Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 52


__ADS_3

Mereka melempar pandangan dengan tatapan Laras yang tidak menyangka, ternyata dosennya sudah mempunyai buntut yang sayangnya terlalu cantik.


Pertama kalinya Laras bertemu sudah membuatnya jatuh cinta kepada batita kecil yang duduk di atas pangkuannya.


"Papa ama ante enal ya." Ujar Belva yang melirik Papa-nya, dan antenya secara bergantian.


Suara Belva membuat kedua orang dewasa, kembali ke dunia yang sesungguhnya, karena ada kecil di antara mereka berdua yang memperlihatkan gerak-gerik keduanya.


"Kenal sayang." Jawabnya Wira. Karena Tante ini mahasiswa Papa, yang sedang kuliah di kampus ini sayang.


"Ooooo." Sahut Belva dengan berkata Oo saja, tanpa ada yang lain keluar dari bibir mungilnya.


"Belalti oleh emanan ama ante ini Va-nya, Papa?" tanya Belva yang sudah meremas-remas ujung dressnya yang nampak sangat kusut.


"Tanya tantenya dong! mau nggak berteman dengan Belva." Tutur Wira yang mengusap surai rambut Belva.


"Ante au ndak emenan engan, Va?" tanya Belva mendongak ke atas memperhatikan wajah tantenya yang sangat cantik dengan memakai hijabnya.

__ADS_1


"Mau dong! Siapa saja tidak akan menolak berteman dengan batita yang sangat cantik, dan menggemaskan ini" Tutur Laras panjang kali lebar kali luas.


"Belva berdiri dong, kasihan ya tantenya yang duduk berjongkok, sedangkan Belva duduk di pangkuan tantenya."


"Belva kan berat, gemuk!" Tutur Papa-nya. Yang niatnya ingin menggoda saja malah membuat Belva kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Va, ndak emuk!" Sahut Belva dengan bibir yang sudah mengerucut satu centi meter.


"Iya-iya Pala yang gemuk! Belva tetap yang paling cantik." Ujar Papa-nya memuji Belva, supaya Anaknya tidak menangis, karena ini masih di area kampus.


"Tante mau pulang sayang!" Sahut Laras.


"Yang ain aja beyum Puyang, nte." Ujar Belva yang ingin tahu.


"Tante tadi habis ujian, makanya tante pulang cepat!" Sahut Laras menjelaskan dengan sangat lembut.


Va, itut ante pulang ya? habis Papa cibuk kelja, Va kan ndak unya emen, uma ante emannya Va.

__ADS_1


Setelah drama panjangnya, yang Belva tetap ngotot ingin ikut pulang tantenya, sedangkan Papa-nya tidak mengijinkan, membuat Belva tertidur pulas di pangkuan tantenya.


Wira yang melihat tingkah ajaib anaknya di buat terkekeh, tidak biasanya Belva cepat akrab dengan orang lain terutama seorang wanita, pasti akan sangat pilih-pilih, dan tidak dengan sembarang orang.


Wira berniat mengambil Belva dari atas pangkuannya Laras, dan membawanya ke mobilnya. Membuat Belva merengek, merapaty tubuh kecilnya di dalam dekapan hangat tantenya.


Berkali-kali Laras mengusap keringat di dahinya Belva yang mulai bercucuran, karena cuacanya sangat panas, dan Belva tidak bisa berhadapan langsung di bawah sinar matahari, pasti Belva akan banyak mengeluarkan keringat.


"Itut ante ulang Papa." Guman Belva dalam tidurnya yang tiba-tiba mengingau menyebut tantenya.


"Cup.. tante di sini, sayang." Ujarnya Laras mengecup pipinya.


Setelah mendengar suara tantenya, Belva kembali tertidur nyenyak dalam pangkuan Laras.


Suara dengkuran halusnya menandakan, Belva tertidur dengan sangat pulasnya. Membuat Wira tersenyum tipis memperhatikan Anaknya yang tidur dengan sangat nyaman, dan memeluknya seperti tidak mau melepaskannya.


Melihat Belva yang tertidur di pangkuannya, membuat Laras tidak tega, akhirnya Laras ikut Wira pulang ke rumahnya mengantarkan batita kecil yang sangat nyaman tertidur di pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2