
Author kembali Update cerita ini.
semoga masih ada yang membacanya.
Sore ini Laras pulang lebih awal karena Laras ingin pergi ke Stasiun untuk membeli tiket kepulangannya ke Yogyakarta esok lusa.
Laras mengayuh sepedanya yang berjarak 30 menit dari toko swalayan tempat Laras bekerja menuju stasiun besar di Jakarta.
Di tengah perjalanan Laras selalu menebar senyum bahagia, dia akan selalu menyapa siapa saja yang lewati jalan yang sama dengannya karena Laras terlalu baik dan selalu murah senyum.
Tiba di stasiun Laras memprakirkan sepedanya di tempat parkir khusus sepeda roda dua atau sepeda onthel. Laras berjalan dengan tergesa-gesa takut tidak kebagian tiket untuk ke Yogyakarta karena lusa adalah hari libur dan cuti bersama.
"Permisi Mbak! mau tanya tiket untuk tujuan ke Yogyakarta masih?" tanyanya Laras sembari memberikan senyumnya kepada penjual tiket kereta api.
"Masih Mbak! mau kelas eksekutif apa bisnis?" tanyanya Mbak-mbak yang menunggu loket tiket penjualan.
__ADS_1
"Kelas ekonomi masih Mbak?" tanya Laras sedikit malu, takutnya uang gajinya tidak cukup untuk membeli tiket eksekutif atau bisnis.
"Bentar Mbak saya cek dulu." Jawab penunggu loket tiket yang mengetik abjad dan menggerakkan kursornya untuk mencari tempat duduk yang kosong untuk kelas ekonomi.
"Untuk hari apa Mbak? berapa orang Mbak?" tanyanya Mbak-mbak penunggu loket tiket dengan tersenyum lembut.
"Lusa, satu orang Mbak!" Jawab Laras dengan lantang karena bersemangat kalau untuk pulang bertemu keluarganya.
"Masih untuk satu orang, maukah Mbak?" tanya Mbak-mbak loket tiket.
Laras menyerahkan data dirinya kepada Mbak-mbak loket tiket, lalu membayarnya dengan uang pas. Laras selalu membawa uang secukupnya saja, tidak pernah membawa uang banyak karena sebagian gajinya di tabung atau di kirim ke rekening orang tuanya.
Laras meninggalkan stasiun dengan tiket di genggaman tangannya, Laras berjalan tidak menengok ke kanan dan kiri karena saking bahagianya, tidak begitu memperhatikan jalanan sekitarnya, tujuannya sekarang ke parkiran mengambil sepeda terus pulang ke rumah.
Bbrruukk....
__ADS_1
Tiba-tiba menabrak dada bidang seseorang yang sangat keras, membuat Laras tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang menabraknya, nyali Laras sangat kecil mungkin dengan berlari masalahnya akan teratasi batin Laras di dalam hati.
Laras berlari terbirit-birit ke tempat parkir, sangat takut bila sampai harus ganti rugi, sedangkan keuangan Laras cuma pas-pasan, cukup untuk membeli tiket dan membayar parkir sepedanya.
"Alhamdulillah, selamet-selamet!" guman Laras menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara pelan-pelan.
"Pak ini uang parkirnya!" Ucap Laras menyerahkan uang untuk membayar parkir. Laras menundukkan pantatnya di kursi tunggu parkiran.
"Kenapa non kok ngos-ngosan!" Ujar tukang parkir melihatnya seorang wanita yang kelihatannya habis di kejar setan
"Nggak apa-apa, Pak!" Ujar Laras mengusap keringat di dahinya.
"Numpang duduk, Pak!" tanya Laras yang sudah mengibaskan tangannya karena banyak keluar keringat.
Laras kembali mengayuh sepedanya untuk pulang ke rumahnya, sebelum sampai rumah Laras memberhentikan sepedanya di pinggir jalan pedagang kaki lima untuk membeli nasi goreng kesukaannya karena hari ini Laras memasak khusus buat sarapan dan bekalnya saja untuk di bawa ke tempat kerja.
__ADS_1
Laras sampai rumah selesai habis Maghrib, rasa lelah dan capek membuat Laras langsung merebahkan badannya sebentar sebelum membersihkan tubuhnya.