Aurel


__ADS_3

Malam ini, langit tampak gelap. Di langit tidak ada bintang, tidak ada juga bulan. Aurel dan Zoya masih terlelap di kamar mereka masing-masing.


Sekarang Zoya adalah seorang mahasiswa, sementara Aurel adalah seorang pelajar SMA. Sedari dulu, mereka selalu tidur bersama. Mereka tidak pernah bisa di pisahkan. Mereka adalah kakak adik yang sangat kompakan. Karena selama ini, Zoya yang selalu mengalah untuk adiknya Aurel. Zoya tidak pernah mau menang sendiri. Anakan Arka yang satu ini, memang baik dan cantik. Dia memang mirip dengan Arka. Namun beda dengan Aurel. Aurel itu selalu mendapatkan apapun yang dia mau. Karena Arka selalu memanjakannya. Arka seperti lebih sayang pada Aurel dari pada sama putrinya sendiri.


Drrttt Drrrttt


Suara hape Aurel berbunyi. Aurel mengerjapkan matanya. Dia kemudian mengangkat hapenya dengan mata yang masih mengantuk.


" Halo,"ucap Aurel.


" Halo sayang, kamu lagi ngapain...?"


" Ah, sayang, jam berapa ini. Aku ngantuk banget."


" Aku kangen. Aku nggak bisa tidur mikirin kamu terus Rel."


" Iya. Aku tahu. Tapi jangan malam-malam gini nelpon dong. Jam berapa ini."


" Sayang, kamu itu gimana sih. Malam nggak boleh nelpon. Siang juga nggak Boleh."


Adam sepertinya sedikit jengkel pada Aurel. Aurel selama ini berhubungan dengan Adam karena backstreet. Adam itu satu sekolah dengan Aurel. Dan Aurel itu sangat di larang sekali untuk berhubungan dengan yang namanya lelaki. Arka sangat menjaga sekali Aurel itu. Begitu juga dengan Tanti. Mereka itu sangat ketat sekali dengan kedua anaknya.


Sekarang, Arka sudah mempunyai anak kembar perempuan dan lelaki yang masih duduk di sekolah SMP. Mereka adalah Kenzo dan Kenzi. Dan kedua orang tuanya Nyonya Alicia, dan Pak Bram juga sudah meninggal. Orang tua Tanti dan Indah juga sudah pindah lagi ke Aceh. Sekarang, Arka hanya bersama Tanti dan keempat anaknya. Sekarang, Arka sudah menjadi pengusaha sukses dan tidak tertandingi.


Tanti masih berkutat di dapurnya. Pagi ini, dia itu akan menyiapkan sarapan untuk suami dan ke empat anaknya. Sementara Arka masih berada di ruang makan menunggu sarapan datang.

__ADS_1


" Sayang, Ayo panggilkan anak-anak."Pinta Arka pada istrinya.


Tanti menoleh ke arah Arka. Dia kemudian mendekat. Tanti tersenyum. Seperti biasa, dia itu tidak akan pernah pudar senyumannya itu untuk Arka.


" Baik sayang."Ucap Tanti.


Tanti kemudian naik ke atas untuk memanggil ke empat anaknya.


Tanti ke arah kamar Zoya dan Aurel. Di sana hanya ada Zoya yang sudah cantik bersiap untuk berangkat ke kampus. Sementara Aurel masih nyenyak tidur.


" Astaga Aurel. Jam berapa ini. Jam segini masih tidur. Zoya, kamu nggak bangunin Aurel yah?" tanya Tanti.


" Ah, Ma. Aku udah bangunin dia berkali-kali. Tapi dia itu masih tetap saja nggak mau bangun. " Kata Zoya menjelaskan.


" Kalau dia nggak mau bangun-bangun, panggilkan papa saja Ma." Ucap Aurel.


" Sudah, nggak usah. Biar mama aja yang akan nyiram dia pakai air." Ucap Tanti.


Tanti kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil satu gayung air. Dan dia menyiramkannya ke wajah Aurel.


Aurel langsung gelagapan. Kasurnya basah semua karena ulah Tanti. Tanti sudah benar-benar emosi saat ini. Dia benar-benar sudah hilang kesabarannya. Setiap hari, dia harus membangunkan Aure yang tidurnya sampai siang. Ya. begitulah Aurel. Dia itu setiap malam selalu begadang. Kadang dia itu telponan dengan pacarnya, saat kakaknya itu sudah tertidur.


