Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Zoya Aurel


__ADS_3

Ketiga anak itu sudah di amankan oleh Pak Rusdi guru BP mereka. Mereka sekarang sudah berada di ruangan Pak Rusdi. Ketiga anak itu di dudukan dan dia di beri peringatan oleh Pak Rusdi.


" Kalian. Sudah bapak bilangin berkali-kali tidak ada kapoknya. Selalu saja berkelahi. Kapan kalian itu mau kapok heh...!" Ucap Pak Rusdi yang sudah sangat geram sekali pada siswa-siswanya itu. Pak Rusdi itu sudah benar-benar emosi melihat tingkah anak-anak itu. Mereka sudah benar-benar membuat rusuh di sekolah.


Pak Rusdi masih menatap nanar ke empat siswa itu. Sudah berkali-kali Pak Rusdi memberi peringatan pada Rey, Nanto,dan Juna untuk tidak membuat keributan. Tapi nampaknya mereka itu tidak pernah perduli. Mereka masih saja membuat keributan. Itu terkadang membuat para guru bingung,dan para siswa itu resah.


" Bagaimana, apa kalian itu akan berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan kalian lagi...?" Tanya Pak Rusdi.


" Iya Pak kami janji." Ucap ke empat siswa itu kompakan.


" Baiklah. Ini peringatan terakhir untuk kalian. Jika kalian membangkang,maka saya tidak akan segan-segan untuk mengundang orang tua kalian ke sini. Dan saya bersama guru-guru lainnya, bisa mengeluarkan kalian dari sekolah ini. Apa kalian tidak sayang, Sebentar lagi kalian itu akan lulus. Tapi, kalian masih suka berkelahi. Kalian itu masih SMA, sudah sering berkelahi. Bagaimana jika kalian itu menjadi maha siswa?" Kata Pak Rusdi mengancam.


Kali ini ancaman Pak Rusdi itu tidak main-main. Pak Rusdi benar-benar capek sekali menghadapi ketiga anaknya itu. Mereka sudah benar-benar tidak bisa di nasihati. Seharusnya kelas 12 itu sebagai contoh adik-adik kelasnya. Bukan malah mereka justru yang membuat keonaran.


" Jangan laporkan saya pada orang tua Pak. Maafkan saya. Saya janji, saya tidak akan mengulanginya lagi." Kata Adam.


" Iya. Kami juga janji Pak." Kata Juna, Nanto, dan Ray.


Pak Rusdi menatap tajam Juna, Nanto dan Rey. Sepertinya kali ini Pak Rusdi itu tidak percaya pada ketiga anak perusuh itu.


" Janji, janji,janji, sudah berapa kali kalian berjanji . Namun mana hasilnya. Kalian selalu mengulanginya." Kata Pak Rusdi.


Ketiga anak itu hanya bisa menunduk.


"Adam. Kamu boleh keluar. Lain kali jangan ulangi lagi yah."


" Makasih Pak. Saya itu hanya membela diri Pak. Dia yang menyerang ku duluan. " Kata Adam menjelaskan sembari menunjuk ke arah Rey.


Setelah Adam keluar dari ruangan Pak Rusdi,


Pak Rusdi menatap ketiga anak itu.


" Kalian akan saya beri hukuman. Sepulang sekolah kalian tidak boleh pulang. Kalian harus bersihkan seluruh toilet yang ada di sekolah ini."

__ADS_1


" Apa?" Ketiga anak itu terkejut.


" Membersihkan Toilet?" Ucap Ketiag anak itu kompakan.


Membersihkan toilet, yah itu adalah hukuman yang paling berat setelah keliling lapangan puluhan kali, dan push up ratusan kali. Kalau membersihkan toilet, itu memang hukuman yang paling terberat bagi Rei, Nanto dan Juna.


Bagai mana mungkin mereka akan membersihkan toilet. Toilet itukan sangat bau. Dan benar-benar hukuman yang membuat malu saja, karena harus di tonton anak-anak satu sekolah seandainya, Rey Nanto dan Juna itu harus membersihkan kamar mandi. Mau di taruh di mana wajah ketiga anak yang sok preman itu. Pasti semua anak satu sekolah jika melihat mereka membersihakn toilet akan mengetawakannya dan mengejeknya.


