
Satu minggu kemudian.
Kehidupan Laras kembali lagi seperti dulu, bekerja, dan bekerja.
Hari ini Laras, dan Andra memutuskan untuk pergi ke dokter untuk memastikan programnya berhasil, dan tidaknya.
Karena satu bulan ini, Laras tidak ada tanda-tanda mual, muntah, dan tidak nafsu makan seperti yang di rasakan wanita hamil pada umumnya.
Laras merasakan biasa saja, tidak merasakan apa-apa yang ada Laras malah nafsu makannya yang tinggi, setelah kepulangannya dari Yogyakarta.
Pagi ini Andra menyempatkan dirinya untuk menjemput Laras dirumahnya, yang kebetulan sekali Laras sedang libur tidak bekerja.
Pukul 05.00 pagi Laras sudah bangun, dan memasak sarapan alakadarnya terpenting perutnya terisi, dan tidak kelaparan kalau naik mobil atau angkutan umum akan mabuk bila perutnya kosong.
Setelah melakukan aktivitas membersihkan rumahnya, dan mencuci bajunya. Laras bergegas menuju ke kamar mandi tempat ternyaman menurut Laras.
Selesai membersihkan badannya, Laras berganti baju yang menurutnya pakaian terbaiknya, dengan rok pendek selututnya, dan kemeja bunga kecil yang sangat pas di tubuhnya Laras.
Berkali-kali Laras mematutkan dirinya di cermin, dan memoles bedak tipis di wajahnya, dan memakai lipbalm yang murah, tetapi tidak murah sangat cocok di pakai Laras.
__ADS_1
Tin tin tin......
Klakson mobil Andra terdengar sangat nyaring di telinganya Laras, membuatnya sedikit kaget.
"Iya sebentar!" Jawab Laras dari dalam rumahnya.
Laras buru-buru mengambil tasnya, yang ada di rak khusus untuk meletakkan tas, sandal, dan sepatu yang Laras gantung di sebelah nakas kamarnya.
Laras mengucir kuda rambutnya, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. Andra yang melihatnya meneguk ludahnya dalam-dalam, dan merubah ekspresinya yang tatapan memujanya.
Laras mengunci pintu rumahnya, dan kuncinya di letakkan di bawah keset lantai di pintu masuk rumahnya.
Tok!.... Tok!....
Laras mengetuk-ngetuk kaca mobilnya Andra, tidak ada sahutan sama sekali, Laras mencoba untuk mengentuk lagi, tetapi niatnya di urungkan.
"'Pak! Pak....." Sapa Laras dari luar mobilnya Andra, yang berdiri persis di samping mobilnya Andra
"Pak! Pak!...Pak!... Sapa Laras lagi-lagi tidak ada sahutan dari dalam mobilnya.
__ADS_1
Akhirnya Laras kembali ke rumahnya, dan kembali duduk di kursi tamu yang ada di luar rumahnya.
Laras duduk sembari memainkan ponselnya, dan mendengar lagu di YouTube. Dan Laras ikut tertawa cekikikan melihat model di video klipnya yang di tonton di Chanel YouTube nya, dan ikut bernyanyi menirukan sesuai penyanyi aslinya.
"Laras! Teriak Andra yang sudah berdiri di samping tempat duduknya.
Ehhh,! Pak Andra..." Sahut Laras yang merasa sedikit malu karena di perhatikan terus-menerus.
"Kamu mau di situ saja apa mau ikut saya kerumah sakitnya?" tanyanya Andra yang sedikit gerem dengan rok pendek selututnya yang di pakai Laras memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus.
"Ikut! tunggu Pak!" Tutur Laras yang mengejar Andra dari belakangnya, dan mengimbangi langkahnya Andra yang sangat cepat.
"Masuk!" Ujar Andra yang sedikit dingin, dan memancarkan aura permusuhan antara dirinya, dan Laras.
Laras menatapnya tidak kalah tajam, karena perilaku Andra yang sangat berbeda tidak seperti biasanya.
"Ada apa dengan pak Andra?" guman Laras membatinnya.
Laras melihat kearah kaca jendela, tanpa mau melihat Andra yang sedang mengemudi mobilnya.
__ADS_1
Laras hanya bisa menghela nafas panjang nya, karena Laras tidak suka suasana yang sunyo, dan mencekam seperti ini.