
Terimakasih yang masih setia membaca cerita "Jadi Yang Kedua" selamat membaca.
Jangan lupa Rate-nya❤
Laras kembali ke meja kasurnya di ikuti Tari yang berada di sampingnya. suasana swalayan pagi ini sangat sepi cuma ada suara dentingan jarum jam yang di letakkan di dinding.
Laras sedang melamun tak terasa hari sudah siang swalayan mulai ramai belanja kebutuhan sehari-hari.
Jam makan siang telah tiba Laras, Tari sedang membuka bekalnya untuk menghemat gajinya selama satu bulan untuk di tabung.
"Ras, hari ini kamu masak apa?" tanyanya Tari sedikit melirik bekal makannya Laras.
"Nasi goreng dan telur ceplok Tar." jawab Laras yang mulai menyendokkan makanan ke mulutnya.
"Gimana kabar keluargamu di Yogyakarta, Ras?" tanya Tari
"Alhamdulillah, bapak lebih sehat tar." jawab Laras dengan singkat.
Lalu Laras dan Tari makan dalam diam menikmati bekal masing-masing yang di bawanya.
Seandainya Laras tidak bekerja tidak masalah karena uang yang di berikan keluarga Andra sangat banyak lebih dari cukup, tetapi Laras tidak mau berpangku tangan mengharapkan di kasih.
__ADS_1
Seandainya bukan karena kesembuhan bapaknya Laras juga tidak mau mengandung tanpa suami di jadikan istri kedua Andra demi keturunan Wiranegara.
Laras masih ingin menikmati masa mudanya, mengejar cita-citanya menjadi seorang guru, tetapi harapan tinggal harapan kemiskinan yang membuat Laras harus banting tulang demi membantu perekonomian keluarga.
Semenjak bapaknya sakit laraslah yang menjadi tulang punggung keluarga , karena bapaknya tidak bisa bekerja lagi sejak di vonis tidak bisa bekerja dengan yang berat.
Suara Tari membuat Laras tersadar dari lamunannya.
"Ras, pulang kerja mau ke mana?" Tan Tari.
"Pergi ke taman, ingin menenangkan pikiran Tar." ucap Laras menerawang ke depan memikirkan bebannya sangat berat.
'Tari ikut ya!" ucap Tari dengan membereskan wadah bekalnya.
Laras berjalan ke wastafel untuk cuci tangan dan mencuci wadah bekas makannya. membersihkan meja kasir tempat mereka berdua buat makan tadi.
Suara handphone di meja kasir bergetar membuat dua orang saling melirik dan melihat siapa yang telepon siang-siang begini kecuali kalau ada kepentingan.
Suara handphone yang bergetar dari handphonenya Laras "Andra is calling"
Laras langsung menggeser tombol warna hijau, terdengar dari seberang sana dengan suara kendaraan yang sangat berisik.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Pak!" ucap Laras mendudukkan dirinya di kursi kasir.
"Walaikumsalam Ras! Ganggu ya!" tanyanya Andra dengan suara yang terburu-buru.
"Nggak Pak! Pulang kerja bisa ketemu?" tanyanya Andra terdengar sangat penting.
"Bisa pak! di mana?" jawab Laras
"Kita ketemu di taman kota dekat apartemen." ucap Andra mantap.
"Baik Pak!" jawab Laras.
Laras langsung memutar kursi kerjanya menghadap ke tempat Tari yang sedang sibuk menginput barang masuk dan keluar.
"Maaf Tar , kita nggak jadi pergi ke taman soalnya Pak Andra meminta ketemu selesai pulang kerja." ucap Laras sedikit tidak enak hati membatalkan kesepakatan untuk pergi ke taman bersama.
"Nggak ras, santuy aja masih ada hari lainnya." Jawab Tari memberikan senyuman untuk menyakinkan Laras bahwa Tari tidak apa-apa tidak jadi perg.
Tar nanti aku pulang duluan ya, soalnya sebelum ketemu pak Andra Laras mau mandi terlebih dulu biar kelihatan tidak kucel dan bau keringat.
Terimakasih untuk like, vote, koment.
__ADS_1
Jangan lupa vote