
Acara empat bulan kehamilan istrinya dan calon anak keduanya, Wira sangat antusias, karena ini kehamilan pertama istrinya yang butuh pendamping yang sudah berpengalaman.
Andra dan istri juga datang, memenuhi undangan Wira. Kebetulan Andra dan istri sedang berlibur di Yogyakarta, sekalian Andra ada kunjungan ke rumah saudara yang punya hajat.
Suasana di kediaman Wira sangat ramai, banyak tamu undangan yang datang silih berganti.
Laras dan Belva tengah bersiap-siap di kamarnya, sedangkan Wira sudah turun ke bawah untuk menyambut keluarga inti yang sudah berdatangan. Keluarga Wira yang dari Jakarta juga datang, kerabat, saudara dan juga Opa Oma-nya juga hadir di acara empat bulan istrinya.
Keluarga dari Laras juga hadir, sejak dari kemarin mereka sudah menginap di rumahnya Wira dan Laras.
Di kamarnya Laras sedikit deg-degan, rasanya seperti permen nano-nano. Si cantik Belva senantiasa berada di samping Mamanya, takut Mama-nya kenapa-napa, alhasil Kaka Belva selalu buntutin Mamanya kemanapun pergi.
"Mama mah diam aja di sini sama Kaka, ental Adiknya gelak-gelak telus Mama bica capek." Tutur belum yang tidak mau Mamanya kecapekan.
__ADS_1
"Mama cuma mau ke kamar mandi sebentar sayang." Sahutnya Laras yang meninggalkan Belva dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, Laras berniat memanggil Belva yang sedang duduk sembari menopangkan dagunya, kedua ekor matanya melirik ke arah kanan kiri untuk berjaga-jaga kalau Mamanya kenapa-napa.
Laras jadi gemas sendiri dengan tingkah laku putrinya yang sangat posesif, sedangkan suaminya nyantai aja menanggapi kehamilannya ini. Belva anak yang sangat penyayang, pertama kali bertemu Laras sudah jatuh cinta dengan anak pertamanya.
Acara sebentar lagi akan di mulai, Laras dan Belva turun dari kamarnya, keduanya saling bergandengan seperti angka sepuluh.
Semua pasang mata yang melihatnya pasti akan terpesona dengan kedua perempuan yang berbeda usia, sungguh kecantikan tidak ada tandingannya meskipun simpel tetapi sangat elegan.
Deg
Deg**
__ADS_1
kedua matanya menyelusuri sejauh mata memandang, Laras melihat suaminya mengobrol dengan orang yang di masa lalunya. Bukan berarti Laras masih menyimpan rasa, hanya rasa keterkejutan yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah acara.
*****
Acara pengajian sudah di mulai, ibu-ibu pengajian sangat khusyuk membaca ayat demi ayat kitab suci Al-Quran. Belva hadir di tengah-tengah Papa Mamanya, Belva juga sangat khusyuk mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran yang di bacakan ibu-ibu pengajian.
Rangkaian acara empat bulan berjalan sangat lancar, khusyuk sesuai harapan kedua calon orang tua. Opa Oma, Kakek Nenek turut hadir juga untuk mengikuti rangkaian acara empat bulan calon cucunya.
Setelah menikmati hidangan makanan, mengucapkan selamat atas kehamilannya, selamat menjadi orang tua baru. Ibu-ibu pengajian sudah pamit pulang, tamu undangan juga sudah meninggalkan tempat acara. Tinggal keluarga inti dan keluarga Andra saja yang belum pulang, Andra dan Wira masih asyik mengobrol karena ini pertemuan pertamanya setelah mereka menikah.
Tiba saatnya Andra dan keluarga pamit undur diri, tangannya terulur menyalami Kedua suami istri, dan mengucapkan kata selamat atas kehamilannya.
Di hatinya Laras ada yang berbeda, ternyata Andra tidak mengenalinya, Laras sangat bersyukur karena mantan suaminya sudah tidak mengingat masa lalunya. Ada kelegaan di hatinya, karena Laras bingung harus bersikap seperti apa, karena semua itu hanya sebuah masa lalu, selalu menjadi masa yang sudah lewat.
__ADS_1
Maaf Up sedikit.