
Hari ini Author baik hati Up. semoga masih ada yang mau membaca cerita ini
Sudah satu minggu operasi transfer embrio ke rahim Laras. Laras sudah mulai beraktivitas seperti biasa sebagai penjaga toko swalayan.
Mendengar kabar dari adiknya yang di Yogyakarta membuat Laras tersenyum bahagia pengorbanannya tak sia-sia bila melihat bapaknya sembuh.
Flashback
Yogyakarta
Bapaknya Laras tersenyum sumringah kondisi semakin membaik. sekarang sudah bisa beraktivitas yang ringan-ringan seperti sekarang ini bapaknya Laras pergi ke ladang untuk melihat para pekerja di sawahnya yang sedang menanam bibit cabe.
Uang sisa pengobatan yang Laras berikan kepada kedua orang tuanya di belikan sawah oleh bapaknya di daerah tempat tinggalnya. Ibu Laras dulu bekerja sebagai buruh cuci di tetangga dekat rumahnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama di Yogyakarta.
Tetapi semua telah berubah semenjak menggarap sawah yang di belinya pasca dua bulan tinggal di Yogyakarta.
Sekarang Ibunya tidak lagi bekerja sebagai buruh cuci, sesekali Ibu Laras pergi ke sawah. Sekarang ini Ibu Laras lebih fokus mengurus rumah, anak-anaknya, serta suaminya.
Semenjak tinggal di Yogyakarta Bapaknya lebih semangat menjalani hari-hari dan lebih banyak tersenyum.
__ADS_1
"Buk, Bapak lebih betah tinggal di sini!" ucap bapaknya memberikan senyum.
"Kenapa pak?" tanyanya Ibu Laras memandang suaminya lebih intens.
"Bapak sepertinya merasa sehat di sini! udaranya masih asri dan segar beda di kota, Buk!" jawab Bapaknya Laras menerawang masa lalu selama hidup di kota.
"Ibu ikut bapak saja." jawab ibunya Laras.
flashback off
Laras mendengar cerita adiknya yang panjang kali lebar seperti rel kereta api sampai terkantuk-kantuk di dalam kamarnya.
"Kak" panggil adiknya
"Kebiasaan Kak Laras kalau di ajak cerita pasti tertidur duluan" batin Anna adiknya Laras (author lupa namanya)😁😁😁
Seperti biasa pagi hari Laras sudah terbangun sebelum waktu subuh tadi, mendengar adzan berkumandang Laras lekas bangun dari tempat tidur bergegas memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah ibadah selesai, Laras memasuki arah dapur untuk memasak sarapan paginya. menjadi rutinitas Laras setiap pagi harus sarapan, kalau tidak sempat makan di rumah Laras akan membawa bekalnya ke tempat kerja.
__ADS_1
Pukul 07.00 pagi Laras berangkat kerja seperti biasa mengayuh sepedanya sampai toko swalayan.
Hitung-hitung untuk olahraga pagi untuk mengeluarkan keringat, Laras bersenandung ceria menyanyikan lagu kesukaannya.
Pukul 07.30 Laras sudah sampai di toko yang telah di tunggu Tari sahabatnya.
"Tumben berangkat pagi Tar! biasanya kamu sering telat." tanyanya Laras ke Tari.
"Berisik banget masih pagi! persis emak-emak rempong." cibirnya Tari yang sudah mengomeli ke Laras .
"Woi santauy Tar! ucap Laras.
Laras berlalu untuk membuka kunci tokonya dan meninggalkan Tari yang masih duduk dengan malas.
Laras sudah membersihkan area tokonya dengan menyapu, mengepel, dan me lap kaca di depan.
"Lho kenapa sih Tar diam saja?" tanyanya Laras.
"Aku nggak apa-apa Ras." Jawab Tari berusaha tersenyum menampilkan giginya yang putih.
__ADS_1
"Lanjut kerja yuk." ucap Tari mengandeng tangan Laras untuk melanjutkan aktivitas yang tertunda.
Sebenarnya autor dilema antara melanjutkan cerita ini atau cukup sampai di sini karna peminatnya kurang. semangat autor hilang idenya tidak muncul. masih ada yang suka nggak sih sama cerita ini??