
Jangan lupa Rate-nya
Setelah menempuh jarak tempuh dari tempat kerja ke rumah Laras, memakan waktu 20 menit karena jalannya sangat macet orang berlalu-lalang pulang kerja.
"Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat, dan tidak kehujanan." guman Laras mengucapkan rasa syukurnya, telah sampai rumah di antar sahabat.
Belum juga mendudukkan pantatnya di kursi ruang tamu yang berada di depan televisi, tiba-tiba hujan turun sangat deras, di sertai kilatan petir berwarna putih.
"Tar, nginap di sini saja! hujannya sangat deras, Laras takut terjadi apa-apa di jalan." Tutur Laras yang sudah mendudukkan pantatnya di atas kursi.
"Ok dech!" Jawab Tari.
Tari merogoh ponselnya di dalam tasnya, dan menghubungi kedua orang tuanya, kalau menginap di rumah sahabatnya Laras.
Setelah menghubungi kedua orang tuanya, Tari memasukkan kembali ponselnya di dalam tasnya.
Laras memasukkan sepeda motor Tari, ke dalam rumah karena hujan turun semakin deras, dan suara kilatan petir yang menyambar, membuat mereka berdua sangat ketakutan.
__ADS_1
Keduanya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar saja. keduanya membersihkan tubuhnya dengan mandi air hangat, yang sudah di sediakan Laras.
Setelah mandi, dan menganti bajunya, mereka berdua merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, dan saling bermain handphone sesekali mereka berdua bercerita tentang masa putih abu-abu nya.
"Ras, cinta pertama kamu siapa?" Tanya Tari di tengah obrolannya.
"Kakak kelas, Tar." Jawab Laras singkat.
"Siapa? saya jadi kepo." tanya Tari yang penuh selidik, dan menggoyang-goyangkan lengan sahabatnya.
Setelah tidak ada jawaban yang pasti dari Laras sahabatnya, akhirnya Tari memilih diam, dan melanjutkan memainkan handphonenya.
Waktu menunjukkan pukul 21.00 malam, keduanya sudah menguap, dan ingin segera mengistirahatkan tubuh nya.
Keasyikan membaca novel-novel yang di belinya waktu gajian kemarin. Mereka sampai lupa waktu, dan istirahatnya terganggu karena ceritanya sangat menguras air mata.
Pukul 23.00 malam mereka baru saja memejamkan kedua matanya, dan bermimpi indah di dalam tidurnya.
__ADS_1
Keduanya tertidur sangat pulas sekali, bangun-bangun sudah pukul 05.00 pagi. Mereka bergegas bangun dari tidurnya dan Laras menuju ke kamar mandi terlebih dahulu, karena pagi ini mereka akan membeli sarapan di luar.
Di tempat yang berbeda, keluarga besar Wiranegara mengadakan acara 4 bulan kehamilan menantunya istrinya Andra.
Keduanya saling melempar senyum, dan tercetak jelas rona bahagia di wajah keduanya. Yang sebentar lagi mereka akan menimang-nimang seorang anak dari rahim istrinya, benih Andra keturunan Wiranegara.
Rangkaian acara 4 bulanan telah di gelar sangat khidmat, dan pengajian untuk mendoakan sang jabang bayi, dan bundanya telah selesai.
Tamu-tamu sudah meninggalkan tempat acara, karena kehamilan yang memasuki usia ke 4 bulan. Di selenggarakan di rumah mertuanya, milik keluarga Wiranegara Kakeknya Andra.
Ini merupakan cicit pertamanya, merupakan cucu pertama juga dari kedua orang tuanya Andra.
Keduanya penuh suka cita, kurang dari 5 bulan lagi mereka akan bertemu dengan anggota barunya yang sangat di tunggu-tunggu keluarga keduanya.
Laras mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang, karena pagi ini lalu lintas sangat sepi kendaraan.
Jangan lupa votenya⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1