Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 Duapuluh Lima


__ADS_3

Wira makin bersemangat setelah menyelesaikan pangggilan telepon, wajahnya langsung Berseri-seri ketika melihat anak dan istri dalam keadaan sehat, nampak bahagia terpancar di wajahnya mereka.


Istri yang aku nikahi, ibu dari anak-anak ku, kamu adalah wanita hebat ku.


"Rindu, yank." ucap Wira dengan sendu, sesekali jemarinya mengusap layar ponsel yang tertera foto berdua dengan sang istri.


"Tunggu aku, aku pasti menjemput mu!"


Beristirahat sejenak, kini Wira sudah kembali mempelajari dokumen yang menumpuk diatas meja.


Fokusnya ingin segera selesai biar urusan di sini cepat kelar, dan bisa menjemput anak-anak ke rumah sang mertua.


🥝


Laras masih sibuk membantu sang ibu memasak di dapur, menu makan siang kali ini berbeda.


Bukan makanan mewah yang harganya mahal, tetapi semua yang di masak hari ini hasil kebun sendiri.


Betapa senangnya hidup di kampung, bila tak punya uang bisa ambil sayuran di kebun


"Bu, ini di tambah bumbu apa lagi ya kog rasanya agak aneh ya." tuturnya setelah sedikit mencicipi hasil masakannya.


Biasanya tak pernah gagal, tak tahu kenapa hari ini kog ada yang kurang, tetapi apa? bingung?


"Kenapa Ras?" tanya sang ibu.


"Coba ibu cicipi hasil masakan ku bu, rasanya aneh gimana gitu bu."


"Aneh gimana?"

__ADS_1


"Coba dulu, bu."


Sekian detik setelah percakapan, sang ibu mencicil hasil masakan putrinya "Menurut mu rasanya emang seperti ini, emangnya aneh gimana?" batin sang ibu.


"Menurut ibu enak aja." sembari tersenyum, mengecap hasil cicip mencicipi.


"Syukurlah." batinnya bersorak gembira, ternyata tidak ada yang salah dalam hal masakan.


"Apakah perasaan ku yang bermasalah?"


Teka-teki pertanyaan tersebut hanya mampu ia ucapan dalam hati, tak ingin sang ibu tahu tentang harinya yang sedikit tak menentu.


Setelah menyelesaikan masakan, menata diatas meja makan Laras terbirit-birit ke kamarnya untuk menyelesaikan hajatnya sekaligus mandi.


Mumpung anak-anak sedang sibuk bermain, meluangkan waktu adalah jurus yang ampuh supaya sang anak-anak tak rewel bila ia hilang dari pandangannya.


🥝


Seperti ini mereka sedang ribut kecil, meributkan mainan yang laki-laki tak mau mengalah dengan saudara perempuannya.


"Ini punya aku, balikin." Ifa yang sudah memerah, siap meluncurkan awan panas.


"Biarin wlek!" Ab menjulurkan lidahnya, sangat suka menganggu sang adik yang bikin gemes.


"Ifa cengeng, jeyek." Ab terus saja menggoda sang adik, rasanya seperti mendapatkan mainan baru.


Bukan Ifa namanya bila tak meluncurkan awan panas, meskipun tak bersuara tetap kedua matanya sudah Berkaca-kaca.


"Hahahaha.. nangis."

__ADS_1


Belva yang mendengar keributan kecil di ruang tengah, berlari kecil menghampiri my twins takutnya mereka makin berantem.


"Adik Ab, enggak boleh gitu sama adik Ifa. Nanti kalau Papa tahu, pasti enggak di beliin eskrim sama Papa lho, emangnya mau, bang?"


"Ab menggeleng."


"Cup-cup sayang, sayangnya kakak Va."


Belva mengusap jejak airmata adik kecilnya, memeluknya supaya berhenti menangis.


"Tenang ada kakak, nanti Abang Ab kakak jewer."


Mendengar ucapan barusan membuat air mata nya Ifa berhenti mengalir di pipi, hanya tinggal sesegukan kecil.


"Abang Ab minta maaf ke adik." pungkas Belva. Nanti kalau mama tahu Abang enggak di beliin es krim seperti adik gimana?"


Belva menasehati sang adik penuh dengan kesabaran intonasi nada suaranya pun sangat lembut.


Mengusap lembut rambutnya, "Kakak tahu Abang pasti enggak sengaja, tapi Abang salah karena itu mainan adik."


"Iya, abang salah, abang minta maaf." tuturnya dengan raut wajah penuh penyesalan.


"Minta maafnya ke adik, bukan ke kakak."


"Ab mengangguk."


Akhirnya my twins saling memaafkan, keduanya sudah akur kembali. Mereka sudah bermain bersama, tertawa, bahkan saling bertukar mainan.


Maaf teman-teman lama tak mengudara lewat cerita halu ku, ada rasa ingin menyelesaikan cerita ini sampai tamat, doakan ya teman-teman semoga cerita bisa tamat seperti cerita lainnya.

__ADS_1


Semoga masih ada yang suka, mau membaca cerita ku. Jangan lupa ya dukung cerita ini dengan kritik saran dari kalian sangat berharga.


Semangat.


__ADS_2