
Setelah tiba di rumahnya Laras, Tari tidak mampir ke dalam rumahnya, karena dari tadi ponselnya bergetar di saku celananya.
"Makasih ya, Tar! udah mengantar Laras sampai rumah." Tutur Laras.
"Iya sama-sama." Jawabnya Tari.
Tari langsung pulang ya, soale dari tadi ponselku bergetar terus takutnya keduanya mencari ku, karena belum pulang.
"Dadada...., Ras." Tutur Tari dengan melambaikan tangannya.
"Laras membalas melambaikan tangannya juga, dan tersenyum tipis."
Setelah motornya tidak terlihat, Laras kembali ke pintu rumahnya, dan membukanya untuk masuk ke dalam merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
"Aahhh capeknya." guman Laras.
Laras tertidur pulas karena saking capeknya tetapi bahagia, membuatnya terganggu dalam tidurnya dengan getaran ponselnya yang masih di saku celananya.
Laras merogohnya dengan kedua matanya yang masih terpejam, siapa yang menelepon? Laras melirik sebentar layar ponselnya. Ternyata Tari, "Ada apa menelepon malam-malam?" guman Laras.
"Assalamu'alaikum Tari....." Sapa Laras
__ADS_1
"Walaikumsalam, Ras." Jawabannya Tari.
"Ada apa telepon malam begini! menganggu saja." gerutu'an Laras di tempat tidurnya, yang masih di Deng oleh sahabatnya.
"Nggak apa-apa, Ras! cuma mau menyampaikan besok kita sifft pagi bareng, besok tak jemput dirumah." Tutur Tari tidak ada titik koma, langsung beruntun bicaranya.
"Kamu malam-malam telepon cuma mau bilang itu?" tanya Laras.
"Hehehe iya, Ras." Jawab Tari yang sudah cengengesan dengan tangan membentuk huruf V.
"Ganggu orang tidur saja."
Klik sambungan telepon di putus oleh Laras sembari mengerutu tidak jelas, Laras melihat jam tangannya menunjukkan pukul 10 malam, Laras turun dari kasur, dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, dan menganti bajunya dengan baju rumahan.
Suara perutnya berbunyi " Ahh ternyata aku lapar." guman Laras dengan memegang perutnya yang terus berbunyi.
Selesai memakai baju rumahan, Laras berjalan menuju ke dapur untuk membuat makanan yang ada di kulkasnya.
"Ahh sepertinya masak mie instan enak." guman Laras.
Laras mulai memanaskan panci, dan menghidupkan kompornya lalu menyiapkan bahan-bahan yang akan di campurkan di mie instan, dan kemudian masukkan ke dalam panci nya .
__ADS_1
"Hmmm enak nya." guman Laras.
Laras menikmati mie-nya dengan sangat lahap, dan mengunyahnya perlahan-lahan karena takut bibirnya tergigit.
Selesai menyelesaikan makannya Laras mencuci alat-alat yang kotor, dan membersihkan terlebih dahulu, setelah bersih Laras membawa satu botol air untuk masuk ke dalam kamarnya.
Alhamdulillah kenyang! saatnya tidur kembali."
Dengkuran halusnya menandakan tidurnya sudah pulas, walaupun ponsel bergetar berulang-ulang, Laras tidak mendengarnya apalagi tidur dalam keadaan kenyang pasti tambah kenyang pula tidurnya hehehe.
Suara Adzan subuh berkumandang, menandakan harus bangun mengerjakan perintah-Nya , dan menjauhi larangan-Nya.
Laras berjalan gontai masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Selesai melakukan perintah-Nya, Laras masuk ke dalam dapur untuk memasak menu sarapannya, dan bekalnya untuk berangkat bekerja.
Setelah berkutat di dapur, dan mandi. Laras sudah duduk manis di depan televisi untuk menunggu sahabatnya yang menjemputnya. berkali-kali Laras melihat jam tangannya, dan dudukp pun dengan gelisah, karena Laras takut telat, takut gajinya dipotong.
Tin tin tin tin tin....
Klakson sepeda motornya membuatnya terlonjak kaget, bunyinya sangat nyaring membuat Laras menyudahi lamunannya, dan bangkit untuk menutup pintu rumahnya, dan menghampiri sahabatnya yang duduk anteng diatas sepeda motornya.
__ADS_1
"Berangkat!" Tutur keduanya