Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 dua puluh dua


__ADS_3

Semenjak menikah dengan Laras, hidupnya Wira lebih teratur, berubah kearah yang lebih baik, dan hidupnya lebih bahagia tidak seperti dirinya belum menikah lagi.


Pesona Wira sangat melekat di dirinya, paras wajahnya yang tampan, badannya juga sangat atletis, Wira mendapatkan julukan Hot Daddy.


Meskipun sudah memiliki tiga orang anak, pesonanya tidak terkalahkan dengan para pebisnis muda yang menjadi partner kerjanya.


Yang di rasakan saat ini adalah rindu, bila di rasa jauh Wira pasti akan merindukan keluarganya, wanita yang di cintanya, dan anak-anak yang sangat di sayangi nya.


Kali ini Wira harus meninggalkan keluarganya, Wira sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota. Perjalanan bisnis ini memakan satu minggu, tapi bagi seorang Wira sangatlah lama bagaikan satu tahun lamanya.


Wira sudah berkantor di kantor cabang perusahaannya, terletak di kota Surabaya, kota kedua setelah Jakarta.


Wira mengambil gawainya untuk melihat potret keluarga di galeri ponselnya, matanya terus saja memandangi layar ponselnya, dan tangannya sedang mengusap-usap lembut layar ponselnya.


Papa merindukan kalian


Belum puas memandangi, gawainya terus berbunyi tertera nama sang istri, membuatnya cepat-cepat menggeser touchscreen sebagai tanda bahwa panggilan di terimanya.


"Hallo, Assalamualaikum mas.." sapa Laras dengan riang.

__ADS_1


"Aku telepon, ganggu pekerjaan mas nggak?" tanya Laras ingin memastikan jawaban suaminya, sebelum Laras meminta ijin sang suami.


"Waalaikumsalam juga sayang!"


"Ada apa Yank tanyanya beruntun banget, padahal mas aja belum balas salamnya..." Tutur Wira yang curiga dengan pertanyaan sang istri, biasanya istrinya tanyanya lagi apa? Sudah makan belum? lha pertanyaan satu RT di sampaikan ke dirinya.


"Hehehe mas bisa aja, gini mas rencananya Laras dan anak-anak akan menginap di tempat ibu, apakah mas ngijin untuk menginap?"


tanya Laras dengan takut-takut, takut kalau tidak mendapatkan ijin, takut anak-anak nya kecewa bila Papa tidak memperbolehkan menginap di rumah neneknya.


"Mau berapa hari nginapnya Yank?"


"Paling satu hari mas, besok juga sudah pulang kog! katanya anak-anak merindukan menginap di rumah neneknya." jawab Laras.


Laras menjelaskan maksud menginap di rumah ibunya, semata-mata Laras lakukan demi anak-anak nya.


"Baiklah mas kasih ijin, tapi ingat ke rumah ibu harus di antar sama sopir, tidak boleh pergi naik kendaraan umum." Wira memberi wejangan ke istrinya.


"Nggih mas ku sayang! cinta ku! belahan jiwaku.." ucap Laras.

__ADS_1


"Ahhh bikin mas pengen cepet-cepet pulang!" sahutnya Wira mengerlingkan kedua matanya, dengan alis sudah naik turun.


Mereka mengobrol kan banyak hal, saling bertukar kata rindu, kata cinta, dan masih banyak yang mereka ceritakan.


***********


"Yeeeaaaahhhh ke rumah nenek." seru Belva yang penuh dengan kegirangan.


"Beneran ma, kita akan menginap di rumah nenek, Kakek Mah?" tanya Belva .


"Iya sayang!" jawab Laras mengelus rambut putrinya, dan merapikannya di belakang telinganya..


Mendengar jawaban Mama nya, Belva langsung berlari ke kamarnya untuk membereskan pakaian, dan barang-barang yang akan di bawa ke rumah Eyang kung, dan Eyang putri.


Laras pun sama mulai merapikan pakaian dua anaknya untuk di rapikan di dalam koper, dan keperluan lainnya juga menjadi perhatiannya.


Maklum masih bawa bayik, barang bawaannya sangat banyak, dan keperluan ini itu juga tidak luput dari barang yang akan di bawanya.


Mereka berdua ibu dan anak masih sibuk mempacking barang bawaannya, sedang Belva sedang sibuk membantu Mama nya untuk memasukan barang-barang bawaan adiknya.

__ADS_1


__ADS_2