
Rumah sakit Medika Wiranegara
Di ruang bersalin Laras sedang di baringkan, nampak jelas di wajahnya aura menahan sakit, dan mengelus-elus perutnya. Ibunya juga hadir menemani sang putri, ibunya pula yang menemani Laras ke rumah sakit. Dengan suara ringngisan kecil, Laras dengan sabar dan lembut tangannya mengusap-usap Anaknya di rahimnya.
"Nungguin Papa ya sayang...." Tutur Laras sembari berbicara dengan sang jabang bayi di rahimnya.
"Duk.. Duk..!" tendangan cukup kuat membuat sang Mama sedikit meringis, tetapi bahagia karena sang anak merespon ucapannya.
"Helehhh...hellehh Anak-anak Mama hebat, Mama sayang kalian berdua, dan Kakak Belva..." Ucapnya dengan kedua matanya berkaca-kaca menahan rasa haru, dan bahagia.
Dokter yang menangani Laras masuk sedikit tergesa-gesa, baru saja sang dokter selesai menjalani operasi Caesar di meja operasi. Ada gurat lelah di wajahnya, demi pejuang sang buah hati, mendengar tangisan sang buah hati, dan melihatnya lahir dengan sempurna membuat lelahnya sang Dokter terobati
"Gimana Buk? mulasnya sering apa hilang timbul Buk?" tanya sang Dokter untuk memastikan.
"Hilang timbul Dok, tetapi tendangan si kecil cukup kuat membuat Mamanya meringis menahan sakit..." Tutur Laras sedikit terkekeh pelan, mengingat tendangan si kecil di perutnya yang sangat aktif.
"Saya periksa dulu ya Buk! tarik nafas dalam-dalam, buang secara pelan-pelan Buk......" Tutur sang Dokter memberikan instruksi ke Pasien..
__ADS_1
Laras melakukan apa yang di instruksikan dokternya, setelah melakukan saran dokternya, Laras lebih rileks dan rasa sakit sedikit berkurang.
"Saya periksa ya Bu jalan lahirnya, Ibu tarik nafas kembali ya Buk!" Ucap sang dokter memberikan aba-aba.
Sang Dokter mulai memasukkan tangannya ke dalam jalan lahir atau bahasa kedokteran melakukan pemeriksaan dalam atau VT.
"Baru pembukaan tiga ya Buk, sabar dulu ya..." ucap sang Dokter untuk memberitahu. Sang Dokter begitu sangat sabar menjelaskan, dengan senyum manisnya membuat pasien lebih nyaman menghadapi persalinan, di tambah dokternya cantik, baik pula.
Setelah di periksa oleh sang Dokter, Laras di pasang infus, dan di pindahkan di kamar perawatan untuk menunggu pembukaan lengkap. Dokter, dan perawat juga sudah meninggalkan kamar persalinan, Laras juga sudah di pindahkan ke kamar rawat, di kamarnya tersisa hanya Laras dan Ibunya.
๐๐๐
Wira membuka pintu ruang persalinan sangat keras, semua orang yang berada di dalam ikut kaget, Laras memalingkan wajahnya yang sedikit kesal dengan sikap suaminya yang tidak tanggap dengan ucapannya di telepon waktu perutnya sedikit sakit.
"Maafkan Mas, Anak-anak Papa jangan nakal ya! kasihan Mama..." Tutur Wira mengusap-usap perut isterinya. Tidak lupa juga Wira memberikan kecupan singkat, dan manis untuk sang jabang bayi.
Ibunya Laras melirik sekilas kepada sepasang suami istri, Laras dalam mode diamnya, sedangkan Wira sudah berusaha meminta maaf kepada sang buah hati di rahimnya Laras. Ada aura yang tidak bersahabat, membuat keduanya saling diam.
__ADS_1
"Selesaikan masalahnya, ibu mau keluar sebentar cari angin..." Tutur sang ibu meninggalkan kamar putrinya.
Di kamarnya tidak ada yang mulai berbicara, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Laras nampak cuek saja melihat jarum jam yang terus saja bergerak, sedang Wira bingung harus berbicara apa, setelah menyadari kesalahannya.
"Sayang, maafkan Mas yang tidak peka..." ucap Wira mengengam tangannya Laras, sesekali mengecupnya.
"Tidak ada jawaban, Laras masih sibuk dengan pikirannya.."
"Duk....Duk..." tendangan si kecil membuat Laras meringis menahan rasa sakit. Dengan sigap Wira membelai lembut perut istrinya, dan mengajaknya berbicara.
"Kangen dengan Papa yang, Nak! Papa sudah disini nemenin mama, dan Adik hingga melihat dunia..." Ucap Wira sembari tersenyum tipis melihat gerakan Anak-anaknya yang sangat aktif.
"**Ajaibnya mendengar suara Papa-nya, dan belaian lembutnya membuat sang anak berhenti menendang..."
"Kamu kangen Papa-mu ya, Nak! tidak mau ya kalau Mama mendiamkan Papa..." batinnya Laras berbicara dalam hatinya.
Akhirnya Laras memaafkan suami**nya, demi kelancaran dalam proses persalinan, dan Laras tidak ingin marahan berlarut-larut yang tidak baik untuk kehamilannya, dan Anak-anaknya yang lahir kelak.
__ADS_1
Next part kelahiran baby twins, kelengkapan kebahagiaan keluarga Laras dan Wira. Kabar bahagia juga untuk si kakak Belva๐๐๐