Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 Tujuh


__ADS_3

Waktu terus berlari meninggalkan masa lalu yang terus berjalan, waktu tidak akan mundur, karena waktu akan terus berjalan seperti jam yang akan terus berputar pada porosnya.


Satu minggu lagi, acara empat bulan kehamilan Laras, di rumahnya Wira beberapa persiapan telah di mulai, mulai dari mempersiapkan tempat acara, tamu undangan, katering juga perlu di persiapkan sebelum hari itu datang.


Bicara tentang Belva, Belva yang sangat antusias menunggu kehadiran debay di tengah-tengah mereka. Kaka Belva turut andil mempersiapkan pengajian empat bulan calon debay-nya.


Banyak teman-teman, kolega bisnis, sahabatnya dan terutama Andra Wiranegara, akan menjadi tamu istimewa di acara empat bulan calon Anaknya.


Wira merogoh ponselnya di saku jasnya, mendial nomer seseorang yang sudah lama tidak saling bertemu kembali, terpampang jelas nomor Andra di kontak ponselnya Wira. Deringan pertama hanya ada ada suara operator yang menjawab, deringan kedua sudah aktif tetapi belum di angkat, Wira tidak putus asa baru deringan ketiga di jawab oleh Andra.


"Hallo Ra, ada apa?" tanya Andra dengan suara aagak serak, karena Andra baru bangun dari tidurnya.


"Masih tidur ya, ganggu ngak ndra?" tanya Wira karena merasa tidak enak hati menganggu Andra yang sedang istirahat.


"Enggak Ra, udah bangun kok cuma malas turun dari tempat tidur hehehe." Jawabnya Andra di selingi dengan candaan.


"Tumben Ada angin apa tiba-tiba menghubungi?" tanya Andra kembali, Menurut Andra pasti ada hal penting yang ingin Wira sampaikan.

__ADS_1


"Wira mau mengundang di acara empat bulan kehamilan istriku, jangan lupa tidak datang, pokoknya harus datang tidak boleh tidak lho, Ndrak!" Tutur Wira dengan ucapan katanya yang sedikit memaksa, dan berharap Andra bisa datang di acaranya.


"Acaranya diman, Ra?" tanya Andra langsung membuka kedua bola matanya.


"Dirumah, nanti Wira kirim alamatnya." Jawabnya Wira.


Sambungan telepon sudah Wira putus terlebih dahulu, Wira memasukkan kembali Ponselnya di saku jasnya. Mereka sudah duduk manis di meja makan, Belva yang biasanya bangun sesudah Papa-nya berangkat ke kantor, pagi ini Belva sudah bangun, sudah mandi, sudah cantik pokoknya.


****


"Cieeee... eiiie cemburu ya Mama Laras" Tutur Wira yang mengarahkan jari telunjuknya ke arahnya Laras.


"Enggak, ngapain cemburu yang ada penasaran saja seperti sepasang sejoli Romy dan Juliet yang sedang kasmaran." Sahutnya Laras yang kesal dengan suaminya.


Laras tidak bertanya lagi memilih memakan sarapannya, pagi ini sarapan Laras berbeda dengan kedua kesayangannya. Laras memilih sarapan dengan nasi, menurutnya roti itu hanya bertahan 5 menit terus lapar kembali, di tambah lagi Laras sedang hamil baby twins pasti selera makannya meningkat drastis.


"Belva yang melihat Mamanya makan sepertinya sangat enak, membuat sang Belva jadi Ingin sarapan seperti Mamanya.

__ADS_1


"Ma, kakak ingin salapan sepelti punya Mama, kayaknya lasanya enak." Tutur Belva yang sudah seperti orang ngiler, kedua matanya terus saja menatap sarapan Mamanya.


Laras membagi sarapannya dengan Belva, mereka makan berdua dengan sangat nikmat, itu semua tidak luput dari pandangan matanya Wira ada rasa bahagia di hatinya, melihat istri dan anak sarapan begitu mesra, Wira seperti obat nyamuk saja.


****


Rumahnya Wira sudah di hias sekian rupa, dekorasinya sangat cantik nan lucu. Tamu undangan juga sudah berdatangan silih berganti, mulai dari teman-teman maupun sahabat turut hadir di rumahnya, kolega bisnisnya Wira, yang mencuri perhatian tamu spesial Andra datang bersama Anak dan istrinya yang sedang hamil juga.


Sedangkan Laras dan Belva sedang di rias di kamar tamu, mereka mengenakan pakaian yang kembaran. Belva sangat cantik dan menggemaskan dengan gaun biru Turkish, rambutnya di gerai dengan jepitan mutiara di rambutnya.


Laras juga mengenakan gaun warna yang sama dengan Belva, Laras juga sangat cantik dengan hijab menutupi rambutnya. Meskipun simpel, tetapi sangat elegan, sangat enak dipandang kedua matanya.


Laras dan Belva berjalan bergandengan, senyum tidak pernah lepas dari sudut bibir keduanya. Mereka berdua sangat anggun, siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona dengan istri seorang Wira Wiranegara, yang nama belakang seperti nama Keluarga terkaya di kota ini Wiranegara Group.


Setelah mendudukkan pantatnya di samping suaminya, Belva duduk berada di tengah-tengah mereka. Laras langsung terkejut melihat mantan suaminya hadir di acara empat bulan kehamilannya, rasa gugup jelas Laras rasakan, senyumnya yang lebar berubah sendu, yang awalnya bersemangat sekarang jadi sendu, ini kebetulan apa takdir? apa ini saatnya kita bertemu kembali?


Part ini menurut readers gimana?"

__ADS_1


__ADS_2