Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 Sembilan belas


__ADS_3

Satu bulan usia anak kembarnya, rencananya mereka akan mengadakan acara aqiqah tepat pas hari ke tiga puluh lima hari, atau di sebut usia selapan (menurut bahasa Jawa).


Keluarga Laras masih kental dengan adat jawanya, sesuai kesepakatan bersama mereka akan mengadakan aqiqah tepat usia anak kembarnya selapan.


Masih ada lima hari untuk menyiapkan semuanya, mulai dari membeli kambing, tempat acara, dan orang-orang yang memasak masuk dalam daftar agendanya.


Setelah menidurkan kedua anaknya, Laras menghampiri sang suami yang tengah bersantai di belakang bersama Belva.


Wira memilih menemani Belva bermain di belakang, Belva sudah lancar dalam mengemudikan sepeda, yang awal-awalnya selalu jatuh tetapi Belva pantang menyerah sebelum bisa.


Dengan usaha kegigihannya, Belva sangat cepat belajar naik sepeda meskipun sering jatuh, baginya tidak masalah yang penting dirinya sekarang sudah bisa bermain sepeda sendiri tanpa bantuan sang Papa.


Sengaja keduanya ingin memberikan surprise untuk nama Anak-anak, di acara aqiqah nanti mereka akan mengumumkan nama anak kembarnya.


"Mas acaranya mau diadakan dimana?" tanya Laras sudah duduk di sebelah sang suami.


"Menurut mas, kalau acara di rumah saja gimana menurut mu, Yank?" bukannya Wira menjawab pertanyaan sang istri, malah mengajukan pertanyaan lain.


"Di rumah nggak pa-pa mas, ngirit biaya juga hihiiiii..." jawabnya Laras.

__ADS_1


"Masalah uang, jawabnya langsung gercap kamu Yank." Tutur Wira mengusap-usap hijab sang istri.


Mereka larut dalam kemesraan, sesekali memperhatikan putrinya yang masih semangat '45 belajar sepeda, meskipun sudah lancar tetapi Belva ingin mengasahnya lagi supaya lebih lancar lagi.


♥♥♥


Lima hari sudah berlalu, hari berganti hari waktu yang di tunggu-tunggu oleh Wira dan Laras, akhirnya hari ini terlaksana. Kesibukan di rumahnya mulai dari sebelum subuh sudah terasa, kedua orang tua Laras juga sudah datang, kedua mertuanya juga sudah dari semalam mereka sampai di Yogyakarta.


Aqiqah diadakan bertepatan hari minggu, kebetulan juga Belva libur sekolah.


"Ma, kaka udah cantik kaya Mama belum?" tanya Belva yang masih mondar-mandir berdiri di depan cermin.


"Makasih mamanya kaka!" ucapnya menggoyang-goyangkan tubuhnya, sembari bibirnya tidak lepas dari senyumnya.


Mereka saling berpelukan, memberikan kehangatan untuk keduanya sebelum acara aqiqah di mulai.


♥♥♥


Di mulai dari penyembelihan kambing, dan masak-memasak akhirnya tiba saatnya acara akan dimulai. Semua makanan sudah di tata rapi, sudah di kemas dalam wadah tersendiri.

__ADS_1


Tamu undangan sudah berdatangan, Laras tengah bersiap-siap di kamarnya, mereka satu keluarga memakai pakaian kembaran. Mereka memakai tema blue-pink sesuai jenis kelamin anak kembarnya.


Keempatnya sudah siap-siap untuk turun ke bawah untuk menyambut tamu, dan acara akan dimulai sebentar lagi.


Tamu yang diundang sudah lengkap, formasi keluarga juga sudah lengkap, Laras duduk di sebelah ibunya, dan di sebelahnya ada suami, anak, dan mertuanya. Sedangkan anak-anak berada dalam box bayi, mereka nampak tertidur pulas, sama sekali tidak terganggu suara yang mulia riuh.


Lantunan ayat-ayat suci Al quran sudah bergema di rumahnya, untaian doa-doa untuk si kecil sudah di di selipkan, dan tibalah acara potong rambut untuk anak-anaknya.


Di gendongan sang Mama, kedua anaknya nampak anteng, tidak rewel sama sekali, meskipun di rumahnya acara sangat ramai, tidak sama sekali keduanya terbangun.


Serangkaian acara telah selesai, pemberian nama sudah meraka sempatkan untuk kedua anak kembarnya.


Laki-laki : Nadhif Abqari Wiranegara


Perempuan : Nadhifa Abhari Wiranegara


Keduanya mempunyai arti Anak laki-laki, dan perempuan yang bersih dan pintar sekali.


Doakan aunty, uncle semoga Abang Nadhif, dan adik Nadhifa sehat selalu ya 😁😁😁

__ADS_1



__ADS_2