
Diusia pernikahan yang menginjak satu bulan, kemesraan keduanya semakin kentara, walaupun pernikahan sangat singkat, tetapi Laras bahagia di pertemukan dengan seorang pria yang mau menerima kekurangan dan kelebihannya, tanpa menuntut ini itu, itulah yang membuat Laras merasa di hargai sebagai seorang istri, dan Ibu sambung untuk putriku Belva.
Banyak kebahagiaan terukir di wajahnya Laras, mempunyai suaminya yang sangat baik, dan bertanggung jawab. Seorang gadis kecil yang begitu menyayanginya, hari-hari Laras penuh dengan kebahagiaan. Walaupun rumah tangganya belum genap seumur jagung, tetapi rasa bahagia terpancar jelas di wajahnya.
Lamunan Laras buyar, setelah gadis kecilnya mulai menghampiri dirinya di dapur, sembari mengucek-ngucek kedua matanya.
"Mama macak apa? kok Va ndak di bangunin? kan Va ingin antu Mama." Tanya Belva sudah mengerucut bibirnya, sebagai tanda protes ke Mama-nya.
"Uluhhuluh Anak gadis-nya Mama, udah bangun ya! mau bantuin Mama." Sahutnya Laras berjongkok menyamakan tingginya dengan Belva.
"Va, boyeh ya antuin Mama?"
"Ndak boyeh! sekarang waktunya gadis kecil Mama mandi." Laras mengendong Belva untuk keluar dari dalam dapurnya.
"Bik, minta tolong lanjutkan menggoreng ayam-nya! Laras mau mandiin Belva dulu."
"Baik Buk!"
__ADS_1
****
"Mama tadi macak apa?" Ucap Belva memeluk Mama-nya sangat erat.
"Nasi goreng dan ayam goreng, kesukaannya gadis kecil Mama." Sahut Laras menoel-noel hidung mancung-nya Belva.
"Au au au....Ma."
"Yeeeehh ayam goyeng dan nasi goyeng! Va uka-uka."
"Iya Mama."
Setelah memandikan Belva, Laras menuruni tangga sembari mengendong Belva yang bergelayut manja di ceruk leher Laras. Wira yang melihat Anaknya, begitu sangat manja hanya tersenyum tipis.
Semenjak Wira memutuskan untuk menikah kembali, Belva begitu bahagia karena sangat menyayangi tantenya Laras, dulu di panggil ante Lalas, sekarang di panggil Mama sungguhan sebagai pengganti mommynya yang telah pergi ke surga.
Laras sangat keibuan, dan sabar menghadapi kemanjaan Belva. Wira sedikit demi sedikit mulai mencintai istrinya, dan melupakan masa lalunya, karena masa lalu mempunyai tempat tersendiri di hatinya.
__ADS_1
***
Di Jakarta kehidupan Andra semakin bahagia, kehadiran Anak di pernikahannya. Kebahagiaan jelas nyata karena istrinya kembali hamil Anak kedua.
Usia putra pertamanya sudah Empat tahun, sudah mulai masuk sekolah di playgroup. Kehamilan yang kedua ini membuat istrinya sangat manja, dan tidak mau lepas dari suaminya.
Andra juga masih mengingat Laras, walaupun sudah menjadi bagian masa lalu, Andra selalu mendoakan kebahagian laras kelak. Semoga Laras menemukan kebahagiaan mendapatkan pendamping hidup yang menyayangi-nya.
Andra berencana untuk berlibur ke kota Yogyakarta, yang sangat terkenal dengan masakan gudeg Yogyakarta, dan wisatanya di malam hari di Malioboro.
Entah itu kapan? Andra sudah mengagendakannya jauh sebelum istrinya hamil anak kedua, tetapi semua harus di tunda karena istrinya hamil trimester pertama, yang sangat rawan keguguran bila kelelahan atau di ajak perjalanan jauh.
Andra menikmati perannya menjadi Ayah, dan suami siaga untuk Anak, dan calon Anaknya yang masih di kandungan istrinya. Seperti pagi ini, istrinya tidak mau di tinggal kerja, mau tidak mau akhirnya Andra tidak masuk kantor.
Mungkin bila ada waktu, dan kesempatan. Andra ingin mengajak Anak dan istrinya berlibur ke Yogyakarta, ingin mengenalkan ke Anaknya tentang keindahan kota Yogyakarta, Sesekali berlibur di dalam negeri mungkin menyenangkan.
Akankah Laras dan Andra di pertemukan di Yogyakarta? Semoga keduanya bisa reuni, dan bahagia dengan keluarga-nya masing-masing.
__ADS_1