Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 Tiga


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Setelah pemeriksaan di rumah sakit dan mengetahui dirinya hamil baby twins, Laras tidak henti-hentinya tangannya mengelus lembut perutnya, yang bersemayam dua Baby twins di dalam rahimnya.


"Terimakasih untuk anugerah terindah, yang engkau percayakan kepada kami, Engkau berikan kesempatan pada hamba untuk bisa mengandung seperti perempuan lainnya, yang engkau titipkan langsung Baby twins di dalam rahimnya hamba." Ucap Laras membatinnya.


Laras bertekad akan menjaganya dengan baik, akan selalu memperhatikan setiap makanan yang di konsumsi yang masuk ke dalam tubuhnya, yang langsung bisa di makan Baby twins.


Setelah suaminya berangkat kerja, Belva juga belum bangun dari bobok-nya. Laras asyik berjemur di belakang rumahnya, yang terletak ada taman kecil dan gazebo untuk menemani keluarga bila ingin bersantai.


Lagi asyik-asyiknya menikmati udara pagi hari yang begitu cerah dan masih fresh, Laras di kejutkan dengan suara langkah kaki kecilnya berjalan ke arahnya, dengan rengekan khas anak kecil.


"Mama...." Rengekan Belva terdengar jelas di telinganya Laras.


"Iya sayangnya Mama Lalas..." Sahutnya Laras menimpali perkataan rengekan Belva yang terdengar sangat manja.


"Tadi Va cali-cali Mama di dapul ndak ada, telnyata Mama di cini..." Tutur Belva yang masih mengucek-ngucek matanya.


"Iya sayang, Mama lagi berjemur sama adik yang berada di perutnya Mama, Kak." Kata Laras yang sudah berjongkok di depannya Belva.


"Adiknya Kaka ndak nakal kan, Ma."


"Nggak sayang."

__ADS_1


"Waktunya Kaka mandi dulu bau acem." Ujar Laras yang mengendus-endus badannya Belva.


Setelah memandikan Belva, dan Laras juga sudah rapi dengan baju rumahan. Mereka berdua duduk di meja makan, Laras sarapan untuk kedua kalinya dan menyuapi sarapan untuk Kakak Belva.


Selesai sudah rangkaian kegiatan di meja makan, keduanya sedang duduk di ruang keluarga, menemani Belva bermain dan Laras memilih menonton siaran pengajian yang biasanya di tayangkan setiap pagi pukul 06.00 WIB.


Jam berjalan sangat cepat, tidak terasa waktu dhuhur sudah tiba. Laras langsung bergegas melaksanakan kewajibannya, baru melanjutkan kegiatannya untuk bobok siang bersama Belva, tidak lupa juga mereka sudah makan siang bersama.


***


Tibanya Wira di kantor langsung di sambut dengan sapaan para pegawai, sesekali Wira menimpali dan tersenyum. Pagi ini hatinya Wira membuncah sangat bahagia, setelah istrinya di nyatakan hamil Baby twins satu minggu yang lalu.


Semenjak kehamilan istrinya, Wira berubah 180% berubah menjadi pribadi yang hangat, sekarang lebih suka menebar senyumnya baik di dalam rumah maupun di kantornya. Ini yang membuat pegawainya berbisik-bisik, tentang perubahan atasannya satu minggu belakang ini.


"Pak Wira tambah ganteng dengan banyak tersenyum, sekarang atasan kita lebih ramah dan baik lagi, andaikan Aku di jadikan istri kedua pasti Aku mau banget." Bisik-bisik pegawai yang sedang membicarakan atasannya yang berubah kearah yang positif, dan itu membuat mereka bahagia.


***


"Assalamu'alaikum Dik...Ada apa?"


"Walaikumsalam kak, kata ibu! ibu kangen dengan cucunya..." Jawabnya Adiknya.


"Ahhh ibu ada-ada saja, Laras jadi kangen sama Ibu! Ibu di mana Dik?"

__ADS_1


"Ibu lagi ke Sawah, kak."


"Keponakan Om mana, Kak?"


"Itu masih tidur!" Laras memperhatikan Belva yang masih nyenyak dalam mimpinya.


"Bilangin sama ibu kakak weekand berkunjung ke rumah."


"Baik kak! udah dulu kak."


Sambungan video call sudah di matikan, Laras melihat notifikasi ponselnya yang sudah pukul 15.00 WIB. Laras beranjak dari tempat tidurnya, dan melaksanakan kewajibannya bertepatan adzan berkumandang di masjid dekat rumahnya.


***


Tok!...Tok! Assalamu'alaikum......"


" Walaikumsalam......, Iya sebentar...."


Ceklek...., tumben pulang masih sore Mas! biasanya juga lembur.." Kata Laras yang menggebu-gebu.


"Suami pulang bukannya senang malah sepertinya tidak senang, ya sudah Mas balik lagi saja ke kantor." Tutur Wira yang hendak melangkahkan kakinya untuk berbalik badan, untuk meletakkan sepatu di raknya.


"Ehhhh jangan mas! Baby twins kangen Papa-nya." Bisiknya Laras.

__ADS_1


Wajahnya langsung cerah, Wira memulai aksinya untuk mengajak istrinya untuk masuk ke dalam kamar pribadinya, mumpung Belva masih dalam alam mimpinya. Wira menggunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk menuntaskan rasa kangen kepada sang istri yang baru beberapa jam Wira tinggal.


Di sore hari yang cerah, mereka berdua tengah memadu kasih mencari kenikmatan bersama, suara-suara desahan keduanya menghiasi kamarnya mereka berdua, Laras pun tidak bisa menolak pesona suaminya yang membuat menjungkirbalikkan dunianya ke awang-awang.


__ADS_2