
Satu minggu kemudian.......
Hari ini, hari dimana Laras harus kembali ke Jakarta, sore nanti Laras akan meninggalkan keluarganya yang berada di Yogyakarta.
Sedih pasti sedih, tetapi mau bagaimana semua demi kontrak kerja dengan pak Andra, dan masa depannya.
Satu bulan kemudian semenjak Laras di Yogyakarta, tidak ada tanda-tanda mual, muntah atau tanda kehamilan lainnya.
Semuanya seperti biasanya tidak ada yang berubah selama tinggal di Yogyakarta tempat kedua orang tuanya, dan kedua adik-adiknya.
Di ruang tamu Laras menghabiskan waktunya untuk kebersamaan dengan kedua orang tuanya, dan kedua adik-adiknya sebelum meninggalkan mereka berempat kembali untuk bekerja.
Sekarang Bapak sudah sehat, kembali ke rumah kita dulu pak, biar Laras ada temannya karena Laras sangat kesepian tidak ada kalian.
Tetapi bapak lebih nyaman tinggal di sini, bapak bisa beraktivitas, adik-adik Kelihatannya juga sudah nyaman di sini.
Tetapi.....
Setelah perdebatan alotnya, Laras malah tertidur di pangkuan bapaknya dengan pulasnya.
__ADS_1
Bapaknya membelai rambutnya yang panjang dengan lembut, Laras akan manja bila dekat dengan keluarganya, dan sangat mandiri bila jauh dari keluarganya
"Pak, Bu apa tidak sebaiknya kita kembali ke rumah kita yang di Jakarta, kasihan kak Laras di sana sendirian," Celetuk Rudi adiknya Laras yang laki-laki, karena kasihan kakaknya berjuang sendiri.
"Benar kata Rudi Pak!" Sambung ibunya yang duduk di samping Bapaknya.
"Bapak pikir-pikir dulu Buk!" Ujar Bapaknya.
Setelah kita selesai panen baru kita bahas lagi ya, bapak sebenarnya lebih nyaman, dan udara juga bagus di kampung, tetapi demi kakakmu Laras bapak akan mempertimbangkan lagi.
"Yeahhh kembali ke Jakarta." Seru kedua adiknya Laras.
Laras menatap langit-langit atap kamar, ya hari ini terakhirnya di Yogyakarta bersama kedua orang tuanya, dan kedua adiknya. Laras sangat merindukan kebersamaan dengan keluarganya, dan rasa-rasanya ingin mengulangi lagi, dan tidak ingin terpisah jauh lagi.
Laras menarik nafasnya yang mulai terasa sesak, dan matanya mulai mengembun membayangkan hari ini harus kembali ke Jakarta.
Berat rasanya meninggalkan keluarganya, tetapi harus kuat, dan tegar demi kontrak yang di jalaninya.
Drttt..... drttt......
__ADS_1
Ponsel Laras bergetar di samping tempat tidurnya, tangannya meraih ponselnya untuk melihat layar di handphonenya. Setelah melihat nama sahabatnya tertera di layar ponselnya. Laras buru-buru menggeser warna hijau di ponselnya, karena sudah rindu dengan sahabatnya.
"Assalamu'alaikum, Ras!" Sapa Tari di Jakarta.
"Walaikumsalam, Tari!" Jawab Laras dengan wajah sumringah.
"Kapan pulang, Ras?" tanyanya Tari.
"Sore ini Tar, naik kereta." Jawab Laras.
Mereka berbicara panjang kali lebar tidak ada berhentinya, karena mereka berdua menceritakan kebersamaan mereka kurang lebih 1 tahun belakangan ini selalu tak terpisahkan.
Terpisahkan satu minggu membuatnya sama-sama merindukan, Laras mendongak ke atas melihat jam dinding di kamarnya langsung bangun beranjak dari tempat tidurnya untuk buru-buru masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah setengah jam bersiap, Laras keluar kamar dengan baju rapinya, dan menggeret kopernya.
"Kemana kok sepi ya?" guman Laras dalam hatinya.
Laras menyandarkan kepalanya di sofa ruang tamu, dan memejamkan matanya sebentar untuk mengingat-ngingat momen indah bersama keluarganya.
__ADS_1
Laras membayangkan saja sudah membuatnya tersenyum tipis, melihat, dan mendengar tingkah konyol adik-adiknya. momen seperti ini yang akan selalu Laras rindukan.