
Selamat pagi๐๐๐๐๐
Happy readingโบโบโบ
Jangan lupa Rate-nya
Satu minggu sudah berlalu pasca pertemuannya dengan Andra, satu minggu sudah Laras bergelar sebagai seorang janda tanpa anak, dan masih perawan.
Hari-hari sudah Laras lalui baik suka maupun duka, Laras berusaha menjalani takdir-Nya dengan ikhlas.
Berusaha untuk bangkit dari keterpurukan kemarin pasca perpisahannya, walaupun cuma nikah kontrak bukan berarti Laras tidak sedih. Laras sangat sedih, karena pernikahan yang di bayangkan tidak seindah kenyataannya. bukan maunya laras tetapi ini sudah jadi takdir-Nya, Laras bisa apa?.
Seperti biasa Laras siang ini berangkat kerja dengan sepedanya, karena hari ini Laras dapat shift Siang.
Di tengah jalan tiba-tiba ponselnya Laras bergetar, dan Laras berhenti di bawah pohon yang kebetulan melewati pohon yang rindang. Laras mendudukkan dirinya di bangku sebelah pohon, dan merogoh ponselnya di saku celana.
Melihat layar ponselnya, senyum Laras langsung mengembang tertera nama adiknya Ani yang menelepon. Laras tidak sabar ingin segera mengangkat teleponnya, dan berbicara dengan keluarganya.
Laras buru-buru mengayuh sepedanya kembali, dan harus segera sampai tempat kerjanya lebih cepat, karena Laras ingin berbicara banyak dengan keluarganya.
Tidak sampai 10 menit Laras sudah sampai di toko, dan segera memprakirkan sepedanya di tempat parkir khusus karyawan.
__ADS_1
Setelah duduk berselonjor di emperan toko, Laras merogoh sakunya untuk melihat ponselnya dengan tertera 10 panggilan tak terjawab semuanya dari adiknya.
Laras memutuskan untuk menelepon Adiknya balik, pada dering kedua panggilan di terima Adiknya.
"Assalamu'alaikum, kak." Sapa Ani yang tersenyum tipis.
"Walaikumsalam, Dik." Jawab Laras.
"Kakak sekarang dimana? Tadi Ani telepon berulang-ulang tidak kakak angkat." Tutur Ani yang sudah memajukan bibirnya karena kesal panggilan di abaikan kakaknya.
"Maaf Dik, kakak tadi lagi di jalan, ini kakak di tempat kerja." Sahut Laras sedikit tertawa melihat Adiknya sedikit protes.
"Sawah kak." Jawab Ani singkat.
"Oh iya kak, kata Bapak liburan sekolah kita mau ke Jakarta." Seru Ani yang bahagia, karena akan bertemu dengan teman-temannya dulu.
"Yang benar, Dik?" tanya Laras untuk memastikan perkataan Adiknya.
"Iya kak." Jawab Ani.
"Sudah dulu ya, Dik! Kakak mau kerja dulu, kapan-kapan Kakak telepon lagi." Tutur Laras dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Siap Kak." Jawab Ani yang tidak kalah bahagianya bisa berbicara panjang dengan kakaknya.
Senyum selalu mengembangkan di bibirnya Laras, mendengar kedua orang tuanya, dan Adik-adiknya akan liburan ke Jakarta.
Laras sangat bahagia, karena ini yang selalu Laras tunggu bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, yang untuk sementara waktu tinggal di Yogyakarta.
"Senyum-senyum terus." Tutur Tari yang menepuk pundaknya Laras.
"Ehhh! Tari." Sahut Laras yang sedikit terkejut kedatangan sahabatnya.
"Ayo masuk!" Ajak Tari mengandeng lengan sahabatnya.
Setelah operan keuangan, dan shift. Laras Tari mulai bekerja karena siang ini pengunjung di toko sangat panjang, karena bertepatan tanggal muda.
Sudah 1 jam antriannya masih panjang, dan semuanya membeli kebutuhan bulanan untuk satu bulan yang akan datang.
"Capeknya." Ucap Laras sembari merentangkan kedua tangannya, supaya lebih rileks
"Kayaknya pendapat hari ini meningkat pesat, muda-mudahan kita dapat bonus, Tar." Tutur Laras sembari menghitung uang di laci meja kasirnya.
"Semoga saja, Ras." Ucap Tari yang tidak semangat, karena kecapekan.
__ADS_1