Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 31


__ADS_3

Selesai Laras menyiapkan makanan, dan di hidangkan di atas meja makan, Laras mulai memanggil satu-satu keluarganya untuk makan bersama.


"Pak, Bu, dan adik-adik makanan udah siap." Ajak Laras kepada seluruh anggota keluarganya.


"Iya kak cantik." Ujar adiknya Ani yang lagi menyapu halaman depan, karena di tumbuhi pohon rambutan, dan mangga.


"Kakak baik dech!" Ujar Rudi menoel-noel pipi kakaknya yang sudah dulu duduk di kursi meja makan.


Kamu itu pintar banget kalau lagi merayu kakak, di ajari siapa hmmm?" tanyanya kakaknya Laras.


"Yang ngajarin kakakku yang paling cantik ini


" Ujar Rudi mencubit pipinya kak Laras, da tersenyum lembut.


Setelah selesai makan, keluarga Laras melanjutkan mengobrolnya di ruang tamu atau ruang telivisi.

__ADS_1


Keluarga mereka nampak bahagia walaupun hidup sederhana tidak mengutus rasa kebersamaan, dan saling menghargai, dan saling menghormati.


Misalnya malam ini, setelah mereka kekenyangan makan langsung menyandarkan tubuhnya di atas sofa busa yang ada di ruang tamu, dan satu meja khusus untuk meletakkan telivisinya.


Mereka banyak menceritakan pengalaman pertama kali Laras mencari pekerjaan, dan Pertama juga kedua orang tuanya, dan kedua adik-adiknya pulang ke kampung halaman di Yogyakarta.


Setelah selesai mengobrol di depan televisi, Bapak dan ibunya bangkit dari duduknya terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kamar tidurnya, untuk beristirahat terlebih dahulu.


"Ras, Di, Ni bapak ibu pergi ke kamar dulu mau istirahat badan ibu terasa capek, dan pegel semua." Ujar ibunya mengabsen satu persatu anaknya yang masih menikmati acara televisi yang tidak sepenuhnya di tontonnya.


"Iya ibu." Jawab serempak mereka bertiga.


"Kak, kerja itu enak nggak?" tanyanya Ani dengan wajah polosnya.


"Hmm, gimana ya?" Laras pura-pura berfikir, dan menggaruk-garuk kepalanya untuk mencari jawaban yang pas.

__ADS_1


"Jawab dong kak! Ani ingin tahu." Paksa Ani menggoyang-goyangkan lengan kakaknya menunggu jawabannya.


Kerja itu ada enak, dan nggak nya, Dik. karena kerja itu berat, dan tidak semudah yang kita bayangkan. bahagia kalau kita punya gaji sendiri, bisa kemana-mana dengan uang sendiri, tetapi ada yang tidak enaknya karena kerja itu capek.


"Sekolah yang pintar biar kerjanya lebih enak, tidak seperti kakak yang kerja cuma di toko swalayan." pesan Laras kepada Ani adik perempuannya.


"Iya-iya kak." Semoga Ani bisa lebih baik bisa buat kakak bangga, dan bapak ibu bisa bahagia di masa tuanya.


Ehemmmmmm...


Deheman Rudi membuat kedua perempuan yang sedang bercengkrama itu menoleh kepadanya.


"Mentang-mentang asyik bercerita dengan adiknya, sampai adik tergantengnya di lupakan, dan tidak di anggap sama sekali olehnya.


"Uluhhuluh...... adik kakak yang ganteng ini mulai protes, dan mulai ngambek." Ujar Laras mencubit pipinya adiknya Rudi dengan gemasnya.

__ADS_1


"Iihhh kakak jangan suka cubit-cubit entar gantengnya aku hilang karena di cubit kakakku yang cantik ini." Ujar Rudi yang pura-pura merajuk, dan sedikit ngambek di perlakukan kakaknya yang jadi bahan cubitan kakaknya.


Pokoknya kakak yang terbaik, kita semua sayang sama kakak ku yang tercantik, kakakku yang the best, dan paling-paling baik sedunia, dan tidak ada duanya.


__ADS_2