Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 63


__ADS_3

Jangan lupa Rate-nya.


Pagi ini Laras bangun pagi, karena hari ini, hari pertama Laras kerja di cafe. Di dalam kamarnya Laras terus menerus menarik sudut bibirnya, Laras bahagia bisa mencari kesibukan di sela libur semesternya.


Laras sudah mengikhlaskan masa lalu, terkadang Laras ingin kembali ke Jakarta. Rindu rumahnya, dan rindu dengan sahabatnya.


Laras coba menghalau rasa sesak di dadanya, rumah yang penuh kenangan di biarkan kosong tidak berpenghuni.


"Apa kabarnya Tari sahabatnya?" guman Laras lirih.


"Semoga kamu selalu baik di mana pun kamu berada! kamu tetap sahabatku, Tari." batinnya Laras di dalam hatinya.


Setelah diam sejenak, Laras bangkit dari duduknya, dan mengambil alat make-upnya. Laras mulai memoleskan bedal tipis-tipis di wajahnya. Tidak lupa memberikan lipbalm di bibirnya, supaya tidak pecah-pecah atau kering.


Selesai memakai makeup, dan berbaju dengan rapi. Laras mulai membuka handel pintu kamarnya, dan menutupnya dengan pelan-pelan.


Laras menghampiri keluarganya untuk pamit pergi kerja, karena hari ini, hari pertamanya Laras tidak ingin telat. Kedua Adik-adiknya sudah di sogok dengan uang saku yang lebih untuk naik kendaraan umum.

__ADS_1


"Sarapan dulu, Ras." Tutur Ibunya.


"Nggak sempat, Buk! takut telat." Sahutnya Laras.


"Laras berangkat Bapak, Ibu, dan Adik-adik." pamitnya Laras kepada keluarganya satu persatu.


Setelah Laras berpamitan dengan keluarganya, Laras menstater motornya untuk membelah jalanan kota di pagi hari. Hawa dingin membuat Laras merapatkan jaketnya, mengendarai motornya dengan kecepatan seperti pembalap MotoGP Valentino Rossi.


Tidak membutuhkan waktu lama, Laras sudah tiba di tempat kerjanya seorang diri. Berulang-ulang Laras celingak-celinguk mencari kehidupan di sekitarnya, tetapi tetap saja nihil tidak ada tanda-tanda kehidupan disekitarnya.


Laras menunggu di depan cafe dengan memainkan gadget di tangannya, Laras mulai stalking sosial media gosip artis papan atas Indonesia, yang lagi hits di kalangan para awak berita.


Tepat Pukul tujuh pagi, para pegawai mulai berdatangan untuk membukakan gemboknya, untuk mempersilahkan masuk sebelum menutupnya kembali.


Laras mulai membersihkan meja, kursi, dan beberapa tempat yang kotor. Laras juga membantu teman-teman barunya yang mulai bermunculan datangnya.


Tidak lupa juga Laras mulai memperkenalkan dirinya, kepada teman-temannya yang baru ditemuinya hari ini.

__ADS_1


"Saya Laras pegawai baru di cafe ini,." Tutur Laras mengulurkan tangannya untuk bersalaman satu-satu.


"Saya Sari, Intan, Mawar...." Jawabnya satu persatu.


Setelah memperkenalkan dirinya, Laras melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk di akibatkan sedikit ada obrolan di tengah perkenalan.


Di kediaman Wira, Belva sedang merengek ingin ikut Papa-nya kerja, dan main ke cafe seperti kemarin yang banyak orang, membuat Belva sepinya sedikit terobati. Kedatangan Kakak-kakaknya yang kerja di cafe Papa-nya.


"Itut Papa! Va, itut Papa!" Tutur Belva yang mulai matanya berkaca-kaca, dan mencebikkan bibirnya.


"Janji ya! Belva nggak nakal kalau Papa sedang kerja." Sahutnya Wira yang berjongkok di depan Anaknya.


"Anji Papa!" Ujar Belva.


Perjalanan kali ini, tidak membutuhkan waktu lama karena Wira agak siangan masuk kantornya, karena ada drama kedua orang dewasa, dan anaknya. Siapa lagi kalau bukan Wira, dan Belva.


***Ditunggu like, koment, dan votenya yah kakak-kakak yang baik hati, dan tidak sombong.

__ADS_1


Autthor minta dukungannya untuk cerita recehku ini. Semoga terhibur☺☺☺☺***


__ADS_2