
Setelah dosennya Pak Wira meninggalkan kelasnya, Suasana di ruang kelas sangat heboh semuanya membicarakan Pak Wira yang kelewatan ganteng ngalah-ngalahin artis Indonesia.
Laras yang melihat teman-temannya cuma tersenyum tipis, Laras tidak berani berucap, cuma menjadi penonton saja yang berada di dalam kelasnya.
Jam pertama mata kuliahnya telah usai, semua mahasiswa menghamburkan ke luar dari ruangan untuk ke kantin untuk mengisi perutnya atau sekedar keluar untuk nongkrong di taman kampus.
Tetapi tidak untuk Laras, Laras cuma berdiam diri di kelasnya, sembari melihat ponselnya yang tidak ada notifikasi yang masuk, Laras mulai stalking di Instagram untuk melihat fashion-fashion yang di jual pelaku online shop.
Yang memudahkan seseorang untuk berbelanja online, teruntuk orang yang malas keluar rumah, sekarang apa-apa di mudahkan oleh teknologi informasi yang sangat canggih di era globalisasi ini.
Beberapa model pakaian terjual di Instagram tinggal uang nya saja punya, dan tidaknya. sebenernya Laras ingin beli pakaian, tetapi ia urungkan karena uangnya mepet untuk beli sesuatu yang bisa ditunda.
Laras membawa bekal makanan, dan minuman biar hemat di kantongnya, karena biaya hidup yang meningkat pendapatan sedang-sedang saja.
Di era pandemi ini semua orang harus bisa berhemat untuk menutupi pengeluaran yang tidak terduga atau tidak penting, sebisa mungkin Laras tidak jajan di kampus, uangnya lebih baik untuk membeli bensin, dan keperluan kampus.
Jam kedua 5 menit lagi dimulai, Laras mulai memasukkan ponselnya ke dalam tasnya, dan duduk dengan anteng.
__ADS_1
Teman-temannya sudah pada masuk kelas, sahabatnya juga sudah duduk di samping bangkunya.
"Kok kamu nggak keluar ke kantin, Ras?" tanyanya Anna.
"Nggak Ann, dari rumah Laras sudah sarapan." Jawabnya Laras.
"Owhh! kirain belum hehehe." Ujar Anna dengan gaya cengengesan nya.
Jam kedua sudah di mulai, semua mahasiswa di kelasnya duduk dengan tenang, tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya.
Semua terdiam sembari menunggu dosennya datang, Laras mulai membuka-buka kamusnya, yang Laras beli di pasar triwindu yang menjual khusus buku-buku bekas, tetapi kualitasnya masih bagus, masih layak pakai.
"Selamat siang juga, Bu!" Seru semua mahasiswa yang menjawab salamnya.
"Mari di buka bukunya, mata kuliahnya saya akan mulai." Ujar Bu Indah.
"Kenalan dulu dong Buk! masa belum kenal ujung-ujungnya tidak sayang, Buk!" decak semua mahasiswa yang ada di kelasnya kecuali laras, dan Anna mereka cuma diam memperhatikan dosennya.
__ADS_1
"Hmm, Boleh."
"Perkenalan nama saya Indah Kusuma, panggil saja Buk Indah." Ujar Buk Indah.
"Saya mengampu mata kuliah bahasa Inggris, ada yang ditanyakan?" tanyanya Buk Indah menatap mahasiswa yang ada didepannya secara intens.
"Tidak ada, Buk!" Jawabnya dengan serentak, dan kompak.
Kalau tidak ada yang di tanyakan, mata kuliahnya Ibu mulai, tolong di perhatikan ya!.
Bu Indah mulai menjelaskan, dan mulai menerangkan mata kuliah yang di ampunya kepada mahasiswa tingkat satu, yang bar saja masuk semester satu.
Serangkaian acara di kampus telah selesai, Laras bersiap merapikan buku-bukunya, dan memasukkan ke dalam tasnya.
Laras mulai mengambil air minum, dan menghela nafasnya. mata kuliah hari ini bikin pusing, banyak pekerjaan kampus yang harus di selesaikan di rumah.
"Semangat Karas!" guman Laras di dalam hatinya.
__ADS_1
Laras mulai menuruni tangga, berjalan kearah parkiran motor, dan menghidupkan mesinnya. Laras membelah jalanan siang hari yang cuaca begitu panasnya. untuk segera tiba di rumahnya, dan beristirahat di kamarnya, sebelum membantu kedua orang tuanya.