" Kenapa, kalian keberatan?Apa perlu saya tambahkan lagi hukumannya."


" Curang benget bapak. anak tadi tidak di hukum, malah kami di hukum. Gimana sih Pak. Tidak adil ini namanya." Ucap Juna.


" Karena kalian yang menjadi biang keroknya. Kalian itu seharusnya itu bisa dong menjadi teladan yang baik untuk adik-adik kelasnya. Tapi malah jadi siswa yang pembangkang seperti itu. Tidak mau mendengarkan kata-kata gurunya." Kata Pak Rusdi sudah sedikit frustasi. Jika mengingat kenakalan remaja anak-anak didiknya itu.


Aurel langsung memburu Adam. Saat Adam keluar dari dalam ruangan Pak Rusdi.


" Adam, bagaimana Adam...?" Tanya Aurel


" Kamu tenang saja Aurel. Aku tidak apa-apa kok." Jawab Adam.


" Eh, gimana gimana?" Tanya Atika.


" Gimana apanya?" Tanya Aurel.


" Iya masalah di kantin?" ucap Atika.


Adam dan Aurel kemudian melangkah ke arah tempat duduknya.


" Udah selesai kok." Ucap Adam sembari duduk.


Adam kemudian duduk. Bagitu juga dengan Aurel. Aurel menatap Adam. Dia kemudian meraih wajah Adam, sembari melihat luka Adam yang memar-memar.


" Adam, memar kamu harus segera di obati.' Ucap Aurel.

__ADS_1


" Aku nggak apa-apa kok Rel." Ucap Adam.


****


Sepulang sekolah, Aurel tidak langsung pulang ke rumahnya. Dia pulang naik motor dengan Adam. Mungkin siang ini Aurel akan ke rumah Adam kekasihnya, tanpa sepengetahuan Arka dan Tanti orang tuanya. Aurel memang sering sekali membuat kedua orang tuanya marah. Sudah dari dulu dia seperti itu. Dia tidak pernah mau menurut dengan kedua orang tuanya. Seperti sekarang. Aurel dan Adam akan pulang ke kosan Adam. Kebetulan Adam adalah anak kos-kosan. Orang tuanya di kampung. Dan Adam memang anak orang tidak punya. Beda dari Aurel, anak orang kaya. Tapi Adam mampu menjerat Aurel hingga jatuh kepelukanya.


Adam memarkirkan motornya di depan kosannya. Setelah itu Adam dan Aurel turun dari motornya.


" Wah, ini rumah kosan kamu yah?" Tanya Aurel.


" Iya. Ini rumah kosan aku." Ucap Adam.


Aurel hanya memandang kesekeliling. Rumah kosan yang begitu sempit dan kumuh. Aurel juga merasa jijik jika harus melangkah masuk ke dalam kosan Adam.


" Ayo Rel. Mau masuk nggak?" Tanya Adam.


" Oke. Aku mau masuk. Tapi, di dalam ada kecoa atau tikus nggak? aku takut jika ada kedua hewan menjijikan itu."


Adam tersenyum sembari menunjukan deretan gigi putihnya.


" Kamu tenang saja sayang. Kosan aku bersih kok. Di dalam nyaman, bersih, dan nggak ada kecoa ataupun tikus. Ayo masuk...!" Ucap Adam.


Aurelpun kemudian menurut untuk masuk ke dalam. Dia kemudian duduk di kasur Adam. Karena di kosan Adam hanya ada kasur dan lemari saja. Tidak ada tempat tidur.


"Adam. Bagaimana keadaan luka kamu?" Tanya Aurel.


" Aku baik-baik saja kok."


Aurel tersenyum. Setelah itu dia beranjak untuk mengambil alat kompres. Dia mengambil air dan handuk untuk mengompres luka Adam.


" Aku kompres luka kamu yah." Ucap Aurel.


" Makasih yah sayang..."

__ADS_1


Aurel hanya tersenyum. Dia begitu sangat bahagia mendapatkan perhatian dari lelaki, padahal dia baru saja menginjak bangku SMA. Namun Aurel itu selalu melanggar aturan apa yang orang lain buat


__ADS_2