Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 28


__ADS_3

Laras nmengakhiri panggilannya dengan sahabatnya Tari yang berada di Jakarta, sedangkan Laras sedang cuti kerja, dan sekarang lagi di Yogyakarta berkunjung ke kedua orang tuanya, dan adik-adiknya.


Laras bahagia mendengar kabar dari sahabatnya Tari, yang telah di tunggu-tunggunya dari kemarin. akhirnya keinginannya Laras terwujud bisa tahu kabarnya.


"Kak...." Sapa Ani adiknya.


"Iya Dik, ada apa? Kakak baru saja menerima telepon dari teman kerja kakak yang kerja di swalayan juga?" tanyanya kakaknya yang penasaran dengan adiknya yang tiba-tiba memanggilnya.


"Itu kak, bantuin Ani masak kalau kakak lagi tidak sibuk." Ujar Ani yang menggaruk-garuk kepalanya, sedikit malu meminta tolong kakaknya.


Laras bangkit dari ranjang tempat tidurnya, dan menghampiri adiknya yang masih berdiri mematung di depan pintu masuk kamar kakaknya.


"Ayo...." Laras mengandeng tangan Ani yang sedikit dingin, dan Laras menatap adiknya dengan tersenyum hangat, membuat adiknya membalas senyum balik ke kakaknya.

__ADS_1


"Kakak bangga sama kamu, dik." Ujar Laras membantu adiknya memotong-motong sayuran, dan mencucinya.


Ani membalas dengan tersenyum sangat sumringah, karena kakaknya sangat baik mau membantunya memasak yang akan di kirim ke sawah.


"Kakak baik dech." Ujar Ani memeluk kakaknya Laras yang sedang menggoreng ikan.


Laras membalikkan badannya untuk membalas memeluk adiknya balik, dan mengusap punggungnya dengan lembut, dan mengucapkan kata terima kasih telah membantu menggantikan peran ibunya yang memasak, dan bersih-bersih rumah.


Satu jam selesai masak Laras, Ani menata makanannya di tempat makan yang khusus di buat untuk mengirim ke sawah.


"Kakak sudah kangen mereka, melihatnya sudah menghilangkan capeknya." Ujar Laras yang sumringah sebentar lagi akan bertemu dengan kedua orang tuanya, dan adiknya laki-laki.


"Terima kasih kak." ucap Ani dengan tulus, dan mengengam tangan kakaknya.

__ADS_1


"Ayo keburu sore, Dik!" ajak Laras yang berjalan dengan menentang rantang untuk di bawa ke sawah.


"Lewat mana jalannya, Dik?" tanyanya Laras yang sedikit kepo, karena ini pertama kalinya Laras pergi ke sawah.


"Lewat jalan ini aja kak, nanti tinggal lurus, belok kiri langsung lurus kak." Ujar Ani yang memberikan petunjuk jalan kepada kakaknya yang masih sedikit bingung dengan jalanan menuju sawahnya.


Di tengah perjalanan banyak orang yang menyapa adiknya, menanyakan mau kemana, dan menyapa Laras juga dengan sedikit seperti orang yang mengaguminya. karena Laras yang mempunyai postur tinggi seperti bak model profesional, sedangkan Ani sangat manis, dan jika dilihat tidak membosankan.


"Ayo kak! sebentar lagi sampai sawahnya." Seru Ani yang bahagia ada yang menemani membawa rantang ke sawah, yang biasanya ani sendiri.


Laras tersenyum melihat adiknya yang nampak bersemangat, dan senyum tak pernah lepas dari bibirnya. "Senyum kamu manis, Dik" guman Laras memandang adiknya dengan rambut panjangnya tertiup angin.


"Itu kak mereka!" Tunjuk tangan Ani kepada kakaknya yang menatap lurus seperti instruksi jari tangan adiknya.

__ADS_1


Laras langsung mengusap lembut puncak kepala adiknya, yang membuat sangat bangga, adiknya yang dulu sangat manja sekarang tumbuh menjadi gadis perempuan yang manis.


Andaikan waktu bisa terulang kembali, Laras ingin hidup di kampung berkumpul dengan keluarganya seperti sekarang ini. "Andai saja waktu bisa berputar" guman Laras.


__ADS_2