
Pulang dari rumah kedua orang tuanya, dan berlibur tipis-tipis di taman kota. Laras bertekad akan memberikan hak'nya kepada suami, Laras juga ingin mempunyai keturunan, dan memberikan Adik untuk Belva selaku anak sambungnya, tetapi Laras sudah menganggapnya anak kandungnya sendiri.
Tibanya Laras di rumah langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya, sedikit berdandan bermake-up tipis, dan pakai lipstik tipis, supaya suaminya lebih suka dengan penampilan barunya.
***
Wira mengendong Belva yang sudah tertidur pulas semenjak masuk ke dalam mobil, Wira meletakkan Belva di kamarnya, dan mengecup keningnya, pipinya, dan terakhir pipinya yang makin gembul.
"Sweet dream, Sayang." bisiknya Wira menaikkan selimut sebatas dadanya.
Wira menutup pintu kamar Anaknya, dan berlalu ke kamarnya untuk menyusul istrinya membersihkan tubuhnya.
Ceklek.... Wira membuka pintunya langsung tidak berkedip, matanya terpana melihat penampilan istrinya yang berbeda, Wira sangat menyukai perubahan di istrinya yang lebih baik untuk suaminya.
"Sayang, kamu cantik banget! Mas suka." Bisiknya Wira memeluk istrinya dari belakang...
"Hemm."
Wira terus saja menghirup wangi lavender istrinya, yang merupakan wangi kesukaannya. Bibirnya mengeksplorasi leher jenjang istrinya, yang tidak tertutup hijab.
__ADS_1
"Cantiknya istrinya, Mas ." Bisiknya Wira.
Wira tidak tinggal diam, tangannya sudah bergeliya masuk ke dalam tubuh istrinya bagian atas, tangannya mulai membuka kancing pakaian Laras satu persatu. Terpampang jelas bukit kembarnya, bukit idamannya, kaum Adam pun semua menyukai bukit kembarnya termasuk dirinya sendiri.
"Indah sayang."
"Jangan di lihatin Mas, Malu." Ucap Laras yang sudah bersemu merah di pipinya.
"Maunya Mas apain, hemmm?" godanya Wira menaikkan turun alisnya.
"Iiih Mas mah." Laras memukul dada bidang suaminya.
Adegan demi adegan mereka peragakan sangat indah, beberapa kali juga mereka mengulang permainannya, sekarang istrinya yang lebih dominan dalam memimpin. Rasa lelah terbayar sudah, ternyata Wira yang pertama untuk istrinya, wanita yang di nikahin seorang janda tetapi masih perawan.
Wira tidak henti-hentinya tersenyum, karena Dia yang pertama membobol gawang istrinya. Rasa bangga dan bahagia menjadi satu, istrinya benar-benar menjaga untuk suaminya.
Sedangkan Laras tertidur pulas di samping suaminya, lelah, capek dan kantuk membuatnya memilih memejamkan matanya, rasa malu pasti ada, sore ini Laras sangat agresif dan meminta ke suaminya berkali-kali lipat.
"Terima kasih, sayang." Wira mengecup kening istrinya.
__ADS_1
Mereka berdua tidur saling berpelukan, saling menyalurkan energi positif. Dua insan yang saling mencintai akhirnya bisa menyatukan cinta mereka berdua, dengan Kata Syah keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Sore hari di rumahnya ini menjadi saksi bisu, Laras telah menunaikan jewajibannya dan memberikan haknya ke suaminya. Perjalanannya cinta Laras menemukan kebahagiaannya sudah di mulai, penantian panjangnya berakhir dengan kata bahagia.
Laras bahagia dengan pernikahannya ini, Laras merasa di hargai, di cintai dan di hormati sebagai seorang istri. Laras menjadi ibu sambungnya Belva adalah pilihannya, menjadi istri kedua dari suaminya.
Inilah akhir perjalanan cinta Laras yang penuh dengan lika-liku, penuh air mata, dan endingnya penuh bahagia.
Laras sudah menemukan kebahagiaannya, begitupun Andra mantan suaminya sudah bahagia dengan istrinya. Laras pun sama sudah lebih bahagia dengan suaminya yang sekarang.
Menjadi yang kedua itu tidak enak, baginya Laras sangat beban. Laras seorang perempuan pasti tahu rasanya menjadi yang pertama dan kedua.
Laras sudah menemukan kebahagiaannya. walaupun menikah dengan Duda Beranak satu, yang penting Laras bukan yang kedua, sekarang Laras menjadi istri satu-satunya suaminya.
Terimakasih buat teman-teman yang suka cerita ini, dukungannya, like, koment, dan votenya.
**Jadi Yang Kedua resmi tamat ya.
Terimakasih😍😍😍**
__ADS_1