" Aurel, bangun...!" Ucap Tanti dengan nada tinggi


Aurel kemudian bangun dari tidurnya. Dia kemudian terduduk karena terkejut karena tiba-tiba saja ada air mengalir di wajahnya. Rasanya, benar-menar menjengkelkan kalau dia harus di bangunkan dengan air.

__ADS_1


" Ah, Mama. Ada apa sih Ma. "


" Ada apa, ada apa. Kamu mau sekolah nggak sih! itu papa sudah rapi, Kak Zoya juga sudah rapi. Tapi kamu malah enak-enakan tidur di sini. Anak macam apa kamu."


Jika melihat kelakuan Aurel itu, Tanti jadi ingat sama mantan suaminya Arifin. Tanti sekarang tidak tahu lagi di mana Arifin sekarang. Sudah lama sekali, sejak pernikahan Arka dan Tanti beberapa tahun yang lalu, Arifin tidak menampakan batang hidungnya lagi. Sampai sekarang Aurel sudah memasuki bangku SMA. Namun sampai saat ini, Tanti belum pernah memperkenalkan Aurel dengan Arifin ayah kandungnya. Selama ini, Aurel menyangka, kalau ayah kandungnya itu Arka. Bukan Arifin. Dan sampai saat ini, kehidupan Tanti dan Arka itu masih baik-baik saja. Tidak ada orang yang mengusik kehidupan mereka. Mungkin konflik mereka itu dengan anak-anak mereka yang susah untuk di atur seperti Aurel.


Mungkin selama ini, Aurel itu memang mirip sama ayahnya. Sifat dan kelakuannya itu mirip Arifin. Wajahnya pun mirip Arifin. Yang mirip Tanti cuma Kenzi. Dan Kenzo juga mirip ayahnya. Mereka anak kembar yang wajahnya sangat jauh berbeda. Satu mirip Arka, satu lagi mirip Tanti. Namun Tanti bahagia mendapatkan dua orang anak kabar sekaligus. Dan Sekarang, Tanti itu sudah memutuskan untuk tidak punya anak lagi. Karena dia sudah mempunyai empat anak sekarang. Dan yang paling sulit untuk di atur itu Aure. Anak Tanti dan Arifin.


Berbeda dari Zoya. Zoya itu seorang gadis yang penurut, sopan, dan tidak banyak membantah. Makanya, Tanti lebih menyayangi Zoya dari pada anaknya sendiri Aurel. Sementara Arka, lebih memanjakan Aurel dari pada Zoya. Karena Arka itu sudah menganggap Aurel itu anak kandungnya sendiri, selayaknya Kenzi dan Kenzo.


" Aduh Ma, aku masih ngantuk nih." Ucap Aurel.


" Ngantuk, ngantuk... Jam berapa semalam kamu tidur?" Tanya Tanti.


"Habiz isya Ma."


" Habis isya sudah tidur, bangun jam segini masih ngantuk...?" Tanti kembali emosi. Sepertinya, jika berhadapan dengan Aurel, Tanti seperti darah tinggi ya itu naik.


" Iya Ma. "


" Ah, benar-benar anak malas kamu. Siapa yang ngajarin kamu jadi anak malas?" kata Tanti. Tanpa Fikri panjang lagi, Tanti menyeret anaknya itu ke dalam kamar mandi. Sementara Arka di bawah,hanya bisa menunggu.


" Ini Tuan. Makanannya. " Ucap Bik Sumitri pembantu baru di rumah Tanti.


Wanita paruh baya itu adalah pembantu baru di rumah Tanti. Biasanya Tanti itu selalu mengerjakan perkerjaan rumahnya itu sendiri dengan di bantu Zoya dan Aurel. Namun tampaknya anak-anak mereka itu sudah tidak bjsa di andalkan.Dan Tanti saat ini juga masih sakit. Arka tidak mau Tanti terlalu capek. Padahal, Arka itu sudah menawarkan untuk mencari asisten rumah tangga yang banyak. Tapi, Tanti itu tidak mau. Yah, namanya Tanti. Dia adalah wanita yang selalu irit. Tidak mau mengeluarkan terlalu banyak biaya. Jika dia mampu untuk mengerjakannya sendiri, kenapa dia tidak kerjakan sendiri. Kenapa harus ada pembantu di rumah. Lagian, rumah Tanti dan Arka kali ini, tidak sebesar rumah Arka yang dulu. Karena Tanti tidak suka rumah yang terlalu luas. Dia itu lebih suka, rumah yang minimalis. Jadi dia tidak akan kerepotan kalau harus ngurus rumah sendiri dengan anak-anaknya. Lagian, ketiga anak Tanti itu cewek. Hanya Kenzo anak lelakinya.

__ADS_1


__ADS_2