Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
S2 Delapan belas


__ADS_3

Operasi telah di lakukan dengan baik, anak-anaknya lahir dengan sehat. Perasaan lega, dan bahagia menjadi satu, setelah mengandung sembilan bulan lamanya akhirnya hari yang di di tunggu-tunggu lahir dengan sehat seperti ibunya.


Cekkklllekkk


"Suami Nyonya Laras?" tanya sang perawat mencari celingukan.


"Saya suaminya, sus." jawabnya Wira sedikit khawatir dengan keadaan istri, dan Anak-anaknya.


"Selamat pak, anak-anak bapak sudah lahir berjenis kelamin laki-laki, dan perempuan." Ucap sang perawat mengulum senyum.


"Laki-laki, perempuan sus!" Seru Wira untuk memastikan pendengaran yang tidak salah dengar.


"Iya pak."


"Oooeeekkkk....oek...," tangisan baby twins sangat menggelar di penjuru kamar operasi.. Wira tidak henti-hentinya mengulum senyum, menyembunyikan rasa bahagianya.


"Terus keadaan istri saya bagaimana sus?" tanya Wira yang sudah ketar-ketir menunggu jawaban perawat.


"Istri bapak...." belum juga menjawab pertanyaan suami pasien, Wira sudah memotong dulu pembicaraannya.


"Katakan sus!" Tutur Wira mengguncang bahunya perawat.


Belum juga menyelesaikan ucapannya, sudah main di potong saja, batinnya sang perawat sedikit kesal.

__ADS_1


"Kenapa diam saja? katakan yang sebenarnya." Tutur Wira sangat khawatir, rasanya tidak sanggup bila harus berjalan sendiri tanpa istrinya.


"Istri bapak baik-baik saja, Nyonya Laras sedang istirahat." sahutnya sang perawat memberikan jawaban dengan tersenyum tulus.


"Syukurlah."


♥♥♥


Setelah di bersihkan, di timbang Berat badan, dan di ukur lingkar kepala, atau tinggi badan oleh bidan, dan perawat. Baby twins di serahkan kepada sang Ibu, untuk di lakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).


Selesai menyusui keduanya, Laras langsung di pindahkan ke ruang rawat, kamar VVIP yang sudah di pesan Wira untuk kenyamanan istri, dan Anak-anaknya.


Setelah di pindahkan di kamarnya, Laras memejamkan kedua matanya, rasanya masih seperti mimpi baru kemarin mengandung, sekarang sudah lahir aja.


Di karunia-Nya anak kembar adalah sebuah anugerah terindah yang Tuhan kirim untuk keluarga kecilnya. Bersyukur cara yang tepat untuk mengucapkan rasa terimakasih, dan meluapkan rasa bahagianya.


"Terimakasih sayang sudah mau mengandung, dan melahirkan anak-anak kita dengan sehat, selamat, ini hadiah yang terindah untuk keluarga kita..." Ucap Wira mengecup kening sang istri sangat lama. Laras tidak terusik sama sekali dengan tidurnya, karena rasa lelahnya membuatnya harus ekstra istirahat sebelum baby twins menangis minta sumbernya.


"Permisi pak!" ucap perawat mendorong box bayi.


"Masuk sus." jawabnya Wira dari dalam.


Wira menangis terharu melihat kedua putra-putri kembarnya yang sedang tertidur pulas, yang laki-laki wajahnya duplikat dirinya, kalau yang perempuan mirip mamanya, meskipun gen-nya lebih kuat ke dirinya sebagai Papa kandungnya.

__ADS_1


♥♥♥


Keesokan paginya Belva, dan Kakek neneknya datang berkunjung ke rumah sakit tempat adiknya, dan ibunya di rawat.


"Assalamualaikum, mah! kaka kangen Mama.." Tutur Belva sudah memeluk sang Mama.


"Cup, membalas pelukan sang anak membuatnya nyaman."Laras mengecup kening, dan pipi Belva bergantian."


"Adik mana, mah? kaka mau ajak main boneka Balbie, dan macak-macakkan." Ujar Belva yang sudah celingukan di sudut ruangan mamanya.


"Adik lagi di mandiin, masih di ruang bayi kak.". sahut Laras membelai rambut panjangnya.


"Ooohhh kaka caliin ndak ada, pantas saja!" ucap Belva.


Mereka hanyut dalam kemesraan, baru saja berpisah satu malam sudah membuatnya rindu.


Sang ibu sudah mendudukkan tubuhnya diatas sofa, memperhatikan interaksi keduanya membuatnya terharu, meskipun tidak terlahir dari rahim yang sama, tetapi rasanya seperti ibu dan anak kandung.


Di tempat yang berbeda Wira sedang berkaca-kaca, tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur di pertemukan dengan wanita hebat, yang mau merawat putrinya seperti anak kandungnya sendiri.


Wanita yang baru saja memberikan malaikat kecil yang menjadi pelita hatinya, pelengkap rumah tangganya, dan ada warna tangisan yang membuatnya semakin ramai rumahnya, sebagai alunan melodi yang sedang di mainkan.


Tumbuhlah dengan sehat, Papa Mama sangat menyayangimu kaka Belva, Batinnya Wira mengusap cairan bening yang siap jatuh di pipinya.

__ADS_1


__ADS_2