Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 empat belas


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Usia kandungan Laras sudah memasuki bulan ke delapan, yang berarti kurang dari dua bulan lagi Laras akan melahirkan. Laras juga bersikeras untuk melahirkan secara normal, meskipun Laras sedang hamil baby twins, hanya ingin menjadi istri, dan ibu sesungguhnya.


Laras sudah bertekad ingin melahirkan secara normal, berbagai persiapan sudah Laras siapkan terpenting persiapan mental, dan tenaga karena ada baby twins di dalam rahimnya.


Kamar si buah hati sudah di dekorasi sedikian rupa, mulai warna kamar, pakaian, dan berbagai pernak-pernik kamar si kecil sudah di hiasan berbagai mainan, lemari, box bayi, dan berbagai macam lainnya.


Berhubung suaminya sudah berangkat ke kantor, dan putrinya sudah berangkat ke sekolah. Tinggallah Laras di rumahnya bersama para pekerja yang bekerja di rumahnya.


Setelah selesai mengantar suami, dan Anaknya ke teras rumahnya, mobil juga sudah meninggalkan pekarangan rumahnya, Laras memilih memutar badan dan kembali masuk ke dalam kamar.


Selesai beristirahat sebentar di kamar utama, Laras bangkit dari atas kasur untuk menuju kamar si kecil. Laras mulai merapikan beberapa baju, melipatnya, dan membersihkan kembali kamar Anak-anaknya.


Beberapa jam berada di kamarnya si kecil, Laras tertidur di sofa yang berada di samping box bayi. Rasa lelah menderanya, mengakibatkan Laras kecapekan, kelelahan, dan pada akhirnya Laras tertidur sampai siang itu pun di bangunin putrinya yang sudah pulang dari sekolah.

__ADS_1


🏓🏓🏓


Di sekolah taman kanak-kanak


Belva sedang mengikuti belajar di out dor yang berarti belajar di luar, hari ini di sekolahnya pelajarannya adalah berkebun. Di rumah Belva sudah menyiapkan berbagai persiapan diri terutama dari teman-teman jahilnya yang suka bermain tanah, tetapi di usapkan ke pakaian meskipun bercanda tetapi Belva tidak suka dengan pakaian yang kotor.


Belva sudah membawa pakaian ganti bila sewaktu-waktu medannya tidak seperti di bayangkan, dan bekal makanan, minuman yang di siapkan Mama Laras.


Dengan sangat bahagia, Belva mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya mulai dari bertanam di media pot atau media tanah langsung.


🏓🏓🏓


Pagi Ini Wira sedang mengadakan pertemuan di luar kantor, seperti permintaan rekan kerjanya. Mereka bertemu di cafe X yang tidak jauh dari kantornya, rencananya mereka akan melakukan makan siang bersama Setelah pembahasan kerjasamanya selesai.


Wira berjalan dengan penuh percaya diri, tatapan yang lurus ke depan, dan kacamata hitam bertengger di hidungnya. Sungguh mempesona, pesona dari seorang Wira meskipun sudah pernah menikah, dan sudah punya anak tetapi pesonanya seperti orang yang belum menikah.

__ADS_1


Banyak pasang mata memperhatikan langkah kaki seseorang masuk ke dalam cafenya, awalnya rasa kagum, setelah di tatap intens ada rasa ketertarikan untuk memiliki.


"Selamat siang, maaf menunggu lama karena jalannya sedikit macet..." tuturnya Wira yang merasa tidak enak, rekan kerjanya sudah menunggunya dengan seorang wanita cantik dengan balutan pakaian kerja yang minim.


"Santai saja, saya baru saja datang!" Sahutnya mister X.


Mereka membicarakan tentang pekerjaan, kontrak kerja karena keduanya teman dari bangku sekolah, meskipun sudah lama tidak bertemu tetapi Wira masih mengingat teman kuliahnya di London.


Semenjak tadi, Ada satu wanita yang mencuri-curi kesempatan untuk menatapnya, memandanginya. Meskipun Wira tahu ulah wanita di sebelah temannya, tetapi Wira tidak pernah menggubris keadaan, dan tidak pernah membalas tatapannya.


Wira lebih memilih membicarakan perusahaan tentang kerja sama, bukan untuk menelisik satu wanita yang berniat menggodanya. Bagi Wira satu perempuan menjadi istrinya cukup, tidak ada niatan untuk menambah istri, kalau menambah anak itu baru Wira mau.


Wira ingin mempunyai anak yang banyak, biar rumahnya ramai, toh kata pepatah mengatakan.


"Banyak anak, banyak rezeki..."

__ADS_1


Wira masih berpedoman dengan kata pepatah Jawa, bukan berarti setelah istrinya melahirkan langsung nambah momongan lagi, tetapi menunggu sedikit besar dulu baru Wira Membuat istrinya membuncit kembali.


__ADS_2