Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 35


__ADS_3

Setelah mendengar keluhan kedua calon orang tua, Dokter Ridwan menyuruh Laras untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, tempat prakteknya untuk di lakukan USG untuk melihat di dalam rahimnya Laras.


"Buk, angkat sedikit keatas bajunya." Tutur perawatnya yang akan mengolesi gel di perutnya.


Setelah selesai mengolesi gel di perutnya, Dokter Ridwan meratakan gel ke perutnya menggunakan alat USG , dan melihat di layar monitor.


Dokter Ridwan menggerakkan alatnya kekanan, kekiri, ke samping, keatas untuk mengetahui terjadinya kehamilan, dan tidaknya di rahim Laras.


Setelah 30 menit di USG Dokter Ridwan kembali menggelengkan kepalanya, sebagai tanda tidak ada tanda-tanda ada janin yang tumbuh di kandungan Laras.


Perawat membersihkan gel yang ada di perutnya Laras dengan tissue yang di sediakan di dekat meja Alat USG.


Setelah merapikan kembali rambutnya, dan bajunya, Laras kembali duduk seperti tadi, dan menunggu menghadap penjelasan Dokter Ridwan.


Laras meminum, minuman yang ada di mejanya, dan menghela nafasnya.


"Kenapa? perasaan saya tidak enak?" Tanyanya Laras dalam hatinya.

__ADS_1


Dokter Ridwan duduk di hadapan mereka berdua, dan siap menjelaskan program inseminasi yang di lakukan calon orang tua baik Andra maupun Laras.


"Maaf ndra! tidak ada tanda-tanda kehidupan janin di rahimnya Laras, sepertinya Laras tidak hamil!" Tutur Dokter Ridwan dengan satu tarikan nafasnya.


"Tidak hamil! maksudmu saya mengulang lagi begitu!" Tukasnya Andra yang bertanya menggebu-gebu, dan ingin jawaban yang pasti.


"Sepertinya begitu!" Jawab dokter Ridwan.


Lha terus saya sering mual, muntah, dan tidak suka melihat nasi.


"Apakah itu bukan tanda-tanda kehamilan?" tanya Andra yang sedikit terpancing emosinya, bila Laras tidak hamil sama saja saya harus mengulang lagi sampai berhasil.


"Kasus seperti ini banyak terjadi, tidak hanya kamu saja!"


"Mungkin keluhan yang kamu alami, bisa terjadi dengan istrimu yang di rumah, mungkin juga istrimu sedang mengandung tetapi kamu tidak paham, karena di vonis istrimu ak susah untuk hamil."


"Hamil!" Seru Andra yang terkejut masalahnya istrinya susah untuk hamil kembali pasca keguguran.

__ADS_1


Andra langsung tersenyum penuh makna, dan berharap istrinya benar-benar hamil, buah cinta mereka berdua yang sudah di tunggu bertahun-tahun.


"Saya tidak perlu inseminasi lagi, dan mengulangnya kembali dengan Laras." Ucap batin Andra di dalam hatinya.


"Yess Alhamdulillah! Saya bebas!" Ujar Laras membatinnya, dan tersenyum tipis.


Setelah mereka berdua menerima penjelasan dari Dokter Ridwan. Andra, dan Laras mengucapkan kata terimakasih.


Andra pamit undur diri, dan meninggalkan rumah sakit dengan senyum tidak pernah lepas dari bibirnya.


Laras yang berjalan mengikutinya dari belakang, tersenyum kecil, dan ikut bahagia bila istri pak Andra hamil buah cinta mereka.


Akhirnya Laras bebas dari kontrak yang menjeratnya beberapa bulan ini, berkat Pak Andra juga Bapaknya bisa sembuh, dan bisa beraktivitas seperti sediakala.


Andra mengantar Laras ke rumahnya, tanpa ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya. Di dalam mobil Andra tersenyum-senyum sendiri, sedang membayangkan istrinya benar-benar hamil, dan mengandung anaknya.


Laras yang melihatnya dari samping, ikut tersenyum tipis, dan ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua, dan akan menjadi mereka bertiga.

__ADS_1


"Terimakasih untuk karunia-Nya, semoga kesehatan untuk ibu, dan debay sehat sampai melahirkan nanti." Ucap Laras dari dalam hatinya, dan mengucapkan kata syukur.


__ADS_2