Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 27


__ADS_3

"Kakak mau minum apa? Ani ambilkan?" tanyanya adik Laras dengan kaki yang siap untuk melangkah ke area dapur.


"Apa aja, Dik." Yang terpenting bisa menghilangkan rasa haus kakak.


Laras beranjak dari tempat duduknya untuk melihat, sekeliling rumahnya lebih tepatnya rumah orang tuanya di Yogyakarta.


Laras sangat mengangumi rumah desain sangat klasik mirip bangunan rumah Joglo.


dengan ornamen kayu jati di atapnya dan papan di pinggirnya, tidak meninggalkan kesan jawanya.


"Kak....." Sapa adiknya Ani yang sedang membawa segelas air dingin, dan berupa camilan makanan ringan.


"Ehh Iya Dik, kakak sampai lupa kalau masih ada Adikku yang paling cantik ini." Puji laras merangkul adiknya.


"Minum dulu kak, tetapi cuma air dingin biasa kak." Ujar Ani yang sedikit tidak enak hati menyuguhkan minuman untuk kakaknya yang baru datang dari kota.

__ADS_1


"Hehe ini saja sudah cukup, kakak bahagia bisa ketemu kalian dalam keadaan sehat walafiat." Ujar Laras yang mengucapkan kata syukur atas nikmat-NYA.


Selesai mengobrol ringan, Laras masuk ke kamarnya yang berada di sebelah kamar adik-adiknya. Laras bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, dan sedikit bau keringat matahari.


Selesai mandi Laras memoleskan sedikit bedak di wajahnya supaya tidak terlihat pucat, dan sedikit lipstik di bibirnya biar lebih fresh dan segar.


Selesai berdandan Laras keluar dari kamarnya, untuk mencari adiknya yang ternyata lagi masak di dapur untuk makan malamnya nanti.


"Masak apa Dik? baunya harum banget bikin kakak laper." bisik Laras berdiri di belakang adiknya.


"Kakak bantu apa, Dik?" tanya Laras yang menawarkan dirinya untuk membantu adiknya memasak untuk makan nanti.


"Kakak istirahat saja, biar Ani yang memasak nanti kakak bantuin Ani cuci piring aja." Ujar Ani mendorong tubuh kakaknya untuk istirahat di kamarnya.


"Iya-iya kakak ke kamar, tetapi kalau ada apa-apa panggil kakak!" Ujar Laras memegang lengan adiknya yang berusaha mendorongnya untuk masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Siap kakakku yang cantik." Ani menjawabnya dengan tersenyum lebar dan mengacungkan jempolnya.


Laras merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya, dengan posisi terlentang, dan menatap keatas ke langit-langit kamarnya. Laras bangga dan bahagia pengorbanannya tidak ada yang sia-sia, melihat keluarga yang di Yogyakarta sehat, rumah layak pakai, dan bapak ibu bisa beraktivitas seperti dulu walaupun cuma sebagai petani.


Drttt drttt drttt...


Handphone Laras bergetar di atas ranjangnya, tersadar Laras langsung melihat layar handphonenya tertera nama penelepon "Tari sahabatku" Laras cepat-cepat menggeser warna hijau keatas.


Tampaklah gambar Tari yang sedang berada di toko swalayan tempat nya bekerja.


"Mukamu kenapa kusut begitu seperti tidak makan nasi saja?" tanya Laras dengan sedikit bercanda yang tidak biasanya melihat sahabatnya tidak murah senyum.


"Di toko sepi tidak ada kamu, kamu kapan balik ke Jakarta?" tanyanya Tari dengan wajahnya di buat sesedih mungkin supaya Laras cepat kembali.


"Woiiii.....Baru tadi sampai, udah di tanyain kapan ke Jakarta? emang saya robot pulang pergi tidak merasakan kecapekan hahha, ini saja saya belum ketemu orang tuaku, yang dirumah cuma ada Adikku yang perempuan.

__ADS_1


"Mereka bertiga lagi ke sawah "Alhamdulillah panen cengkeh" panen perdananya kata Ani Adikku.


__ADS_2