Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 18


__ADS_3

Selamat malam. author Up kembali cerita ini. semoga suka☺☺☺


Jangan lupa Rate-nya☺☺☺


Setelah pertemuannya dengan Andra satu minggu yang lalu, Laras menjalani aktivitas seperti biasanya. Setiap pagi hari Laras berangkat bekerja dengan mengayuh sepedanya.


Laras selalu membawa bekal makannya untuk makan siang nya nanti untuk berhemat untuk tidak jajan sembarangan.


Sebentar lagi Laras akan mengambil liburnya dan cutinya untuk pergi ke Yogyakarta mengunjungi kedua orang tuanya dan adik-adiknya.


Laras sangat merindukan keluarganya yang biasanya setiap hari akan di masakin sama ibunya, tetapi sekarang Laras harus bisa mandiri sendiri untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.


Menekan dadanya yang sesak Laras mencoba menghalau bulir air matanya yang siap jatuh di pipinya.


"Pak, Buk Laras rindu!" Ujarnya Laras memeluk foto keluarganya yang selalu ada di dompetnya.


"Ras" tanyanya Tari yang menepuk pundaknya dari belakang


Laras mencoba mendongak ke atas untuk melihat siapa yang menepuk pundaknya. Setelah tahu siapa Laras langsung menghambur ke pelukan sahabatnya.

__ADS_1


"Sabar, Ras pasti indah pada waktunya!" bisiknya Tari sambil mengelus punggungnya agar Laras lebih tenang.


Terima kasih ya tari udah mau jadi sahabatku. Laras masih banyak kekurangan tidak seperti dirimu Tari yang tinggal bareng kedua orang tuamu dan adik-adik.


"Udah jangan nangis entar cantiknya hilang!" Celetuk Tari menghibur sahabatnya.


"Apaan sih Tar! nggak lucu!" tukasnya Laras menghapus air matanya.


Sebenernya kamu itu cantik Ras, jangan sering bersedih apalagi menangis, Semangat untuk tersenyum Ras.


Tari saya mau cerita ke kamu, satu minggu yang lalu saya berkenalan dengan seorang pria yang wajahnya ganteng, rahang tegas, seperti orang kaya karena memakai jas mahal.


"Kenal di mana?" tanyanya Tari antusias ingin tahu pria seperti apa yang mengajak kenalan dengan sahabatnya.


"Ganteng nggak Ras orangnya?" tanyanya Tari yang senyum-senyum sendiri membayangkan bila itu dirinya yang di ajak kenalan.


"Ganteng, kaya, mobilnya bagus!" Serunya Laras mengingat pertemuan pertamanya.


Udah yuk kembali bekerja, Laras membuka tokonya dengan ringan karena sedikit bebannya sudah berkurang setelah cerita dengan sahabatnya.

__ADS_1


"Ras, gimana Pak Andra?" tanyanya Tari tiba-tiba memikirkan Pak Andra dan istrinya.


"Baik Tari, masih seperti dulu! Jawab Laras dengan sedikit tidak semangat mengingat dirinya di pandang rendah oleh pak Andra di depan Bastian teman barunya.


"Tari kamu bawa bekal apa?" tanyanya Laras mengalihkan pertanyaannya yang membahas tentang pak Andra.


Hari ini mamaku tidak memasak Ras, karena papa, mama mau pergi ke Surabaya untuk menjenguk saudara dari papa yang sakit sudah satu minggu ini di rawat di rumah sakit.


*****


Di kediaman Andra masih menikmati sarapan bersama dengan keluarga besar Andra yang sedang berkunjung ke rumahnya.


Tidak ada percakapan di tengah meja makan karena sudah tradisi tidak boleh bicara kalau masih makan.


"Sayang nambah?" tanyanya istrinya yang menawarkan kepada suaminya bila ingin menambah porsi makanannya.


"Cukup sayang!" Ujarnya Andra tersenyum manis kepada istrinya.


Setelah sarapan, Andra bersiap untuk pergi ke kantor karena ada meeting pukul 10.00 pagi ini, di restauran dekat toko swalayan tempat Laras bekerja.

__ADS_1


Terimakasih untuk like, koment, vote nya.


Jangan lupa VOTE☺☺☺


__ADS_2