Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Episode 118


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


Si imut, si paling cantik, si paling manis siapa lagi kalau bukan Belva, putri pertama mereka. Kini sudah tumbuh jadi gadis remaja, rambutnya yang pirang, kulitnya yang putih, bersih membuat aura kecantikan memancar sempurna.


"Kak Va, bangun sudah pagi. Kakak mau sekolah enggak?" Laras mengetuk pintu kamar putrinya, telinganya ia tempelkan tempat di daun telinga. Berharap putri kecilnya menjawab.


Belum ada sahutan walaupun sudah berkali-kali memanggil, tetap tidak ada respon baik sama pemilik kamar.


Laras tak pantang menyerah untuk membangun kan, usaha tak menghianati hasil. Akhirnya Belva merespon bundanya.


"Iya bunda sayang, kak Va udah bangun, udah bangun, udah mandi bentar lagi turun kog. " sahut Belva sembari duduk di kursi di depannya ada cermin.


"Bunda tunggu di bawah."


"Baik bunda."


Di kamarnya Belva tengah bersiap, mematutkan penampilan di depan cermin, berkali-kali berlenggok- lenggok bak peragawati.


Mengusap wajahnya dengan sedikit make-up untuk menambah supaya tidak pucat, sedikit lebih segar.


Di meja makan terjadi kehebohan, my twins pagi ini begitu sangat manja dengan sang bunda.


Wira yang berada dalam satu meja pun hanya geleng-geleng kepala, tersenyum tipis melihat my twins kembali seperti baby padahal mereka sudah bersekolah.

__ADS_1


"Manja banget sih sayang," ucap Laras.


"Kita kangen bunda."


"Oh ya kan bunda enggak kemana-mana, di rumah nemenin kalian main, dan masih banyak lagi."


"Tetap saja kita kangen bunda."


My twins namanya, walaupun tiap hari kita saling bertemu tetap saja bilang kangen, dan kalimat lain yang membuat aku sangat meleleh hingga menitik kan air mata.


Dengan formasi lengkap mereka menikmati sarapan pagi bersama, tidak ada yang berbicara mereka fokus untuk kebersamaan pagi sebelum memulai aktivitas masing-masing.


🥑


Tak banyak yang ia lakukan di rumah, paling membersihkan kamar tidur, kamar anak-anak. Pekerjaan Yang lainnya sudah ada yang bekerja di rumah.


Setelah selesai dengan urusan perumahan, "Istirahat bentar ahh mumpung anak-anak belum pulang." Laras mulai memejamkan kelopak matanya.


Di kantor Wira baru saja selesai meeting di luar kantor, kebetulan sangat dekat dengan rumah. Mumpung masih jam istirahat ia ingin kembali pulang, merindukan istrinya, anak-anak toh tidak di rumah.


Semenjak anak-anak beranjak remaja, perhatian sang istri tertuju kepada sang anak terutama Putri pertamanya Belva yang sudah memasuki fase remaja.


My twins yang super aktif, keduanya sudah bersekolah jadi kesempatan siang ini Aku manfaat untuk mendominasi istriku.

__ADS_1


Senyum terbit di wajah penuh kharismatik, tidak ada cela sedikitpun nampak sempurna, enak di pandang mata.


Tak tak tak..


Langkah kakinya pelan, tidak ingin sang istri terbangun dari tidurnya. Ingin membuat kejutan kecil, semoga ia senang.


Cup


Cup


Kecupan kecil mendarat di pipi chubby sang istri, tidak ada respon hanya menggeliat kecil kembali lagi tertidur.


"Gemesin banget kamu bun."


Saking gemesnya Wira menghadiahkan kecupan bertubi-tubi, pipi sang istri sampai merah, basah air liur.


"Euh mas."


Rasanya ada seseorang yang menyentuh ku, tetapi siapa sedang mas suami bekerja. Rasanya enak membuat ku tak ingin bangun.


"Sayang." usapan lembut di pipi membangun kan kesadaran Laras.


"Mas sudah pulang, jam berapa ini mas?"

__ADS_1


"Anak-anak sudah pulang ya mas, maaf ya aku ketiduran."


__ADS_2